Berjalan Bersama: Bersahabat, Terlibat, Menjadi Berkat!

Renungan Harian Misioner
Minggu, 08 Januari 2023
Hari Anak Misioner Sedunia ke-180
Hari Raya Penampakan Tuhan

Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef. 3:2-3a, 5-6; Mat. 2:1-12

Sahabat misioner terkasih,

Masih dalam suasana Natal dan Tahun Baru, kita merayakan Hari Anak Misioner ke-180 sekaligus Hari Raya Penampakan Tuhan. Dalam perayaan ekaristi hari Minggu ini, bacaan Injil (Mat. 2:1-12) menampilkan kisah perjalanan orang-orang Majus dari Timur ke Bethlehem untuk datang menyembah bayi Yesus.

Orang-orang Majus dari Timur itu dituntun oleh bintang melewati Yerusalem, berjumpa dengan raja Herodes, dan akhirnya sampai ke Bethlehem tempat Yesus dilahirkan. Mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus. Sukacita memenuhi hati orang-orang Majus itu setelah berjumpa dengan Yesus. Mereka kemudian pulang ke negerinya melalui jalan lain seperti ditunjukkan Tuhan melalui mimpi supaya mereka tidak kembali kepada Herodes, si raja kejam dan culas. Mereka melewati tantangan, hambatan, dan kesulitan dalam perjalanan mencari Yesus, dan setelah berjumpa dengan-Nya mereka pun berani menempuh jalan baru yang belum tentu lebih mudah dari sebelumnya.

Jalan lain atau jalan baru yang ditempuh oleh para Majus dari Timur itu bisa dimaknai bahwa perjumpaan dengan Yesus akan membawa orang pada hidup baru. Sesudah berjumpa dengan Yesus, orang tidak lagi menjalani hidup dengan cara lama, melainkan dengan cara yang baru. Ia akan menjadi manusia baru. Natal, pesta Epifani sekaligus perayaan Hari Anak Misioner ini juga mengajak kita untuk menemukan jalan baru dan kreatif dalam mewartakan kasih Allah kepada sesama dan semua makhluk ciptaan.

Orang-orang Majus dari Timur berjalan bersama-sama dalam upaya mencari bayi Yesus. Hal ini mengajak kita untuk berjalan bersama juga dalam menemukan kehendak Yesus Sang Imanuel, “Allah beserta kita”. Kita diundang untuk berjalan bersama mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Kasih-Nya di dalam keluarga kita masing-masing, di masyarakat, dan lingkungan pergaulan maupun medan kerja kita. Dengan berjalan bersama, kita menjalin persahabatan, saling terlibat dalam kebaikan, untuk menjadi berkat bagi semakin banyak orang. Dengan berjalan bersama, kita mampu menghadapi berbagai macam tantangan dan kesulitan di tengah-tengah dinamika hidup harian kita. Dengan berjalan bersama, kita mampu untuk membangun kehidupan yang terpuruk karena aneka gangguan dan hambatan. Dengan berjalan bersama, kita membangun peradaban kasih di tengah menguatnya tindak kekerasan, kita merajut kerukunan di tengah masyarakat yang berbeda-beda. Dengan berjalan bersama, kita kembangkan budaya damai dan bersaudara.

Sahabat misioner terkasih,

Kita bisa mewartakan dan menghadirkan kasih Allah melalui kesediaan kita untuk menjadi sahabat dan terlibat dalam kebaikan bagi saudara-saudari yang sedang menderita dan berkekurangan. Pada Hari Anak Misioner yang pestanya kita rayakan bersamaan dengan Hari Raya Penampakan Tuhan ini, kita bisa belajar dari anak-anak misioner (SEKAMI): memberikan hati untuk bersahabat dan mengulurkan tangan untuk terlibat, dalam semangat “children helping children” dan gerakan Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian (2D2K). Terinspirasi oleh semangat dan gerakan 2D2K tersebut, kita bersama-sama dapat menumbuhkan harapan dan semangat untuk kembali melangkah dan berjuang meraih mimpi-mimpi yang telah hilang. Semangat Children helping children dan gerakan 2D2K merupakan jalan kasih yang perlu kita tempuh saat ini sebagai jalan baru untuk menghadirkan Kerajaan Kasih Tuhan.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal:Para pendidik – Kita berdoa untuk para pendidik, semoga mereka menjadi saksi yang dapat dipercaya, mengajarkan persaudaraan daripada kompetisi dan membantu mereka yang paling muda dan rentan.

Ujud Gereja Indonesia:Optimisme dan harapan – Kita berdoa, semoga tahun baru menjadi saat rahmat, yang mendorong kita untuk optimis, percaya dan berharap, bahwa Roh Tuhan akan menuntun dan membuka mata kita untuk bisa melihat kesempatan, peluang dan jalan keluar dalam pelbagai kesulitan, masalah dan tantangan yang harus kita hadapi.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s