Bersama Zakharia Memuji Karya Keselamatan Allah

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Adven IV, 24 Desember 2022
P. S. Adam dan Hawa

2Sam. 7:1-5,8b-12,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Luk. 1:67-79

Bacaan Injil menjelang perayaan Malam Natal (Luk. 1:67-79) berisi nubuat Zakharia dan pujian kepada Allah. Pujian Zakharia untuk dua hal, yaitu untuk keselamatan yang datang melalui Mesias (Lukas 1:68-75), dan untuk anaknya sendiri yang baru lahir karena ia akan menjadi nabi yang akan mempersiapkan jalan bagi Mesias (Lukas 1:76-79). Pertama, Zakharia memuji Tuhan untuk keselamatan. Injil Lukas 1:68-75 berisi semacam “risalah” tentang keselamatan yang memberitahu kita mengenai karunia terbesar Allah yang pernah dicurahkan ke bumi, yaitu karunia keselamatan melalui Yesus Kristus. Diilhami oleh Roh Kudus, Zakharia mengucapkan kata-kata kenabian dan himne berkat untuk karya penebusan yang akan diselesaikan Allah di dalam Kristus. Ia melihat pemenuhan janji Allah kepada Daud dan keturunannya bahwa takhta Daud akan bertahan selama-lamanya melalui kedatangan Raja Mesias (2 Samuel 7:16).

Raja Mesias akan membangun kedamaian dan keamanan bagi rakyat-Nya. Kedamaian yang dibawa Mesias menghapus hutang dosa dan memulihkan hubungan kita yang rusak dengan Allah. Zakharia bernubuat sambil merenungkan janji-janji Allah kepada bangsa Israel, yaitu untuk melepaskan Israel dari musuh-musuhnya dan memulihkan Israel ke tempat yang selayaknya di antara bangsa-bangsa.  Nubuat Zakharia ini mungkin tidak secara langsung berlaku bagi kita sekarang ini. Namun, kita dapat menarik prinsip-prinsip darinya dan menerapkan prinsip-prinsip itu, yaitu bahwa Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita. Musuh terbesar kita adalah dosa dan setan, kematian dan neraka. Yesus Kristus datang untuk melepaskan dan menyelamatkan kita dari musuh-musuh ini.

Kedua, pujian kepada Tuhan untuk anaknya, Yohanes. Injil Lukas 1:76-79 berisi pujian kepada Tuhan untuk anaknya, Yohanes: “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (Luk. 1:76). Roh Kudus memberi Zakharia visi untuk putranya sendiri sebagai seorang nabi dan pendahulu yang akan mempersiapkan jalan bagi Mesias. Setiap orang Yahudi yang saleh merindukan hari ketika Mesias akan datang. Sekarang, Zakharia tahu pasti bahwa hari itu sudah sangat dekat. Seperti Zakharia, Roh Kudus ingin memberi kita visi, kegembiraan, dan keyakinan akan pengetahuan tentang kasih, perlindungan, dan pemeliharaan Allah yang penuh belas kasihan yang Dia tawarkan kepada kita melalui Putra-Nya, Yesus Kristus.

Sebagaimana Yohanes Pembaptis, kita juga dipanggil untuk mempersiapkan jalan menuju Kristus. Hidup adalah sebuah perjalanan dan kita bergerak menuju Tuhan atau menjauh dari Tuhan. Tuhan datang mengunjungi kita setiap hari dengan Firman dan Roh-Nya yang memberi hidup. Setiap orang yang lapar akan Tuhan tidak akan dikecewakan. Dia akan menarik mereka ke diri-Nya sendiri dan menunjukkan kepada mereka cinta dan belas kasihan-Nya. Dengan mengutus Mesias, Allah telah melakukan kunjungan yang murah hati kepada umat-Nya untuk menebus mereka. Dalam pesta Inkarnasi kita merayakan karunia Allah yang murah hati karena Ia mengutus Putra tunggal-Nya untuk menebus kita.

Kita hendaknya bersyukur bahwa kita hidup setelah masa Kristus daripada sebelumnya. Kita telah menerima janji. Kita telah melihat kepenuhan kasih karunia, rahmat dan kasih Allah yang dicurahkan kepada kita dalam Yesus Kristus. Apakah kita menyadari betapa diberkatinya kita yang hidup setelah masa Kristus? Marilah kita berdoa agar Roh Kudus dapat mengilhami kita dan memenuhi hati kita dengan sukacita dan keberanian untuk mewartakan pesan kunjungan dan penebusan Tuhan, serta dapat bersaksi tentang sukacita Injil kepada orang-orang di sekitar kita.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen Universitas Katolik Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Sukarelawan dari organisasi yang tidak mencari keuntungan

Kita berdoa semoga organisasi-organisasi yang tidak mencari keuntungan yang berkomitmen pada perkembangan kemanusiaan dapat menemukan orang-orang yang berdedikasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan tidak mengenal lelah mencari jalan untuk menjalin kerja sama internasional.

Ujud Gereja Indonesia: Memupuk sikap moderat

Kita berdoa, semoga Gereja membangun dan memupuk sikap moderat dan toleran bagi umatnya sendiri, sambil terus waspada terhadap bahaya fundamentalisme dan radikalisme baik yang ada di luar maupun di dalam Gereja sendiri.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s