Jalan Kemuridan KRISTUS, Jalan Kemartiran

Renungan Harian Misioner
Senin, 26 Desember 2022
Pesta St. Stefanus, Martir pertama

Kis. 6:8-10; 7:54-59; Mzm. 31:3a-4,6,8ab,16b,17; Mat. 10:17-22

Kita baru saja merayakan Hari Raya Natal, peringatan atas kelahiran Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia. Suasana sukacita Natal juga masih sangat terasa di sekitar kita. Namun, pada hari ini, Gereja Katolik mengajak kita untuk mengenangkan St. Stefanus, martir pertama. Dan sebagaimana kita ketahui, para martir merupakan orang-orang kudus yang dengan berani menyerahkan nyawa mereka demi iman keyakinan akan Kristus.

Mungkin kita bertanya, mengapa di tengah suasana yang penuh sukacita Natal, sehari setelah merayakan pesta kelahiran Yesus di tengah manusia, Gereja mencantumkan peringatan akan kemartiran? Hal ini mau mengajak kita untuk segara menyadari, bahwa kehadiran Allah di tengah dunia dalam sejarah manusia, tidaklah serta-merta menyuguhkan hal-hal yang menyenangkan. Sejak semula, dalam kisah kelahiran Yesus, kita telah melihat betapa banyak rintangan yang muncul. Bahkan bayi Yesus harus hidup dalam pelarian bersama Yusuf dan Maria karena ancaman dari Raja Herodes.

St. Stefanus menjadi martir dan mati dirajam, justru karena ia begitu teguh memegang imannya. Sebagai pengikut Kristus hendaknya kita sadar betul akan konsekuensi yang kita terima. Injil hari ini mengingatkan kita dengan jelas, bahwa akan ada masa-masa di mana kita akan menghadapi kesulitan, penolakan, dan penderitaan. Namun semoga kita juga sadar bahwa Allah senantiasa menyertai. “Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.”

Yesus yang lahir sebagai manusia disebut Imanuel, Allah beserta kita. Semoga perayaan Natal yang kita rayakan menjadikan kita semakin mantap dan teguh dalam iman akan Kristus. Kendati kita menapaki jalan kemartiran, kita percaya bahwa Allah melalui Roh Kudus-Nya menyertai dan menuntun langkah hidup kita. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Misionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Sukarelawan dari organisasi yang tidak mencari keuntungan

Kita berdoa semoga organisasi-organisasi yang tidak mencari keuntungan yang berkomitmen pada perkembangan kemanusiaan dapat menemukan orang-orang yang berdedikasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan tidak mengenal lelah mencari jalan untuk menjalin kerja sama internasional.

Ujud Gereja Indonesia: Memupuk sikap moderat

Kita berdoa, semoga Gereja membangun dan memupuk sikap moderat dan toleran bagi umatnya sendiri, sambil terus waspada terhadap bahaya fundamentalisme dan radikalisme baik yang ada di luar maupun di dalam Gereja sendiri.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s