Rindu Bertemu Dengan ALLAH

Renungan Harian Misioner
Kamis Biasa XXV, 22 September 2022
P. S. Thomas dr Vilkanova

Pkh. 1:2-11; Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17; Luk. 9:7-9

Ketika kita melakukan sebuah kesalahan, seringkali muncul dalam hati kecil kita sebuah penyesalan. Apalagi jika kita tahu sejak awal bahwa kesalahan tersebut tidak perlu terjadi. Penyesalan tersebut muncul karena ada kesadaran dalam diri kita untuk mengarah kepada kebaikan.

Hari ini kita mendengar dalam Injil bagaimana Raja Herodes merasa cemas karena ia telah membunuh Yohanes Pembaptis. Dalam kisah  Herodes dan Yohanes Pembaptis kita mengetahui bahwa sang raja seperti mendapatkan kedamaian ketika ia bercakap-cakap dengan Yohanes. Di hadapan orang suci itu, raja Herodes menyadari segala kejahatan yang telah dilakukannya. Namun karena ketakutannya yang besar akan kehilangan segala-galanya, Herodes terpaksa membunuh Yohanes.

Namun demikian, kendati telah melakukan begitu banyak kesalahan, ketika mendengar kesaksian orang-orang mengenai Yohanes dan Yesus, hatinya tergugah. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian? Herodes berusaha untuk bertemu Yesus.

Penyesalan yang muncul karena kita telah bersalah merupakan tanda bahwa jauh di dalam hati setiap manusia tersimpan kerinduan untuk selalu mencari kebaikan. Allah yang kita imani merupakan kasih yang total yang selalu ingin merangkul kita kendati kita telah berulangkali menjauh dari-Nya. Namun apakah hati kita cukup peka dan tekad kita cukup kuat untuk berusaha – seperti raja Herodes- untuk mencari Yesus? Apakah penyesalan yang muncul dalam hati kita mampu menuntun kita untuk merindukan perjumpaan dengan Allah?

Maka marilah kita mohon dengan rendah hati, agar Bapa melalui Roh Kudus yang telah dicurahkan atas kita, menggerakkan diri kita untuk selalu mencari Yesus dalam kehidupan ini. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Misionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Penghapusan hukuman mati

Kita berdoa semoga hukuman mati yang melawan martabat manusia, secara resmi dapat dihapus di semua negara.

Ujud Gereja Indonesia: Menghindari ketergantungan pada gawai

Kita berdoa semoga dengan sadar kita semua menghindari ketergantungan pada gawai secara berlebihan.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s