Panggilan Kekudusan

Renungan Harian Misioner
Kamis, 01 Desember 2022
P. B. Dionisius dan Redemptus, Martir Indonesia

Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27; atau dr RUybs

Bacaan Injil hari ini termasuk dalam bagian Khotbah Yesus di bukit, yang berisi pernyataan prinsip-prinsip kebenaran Allah di mana semua orang Kristiani seharusnya hidup oleh iman kepada Anak Allah dan oleh kuasa Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita. Setiap orang yang menyatakan dirinya anggota Kerajaan Allah harus lapar dan haus akan kebenaran yang diajarkan dalam khotbah Kristus tersebut. Pengajaran yang ditanamkan-Nya itu juga terdiri dari kuasa, bukan dari perkataan saja, dan oleh sebab itu diperlukan sesuatu yang lebih dari memperkatakannya saja (1Kor. 4:20). Ibadah kita bukan dijalankan secara lahiriah saja tanpa mengandalkan kuasa di dalamnya.

Yesus menyatakan diri sebagai Anak dengan memanggil Allah sebagai “Bapa-Ku”. Sekaligus menyatakan kedudukan-Nya sebagai Hakim, yang dengan tegas mengajarkan bahwa melaksanakan kehendak Bapa-Nya yang di sorga merupakan suatu syarat untuk memasuki Kerajaan Sorga. Pernyataan-Nya sederhana, namun menunjukkan bahwa mengaku diri beragama saja, sehebat apa pun juga, tidak akan membawa kita ke sorga, kecuali disertai dengan perilaku dan perbuatan yang sesuai. Ini bukan berarti bahwa kita dapat memperoleh keselamatan dengan melakukan usaha-usaha kita sendiri, tetapi pengampunan Allah diberikan kepada kita melalui iman dan pertobatan yang dimungkinkan oleh kasih karunia Allah, lewat sengsara dan wafat Kristus sebagai kurban karena dosa kita (bdk. Mat. 7:21; 26:28).

Ketaatan pada kehendak Allah merupakan syarat yang tidak berubah dan yang berlaku untuk keselamatan. Namun Kristus juga menyatakan bahwa ketaatan itu merupakan kasih karunia yang berkaitan dengan keselamatan dalam Kerajaan Allah. Kita harus senantiasa berdoa mohon ketaatan itu, menerima dan mengamalkannya dengan iman dan usaha yang sungguh-sungguh. Doa Bapa Kami dan banyak nasihat lain yang ditujukan Yesus kepada orang percaya, agar mereka mematikan dosa dan mempersembahkan diri mereka sebagai persembahan yang hidup kepada Allah. Yesus menunjukkan melalui perumpamaan bahwa sekadar mendengarkan perkataan-Nya saja, tidak akan membuat manusia berbahagia jika dirinya tidak melakukan ajaran-Nya itu dengan sepenuh hati. Namun jika kita mendengar perkataan-Nya dan sungguh-sungguh melakukannya, kita akan berbahagia oleh karena apa yang telah kita perbuat.

Orang-orang yang mendengar perkataan-Nya dan melakukannya, mungkin tidak banyak. Walaupun demikian, mendengar perkataan Kristus bukan berarti sekadar mendengar saja, melainkan juga untuk menaati-Nya. Sungguh merupakan rahmat bagi kita apabila kita bisa melakukan apa yang kita dengar dari perkataan Kristus, karena jika kita tidak melakukan apa yang kita dengar, maka sia-sialah kasih karunia Allah yang telah kita terima itu (2Kor. 6:1). Melakukan perkataan Kristus berarti sungguh-sungguh menjauhi dosa dan hal-hal yang dilarang oleh-Nya, serta melakukan kehendak-Nya, yang artinya: pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan kita harus sesuai dengan kebenaran Injil Kristus.

Orang-orang yang mendengar perkataan Kristus namun tidak melakukannya, bersandar pada pendengaran saja. Mereka mendengar-Nya seperti orang yang ingin mengenal segala jalan-Nya untuk melakukan yang benar, namun tetap tidak melakukannya. Mereka menipu dirinya sendiri, beragama tapi tidak menjadikan Tuhan sebagai Allah mereka. Mereka menjadi orang-orang yang hanya sekadar mengaku percaya Kristus, tetapi tidak mau melakukan lebih daripada itu untuk melayani-Nya. Mereka tidak akan diterima atau diakui-Nya pada hari penghakiman. Di hadapan Allah, pengakuan terhadap agama tidak akan mendukung siapa pun yang hidup dalam dosa. Orang yang menyebut nama Tuhan hendaknya meninggalkan kejahatan.

Sangat penting untuk membangun iman di atas landasan yang benar. Orang yang membangun rumah dan roboh, bersalah bukan karena kurang giat bekerja, tetapi karena tidak mengandalkan batu karang sebagai pondasinya. Batu karang itu adalah Yesus Kristus dan ajaran-Nya (1Kor. 3:11). Dan melakukannya berarti menaati pengajaran. Iman kepada Kristus, Sang Batu Karang, akan menghasilkan kelahiran baru yang nyata dalam kehidupan yang saleh.

Akhirnya, kita dibawa kepada kesadaran bahwa: barangsiapa melakukan kehendak Bapa, akan masuk Kerajaan Allah dan beroleh kebahagiaan kekal. Artinya, sangatlah penting bagi kita untuk melakukan kehendak Kristus yang memang merupakan kehendak Bapa di sorga. Inilah kehendak Allah Bapa, yaitu: pengudusan kita (1Ptr. 1:16). Menjadi orang yang percaya kepada Putra-Nya, Yesus Kristus; kita diminta untuk bertobat dari dosa, saling mengasihi dan menjalani hidup kudus agar kita dapat masuk Kerajaan Sorga! (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Sukarelawan dari Organisasi yang tidak mencari keuntungan

Kita berdoa semoga organisasi-organisasi yang tidak mencari keuntungan yang berkomitmen pada perkembangan kemanusiaan dapat menemukan orang-orang yang berdedikasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan tidak mengenal lelah mencari jalan untuk menjalin kerja sama internasional.

Ujud Gereja Indonesia: Memupuk sikap moderat

Kita berdoa, semoga Gereja membangun dan memupuk sikap moderat dan toleran bagi umatnya sendiri, sambil terus waspada terhadap bahaya fundamentalisme dan radikalisme baik yang ada di luar maupun di dalam Gereja sendiri.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s