Solidaritas dan Kepedulian Antar Keluarga ala Kana

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 7 Januari 2023
P. S. Raimundus dr Penyafort

1Yoh. 5:14-21; Mzm. 149:1-2,3-4,5,6a,9b; Yoh. 2:1-12

Mengakhiri pekan pertama dalam Tahun Baru 2023 ini, Firman Tuhan mengarahkan kepada kita satu tema yang istimewa, yakni SOLIDARITAS & KEPEDULIAN ANTAR KELUARGA yang terjadi pada even Pernikahan di Kota Kana. Solidaritas & Kepeduliaan itu dimulai oleh “Keluarga Allah” yang kemudian menjadi dasar untuk “Solitaritas Antar Keluarga di antara manusia”. Di dalam even Pernikahan di Kota Kana itu, kita menjumpai (a) Keluarga Kedua Mempelai, (b) Keluarga Kudus Nazaret yang diwakili oleh Yesus dan Bunda Maria minus Santo Yosef, serta (c) Gereja atau Keluarga Umat Allah yang dalam hal ini adalah Yesus bersama dengan para murid-Nya. Selain itu, tentu saja (d) Keluarga Umat Manusia lainnya yang diwakili oleh para tamu undangan, dan (e) Event Organizer bersama para pelayan. Mari kita lihat bagaimana solidaritas dan kepedulian antar keluarga ini terjadi, dan apa pesannya untuk kita, yang adalah Gereja atau Keluarga.

Berasal dan berawal dari Allah

Tentang Solidaritas & Kepedulian Antar Keluarga ini, dapat kita katakan “berasal dan berawal dari Allah.” Solidaritas dan Kepedulian dari Allah ini muncul dalam bentuk: ‘mengabulkan doa-doa umat-Nya serta memberikan apa yang diminta oleh umat-Nya itu’ (1Yohanes 5:14-15). Selain itu, wujud solidaritas dan kepedulian dari Allah juga muncul dalam tindakan-Nya ‘mengampuni dosa dan memberikan hidup kepada pendosa yang bertobat dan memohon ampun pada-Nya’ (1Yohanes 5:16). Lebih lanjut, Tuhan Allah juga memberikan status ‘adopsi ilahi, di mana manusia yang hidup sesuai dengan Firman-Nya dijadikan sebagai anak-anak-Nya atau istilah Rasul Yohanes “lahir dari Allah, dengan kemampuan untuk bebas dari dosa karena perlidungan Allah, yang terjadi melalui atau dengan perantaraan Yesus Kristus, Anak Allah”’ (1Yohanes 5:17-21).

Dasar untuk Solidaritas & Kepedulian antar keluarga manusia

Pada even Pesta Nikah di Kana, kita menyaksikan bahwa orang-orang percaya, yang telah lahir dari Allah dan hidup menurut Firman-Nya ini, menunjukkan solidaritas dan kepedulian satu sama lain. Demikian, ketika tuan rumah yang menikahkan anaknya mulai kehabisan anggur, inisiatif untuk mencari solusi atas persoalan itu datang dari Bunda Maria, yang hadir sebagai bagian dari Keluarga Kudus Nazaret (Yohanes 2:1-5). Sekalipun tanpa diminta oleh tuan-rumah, Bunda Maria mengajak keluarga yang menyelenggarakan hajatan pernikahan itu untuk berpaling kepada Yesus, Kepala Gereja atau keluarga umat Allah, untuk mendapatkan pertolongan. Bunda Maria, yang tahu bahwa Yesus, Putra-Nya tidak akan tinggal diam membiarkan persoalan itu mempengaruhi keluarga yang berpesta itu, juga mengikutsertakan para pelayan dan akhirnya juga event-organizer dari Pesta Nikah di kota Kana tersebut, yang menjadi saksi yang meneguhkan tentang perubahan air menjadi anggur itu setelah dia meminumnya (Yohanes 2:6-8).

Pesan-pesan kepada keluarga melalui event-organizer

Setelah meminum dan merasakan air yang telah diubah Yesus menjadi anggur tersebut, event-organizer dari pesta pernikahan tersebut lalu berkata kepada mempelai laki-laki, “…setiap orang menghidangkan anggur yang baik dulu, dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik. Akan tetapi, engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang” (Yohanes 2:9-10).

Kata-kata dari event-organizer pesta pernikahan ini, menegaskan dua hal. Pertama: menegaskan tradisi atau kebiasaan minum dalam pesta, yaitu menghidangkan anggur yang baik dahulu. Dan sesudah orang sudah puas minum, dalam arti ‘mulai mabuk dan tidak lagi bisa membedakan kualitas anggur yang dihidangkan, barulah anggur yang kurang baik dihidangkan’ (Yohanes 2:9). Kebiasaan seperti ini sudah merupakan tradisi, namun ini bukanlah pesan kepada keluarga-keluarga yang menikah dalam Kristus dan dalam Gereja-Nya! Kedua: pesan khusus dari Tuhan kepada siapapun yang menikah (= mendirikan keluarga) di dalam Gereja-Nya, adalah bagian kedua dari kata-kata event-organizer itu, “Akan tetapi, engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang” (Yohanes 2:10).

Melalui ayat Injil Yohanes 2:9-10, terlihat bahwa apa yang dihidangkan dalam pesta-pesta pernikahan adalah anggur yang baik sebagai pendahuluan, dan setelah orang-orang mabuk, baru menyusul anggur yang kurang baik. Teks ini mengandung dua pesan, bahwa pasangan suami-isteri yang menikah di dalam Kristus, harus tetap saling memberikan hal-hal yang terbaik dari dirinya, satu kepada yang lain. Pasangan suami-isteri yang menikah di dalam Gereja Kristus, harus dapat lepas dari tradisi, untuk memberikan hal-hal (anggur!) yang kurang baik! Mereka dimateraikan untuk (a) menyimpan, dan kemudian (b) saling memberikan anggur yang baik, dari awal hingga akhir pernikahan mereka. Demikian: semoga keluarga-keluarga Umat Allah di dalam Gereja kita, yang satu – kudus – Katolik – dan apostolik ini, saling memberikan diri satu sama lain ‘hanya hal-hal yang baik, sepanjang hidup pernikahan mereka.’ Beginilah solidaritas dan kepedulian antar keluarga, yang kita saksikan dari pesta nikah di Kana itu. Amin (RMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal:Para pendidik – Kita berdoa untuk para pendidik, semoga mereka menjadi saksi yang dapat dipercaya, mengajarkan persaudaraan daripada kompetisi dan membantu mereka yang paling muda dan rentan.

Ujud Gereja Indonesia:Optimisme dan harapan – Kita berdoa, semoga tahun baru menjadi saat rahmat, yang mendorong kita untuk optimis, percaya dan berharap, bahwa Roh Tuhan akan menuntun dan membuka mata kita untuk bisa melihat kesempatan, peluang dan jalan keluar dalam pelbagai kesulitan, masalah dan tantangan yang harus kita hadapi.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s