Jangan Ada Satupun yang Hilang

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Adven II, 06 Desember 2022
P. S. Nikolaus

Yes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat. 18:12-14

Tuhan mengutus Yesaya menghibur dan mewartakan kepada umat di Yerusalem “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita… Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan… Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya… dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya.”

Melalui pewartaan para nabi manusia dapat mengenal dan mengakui bahwa Tuhan adalah Allah Yahwe yang setia, yang penuh cinta. Hidup manusia bergantung dari hembusan nafas Tuhan sejak pada saat Tuhan membentuk Adam, Ia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia pertama. Ia berkuasa atas manusia dan seluruh ciptaan-Nya sampai kini.

Dalam Injil hari ini, minggu ke-2 Adven mengangkat kisah perumpamaan tentang domba yang hilang. Seorang yang memiliki 100 ekor domba, dan satu dombanya hilang. Dia pergi meninggalkan 99 ekor dombanya untuk mencari dan menemukan satu dombanya yang tersesat itu. Akan menjadi momen indah yang sangat menggembirakan jika dia dapat membawa pulang satu ekor domba yang tersesat itu. Pada akhir perikop ini, pesan amat penting tertulis, yaitu  “Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Perumpamaan ini mengingatkan kita kepada keluarga, kerabat dan saudara/i seiman kita yang hilang. Mereka yang telah meninggalkan Gereja-Nya. Harapan kita juga menjadi harapan Gereja, agar mereka kembali pulang. Menjadi sukacita dan kegembiraan keluarga jika anggota keluarga yang hilang itu dapat kembali berkumpul bersama keluarga, terlebih di hari Natal nanti.

Masa Adven dari kata latin Adventus, merupakan masa penuh harapan akan kedatangan Yesus. Kita diajak untuk mempersiapkan diri, membersihkan hati dengan menyambut Sakramen Tobat agar kita sungguh layak dan pantas menyambut pesta Natal, merayakan kelahiran Yesus.

Saat Yesus di Galilea, Dia memberitakan hal sangat penting “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat.” Pesan penting ini juga berlaku bagi kita dan bagi dunia saat ini. Semoga di seluruh dunia, para penguasa lebih merindukan kedamaian daripada pertikaian/peperangan, yang membuat banyak keluarga harus kehilangan orang yang mereka cintai.

 (Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Sukarelawan dari Organisasi yang tidak mencari keuntungan

Kita berdoa semoga organisasi-organisasi yang tidak mencari keuntungan yang berkomitmen pada perkembangan kemanusiaan dapat menemukan orang-orang yang berdedikasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan tidak mengenal lelah mencari jalan untuk menjalin kerja sama internasional.

Ujud Gereja Indonesia: Memupuk sikap moderat

Kita berdoa, semoga Gereja membangun dan memupuk sikap moderat dan toleran bagi umatnya sendiri, sambil terus waspada terhadap bahaya fundamentalisme dan radikalisme baik yang ada di luar maupun di dalam Gereja sendiri.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s