Surat Paus Fransiskus kepada Anggota Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak

Saudara dan saudari terkasih, selamat siang! Selamat datang!

Saya senang menyambut Anda di akhir rapat pleno Anda. Saya berterima kasih kepada Kardinal O’Malley atas kata pengantarnya, dan saya berterima kasih kepada Anda semua atas komitmen Anda terhadap pekerjaan melindungi anak-anak, baik dalam kehidupan profesional Anda maupun dalam pelayanan Anda kepada umat beriman. Hari ini, terima kasih juga atas upaya Anda, anak di bawah umur dan orang-orang yang rentan menjadi lebih aman di Gereja. Saya juga ingin berterima kasih kepada Kardinal O’Malley atas kegigihannya dalam mengejar tujuan ini terlepas dari setiap rintangan. Terima kasih!

Pelayanan yang dipercayakan kepada Anda adalah salah satu yang harus dilakukan dengan hati-hati. Komisi perlu terus-menerus memberi perhatian agar Gereja tidak hanya menjadi tempat yang aman bagi anak di bawah umur dan tempat penyembuhan, tetapi juga dapat membuktikan sepenuhnya (bahwa ia) dapat dipercaya dalam mempromosikan hak-hak mereka di seluruh dunia. Sayangnya, di mana-mana martabat anak-anak masih saja terancam, dan ini harus menjadi sumber perhatian bagi semua umat beriman dan semua orang yang berkehendak baik.

Kadang-kadang, kenyataan pelecehan dan efeknya yang berlangsung lama dan menghancurkan kehidupan “anak-anak kecil” tampaknya mengalahkan upaya mereka yang berusaha untuk menanggapi dengan cinta dan pengertian. Jalan menuju penyembuhan adalah jalan yang panjang dan sulit; hal itu membutuhkan harapan yang teguh, harapan di dalam Kristus yang pergi ke salib dan bahkan melampaui salib. Yesus yang bangkit menanggung, dan akan selalu menanggung, tanda-tanda penyaliban-Nya pada tubuh-Nya yang dimuliakan. Luka-luka itu memberi tahu kita bahwa Tuhan menyelamatkan kita bukan dengan melewati penderitaan kita, tetapi dengan menjalani penderitaan itu, mengubahnya dengan kuasa kasih-Nya. Kuasa penyembuhan Roh Kudus tidak mengecewakan; Janji Tuhan akan kehidupan baru tidak gagal. Kita hanya perlu memiliki iman kepada Yesus yang bangkit dan menyerahkan hidup kita pada luka-luka tubuh-Nya yang telah bangkit.

Segala bentuk penyalahgunaan tidak dapat diterima. Pelecehan seksual terhadap anak-anak adalah hal yang sangat serius, sebab merusak kehidupan yang baru mulai berbunga. Bukannya berkembang, orang yang mengalami pelecehan justru terluka parah, kadang-kadang secara permanen. Baru-baru ini saya menerima sepucuk surat dari seorang ayah yang putranya telah dilecehkan dan akibatnya selama bertahun-tahun bahkan tidak mau meninggalkan kamarnya; begitu mendalam efek dari pelecehan tersebut pada dirinya, dan juga pada keluarganya. Mereka yang dilecehkan terkadang merasa, seolah-olah, terjebak antara hidup dan mati. Ini adalah kenyataan yang, meskipun menyakitkan, tidak dapat kita hapus.

Kesaksian para penyintas (survivors) melambangkan luka terbuka pada tubuh Kristus, yaitu Gereja. Saya mendorong Anda untuk bekerja dengan rajin dan berani untuk membuat agar luka-luka ini diketahui, untuk mencari mereka yang menderita akibat pelecehan itu, dan untuk menerima orang-orang itu sebagai saksi dari Juruselamat kita yang menderita. Karena Gereja hanya akan mengenal Tuhan yang bangkit jika Gereja mengikuti-Nya sebagai Hamba yang menderita. Inilah jalan yang harus kita semua tempuh: para uskup, pemimpin religius, imam, diakon, amggota hidup bakti, katekis, dan umat awam. Setiap anggota Gereja, sesuai dengan keadaan masing-masing, dipanggil untuk memikul tanggung jawab mencegah kasus-kasus pelecehan dan bekerja untuk keadilan dan untuk penyembuhan.

Sekarang saya ingin mengatakan sesuatu tentang masa depan Anda. Dengan Konstitusi Apostolik Praedicate Evangelium, sebagaimana disebutkan oleh Kardinal, saya secara resmi menetapkan Komisi (Perlindungan Anak ini) sebagai bagian dari Kuria Roma, dalam Dikasteri untuk Ajaran Iman (lih. No. 78). Seseorang mungkin berpikir bahwa ini dapat membahayakan kebebasan berpikir dan bertindak Anda, atau bahkan menghilangkan kepentingan dari masalah yang Anda hadapi. Itu bukan maksud saya, juga bukan harapan saya. Dan saya mengajak Anda untuk waspada agar hal ini tidak terjadi.

Komisi Perlindungan Anak di bawah umur dibentuk di dalam Dikasteri yang menangani pelecehan seksual oleh anggota klerus. Meskipun demikian, saya telah membuat kepemimpinan dan personel Anda berbeda, dan Anda akan terus berhubungan langsung dengan saya melalui Delegasi Pimpinan Anda. Itu ditempatkan di sana, karena tidak mungkinlah memiliki “komisi satelit”, yang hanya berputar-putar tetapi tidak terikat pada bagan organisasi. Itu ada di sana, tetapi dengan Pimpinannya sendiri, yang ditunjuk oleh Paus. Saya ingin Anda mengusulkan metode yang lebih baik untuk memungkinkan Gereja melindungi anak di bawah umur dan orang-orang yang rentan dan untuk membantu penyembuhan para penyintas (survivors), dengan pengakuan bahwa keadilan dan pencegahan saling melengkapi. Sungguh, layanan Anda memberikan visi proaktif dan prospektif tentang praktik dan prosedur terbaik yang dapat diterapkan di seluruh Gereja.

Di banyak tempat, benih-benih penting telah ditaburkan dalam hal ini, namun masih banyak yang harus dilakukan. Konstitusi Apostolik menandai awal yang baru. Ini menempatkan Anda dalam bagan organisasi Kuria di dalam Dikasteri itu, tetapi otonom, dengan seorang Pimpinan yang ditunjuk oleh Paus. Otonom. Anda bertanggungjawab memperluas cakupan misi ini sedemikian rupa sehingga perlindungan dan perawatan mereka yang telah mengalami pelecehan dapat menjadi norma di setiap sektor kehidupan Gereja. Kerjasama yang erat antara Anda dengan Dikasteri Ajaran Iman dan dengan Dikasteri-Dikasteri lain seharusnya memperkaya karya Anda, sementara karya Anda pada gilirannya dapat memperkaya Kuria dan Gereja-Gereja lokal. Penentuan cara-cara yang paling efektif agar hal ini terjadi, saya serahkan kepada Komisi dan Dikasteri, kepada Dikasteri-dikasteri. Bekerja sama, ini secara konkret melaksanakan tugas Gereja untuk melindungi semua orang yang menjadi tanggung jawabnya. Kewajiban itu didasarkan pada konsepsi pribadi manusia dalam martabat intrinsiknya, dengan perhatian khusus bagi yang paling rentan. Upaya-upaya yang dilakukan pada tingkat Gereja universal dan Gereja-Gereja Khusus akan melaksanakan rencana perlindungan, penyembuhan dan keadilan, sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Benih yang telah ditabur mulai menghasilkan buah yang baik. Kasus pelecehan anak di bawah umur oleh anggota klerus telah menurun selama beberapa tahun ini di bagian dunia di mana data dan sumber daya yang dapat diandalkan tersedia. Saya ingin Anda, setiap tahun, mempersiapkan bagi saya laporan tentang tindakan-tindakan Gereja untuk melindungi anak-anak di bawah umur dan orang-orang dewasa rentan. Ini mungkin sulit pada awalnya, tetapi saya meminta Anda untuk memulai jika perlu, untuk memberikan laporan yang dapat dipercaya tentang apa yang sedang dilakukan saat ini dan apa yang perlu diubah, sehingga otoritas yang berwenang dapat bertindak. Laporan ini akan menjadi faktor transparansi dan akuntabilitas dan – saya harap – akan memberikan audit yang jelas tentang kemajuan kami dalam upaya ini. Tanpa kemajuan itu, umat beriman akan terus kehilangan kepercayaan kepada para gembala mereka, dan akibatnya berkhotbah serta bersaksi tentang Injil akan menjadi semakin sulit.

Ada juga kebutuhan-kebutuhan tertentu yang lebih mendesak yang dapat dibantu oleh Komisi, terutama untuk kesejahteraan dan pelayanan pastoral orang-orang yang telah mengalami pelecehan. Saya telah mengikuti dengan penuh minat cara-cara Komisi, sejak awal, telah memberikan kesempatan untuk mendengarkan dan bertemu dengan para korban dan penyintas (survivors). Anda telah sangat membantu dalam misi pastoral saya kepada semua orang yang telah berpaling kepada saya setelah pengalaman menyakitkan mereka. Untuk alasan ini, saya mendorong Anda untuk membantu Konferensi Para Uskup – ini sangat penting: untuk membantu dan mengawasi dalam dialog dengan Konferensi Para Uskup – dalam mendirikan pusat-pusat yang sesuai di mana individu-individu yang telah mengalami pelecehan, dan anggota keluarga mereka, dapat menemukan penerimaan dan sidang yang penuh perhatian, dan didampingi dalam proses penyembuhan dan keadilan, seperti yang ditunjukkan dalam Motu Proprio Vos Estis Lux Mundi (lih. Art. 2). Upaya ini juga akan menjadi ekspresi dari sifat sinode Gereja, persekutuan dan subsidiaritas. Jangan lupa pertemuan kita hampir tiga tahun lalu dengan para Pimpinan Konferensi Para Uskup. Mereka harus membentuk komisi dan sarana yang diperlukan untuk melaksanakan proses pendampingan bagi orang-orang yang telah dilecehkan, dengan semua metode yang Anda miliki, dan untuk menghukum para pelaku kekerasan. Dan Anda harus mengawasi ini. Saya mendukung Anda.

Saudara dan saudari terkasih, saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas pekerjaan yang telah Anda lakukan. Saya berdoa untuk Anda dan saya meminta Anda untuk berdoa untuk saya, karena pekerjaan ini tidak mudah.

Terima kasih! Semoga Tuhan terus melimpahkan berkat-Nya yang melimpah kepada Anda. Tuhan memberkati! Terima kasih!

.

Jumat, 29 April 2022

Paus Fransiskus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s