Iman Mendengar

Renungan Harian Misioner
Rabu Biasa XXV, 21 September 2022
Pesta S. Matius

Ef. 4:1-7,11-13; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13

Tuhan Yesus, sebagai yang diutus Bapa disebut Sang Sabda. Sabda itu ditangkap manusia melalui indera, ya penglihatan, ya perjumpaan, dalam jalan bersama, ya melalui pendengaran, ya kerjasama, dst. Oleh sebab itu, Sang Putera banyak berkeliling Tanah Suci dengan para murid-Nya, makan-minum, melaut, naik gunung, maupun mengajar, yang perlu di-DENGAR-kan. Matius adalah murid Tuhan, yang memusatkan perHATIan pada Tuhan. Oleh sebab itu, ketika Tuhan Yesus datang ke ‘kantor pajak’-nya dan memanggilnya untuk mengikuti-Nya, Matius meninggalkan segala dan menjadi murid Yesus. Telinganya, secara lahir-batin terbuka bagi Sang Sabda. Khususnya, ia memperHATIkan bahwa Yesus memperhatikan sekali warisan dari para Leluhur Perjanjian Lama. Karena itu, banyak anak cucu Abraham-Ishak-Yakub mengagumi pesona Guru Nasaret itu.

Ajaran Paulus kepada umat Efesus (4:1-7.11-13) memperlihatkan Pribadi Yesus, yang memadukan ajaran Leluhur dengan Kebijakan Iman dari Bapa. Bahkan orang yang dianggap pendosa, seperti Matius (9:9-13) dilibatkan-Nya dalam Keduabelasan, sehingga Gereja Perdana juga menghormatinya. Karena ia menangkap pula pesan Tuhan, agar menyebarluaskan Kerahiman Bapa, yang dijabarkan oleh Sang Putera, maka Matius juga menyambut Roh Kebijaksanaan untuk menulis demi kepentingan Murid-murid Kristus selanjutnya: sampai dengan kita-kita sekarang.

Mat. 9:9-13 menunjukkan, bahwa Matius, yang oleh beberapa orang Farisi dianggap pendosa itu, membuka hatinya untuk bersentuhan dengan Hati Yesus, dan menyelami isi Hati Yesus untuk diwariskan kepada Komunitas Yesus. Berkat keluasan hati Matius itulah kita sekarang memperoleh Injil Matius. Kita mewarisi buah tangan Matius; tetapi lebih mendalam lagi, kita diikutsertakan oleh Matius: membuka telinga jiwa kita sehingga dijamah oleh cinta Kristus. Sekarang pun kita dipanggil untuk menjadi Murid-Nya dan Utusan-Nya mewartakan Kerahiman Bapa, berkat berkah Roh Allah. Untuk mensyukuri semuanya itu, marilah berdoa: “Santo Matius, doakan kami agar membuka telinga kepada Sang Sabda, demi Kemuliaan Bapa berkat penjiwaan Roh Kudus.”

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Penghapusan hukuman mati

Kita berdoa semoga hukuman mati yang melawan martabat manusia, secara resmi dapat dihapus di semua negara.

Ujud Gereja Indonesia: Menghindari ketergantungan pada gawai

Kita berdoa semoga dengan sadar kita semua menghindari ketergantungan pada gawai secara berlebihan.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s