Kasih TUHAN Yang Mengistimewakan

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa II, 19 Januari 2023
P. S. Marius

Ibr. 7:25 – 8:6; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17; Mrk. 3:7-12

Misi: Menjadi pengikut Kristus yang menyerahkan diri kepada Tuhan, sembari membuka diri kepada setiap orang yang sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Para sahabat  misioner yang terkasih. Kita telah memasuki Pekan Doa Sedunia hari kedua dalam kisah berjalan bersama dan  keterlibatan aktif. Selama Pekan Doa sedunia ini, kita diminta oleh sabda Tuhan untuk menyadari diri sebagai pribadi yang dipanggil menjadi kaum yang istimewa. Lebih dari itu kita diundang untuk membangun semangat kerendahan hati dan keramahan ketika berhadapan dengan  sesama saudara kita yang dikepung berbagai persoalan hidup.

Dalam bacaan pertama hari ini, Rasul Paulus menegaskan agar komunitas Ibrani menyadari diri sebagai orang yang dipanggil menjadi jemaat yang istimewa. Rasul Paulus mengantar mereka untuk mengenal dan menerima Yesus sebagai Imam Agung yang saleh tanpa noda dosa dan yang bertakhta di sebelah kanan Yang Mahabesar di Surga.

Rasul Paulus menyampaikan pengajarannya bahwa Yesus sungguh berbeda dengan Imam Agung yang lain, karena Ia bukan mempersembahkan kurban untuk dosa-Nya sendiri dan dosa umat-Nya, melainkan Ia menjadi Kurban dan mempersembahkan kurban demi keselamatan manusia. Yesus tampil sebagai Kurban utama sekaligus sebagai Pengantara yang mempertemukan manusia yang berdosa dengan Allah.

Sementara dalam Bacaan Injil hari ini Yesus pun melihat semua orang yang sedang mencari Dia sambil membawa persoalan hidup mereka sebagai kaum yang sungguh istimewa. Yesus memberi perhatian penuh kepada begitu banyak orang yang sedang mencari dia. Tindakan penyembuhan diberikan Yesus kepada semua penderita penyakit dan mereka yang dikuasai oleh roh-roh jahat. Dalam karya-Nya yang membuahkan mukjizat Yesus tidak menyombongkan diri melainkan tampil sebagai Pribadi yang ramah, rendah hati, dan terbuka kepada setiap orang yang sedang mencari pertolongan.

Sesama sahabat misioner yang terkasih. Seruan Rasul Paulus kepada komunitas beriman di Ibrani mengajak kita juga untuk mengakui Yesus sebagai Korban, Kurban dan Persembahan, sekaligus Imam Agung yang tanpa dosa. Yesus tampil sebagai Korban pepulih dosa kita. Ia menjadi Kurban dan Persembahan tanpa noda untuk membersihkan kita dari dosa-dosa kita dan mematerai kita sebagai orang-orang yang istimewa di hadapan Allah. Yesus pun tampil sebagai Pengantara yang mendamaikan kita dengan Allah melalui Korban salib-Nya yang merupakan ciri khas utama dan unggul sebagai Imam Agung tanpa cela dan noda. Maka sebagai pengikut Kristus yang telah ditebus, hendaknya kita memberi diri kepada Allah melalui Kristus.

Sesama sahabat misioner yang terkasih. Jika kita menyadari bahwa Kristus telah mengistimewakan kita melalui Kurban salib-Nya maka tindakan serta tanggung jawab iman yang perlu kita tunjukkan adalah bersedia membuka diri untuk menolong dan meringankan persoalan dan beban sesama. Inilah wujud tindakan iman yang menjadikan kita sebagai kaum beriman yang mengabdi kepada Allah.

Sesama sahabat misioner yang terkasih. Pada hari Kedua Pekan Doa Sedunia ini, Yesus mengundang kita untuk melakukan tindakan iman yang memiliki semangat sinodalitas yakni berjalan bersama dengan saudara-saudari kita yang ditimpa berbagai penderitaan dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan kejahatan. Wujud doa kita harus terbaca secara jelas melalui partisipasi aktif, terbuka, ramah dan rendah hati, untuk bergerak menuju  sesama tanpa membeda-bedakan, membawa mereka berjumpa dengan Tuhan agar terbebaskan dari derita dan duka mereka. AMIN.

 (RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal:Para pendidik – Kita berdoa untuk para pendidik, semoga mereka menjadi saksi yang dapat dipercaya, mengajarkan persaudaraan daripada kompetisi dan membantu mereka yang paling muda dan rentan.

Ujud Gereja Indonesia:Optimisme dan harapan – Kita berdoa, semoga tahun baru menjadi saat rahmat, yang mendorong kita untuk optimis, percaya dan berharap, bahwa Roh Tuhan akan menuntun dan membuka mata kita untuk bisa melihat kesempatan, peluang dan jalan keluar dalam pelbagai kesulitan, masalah dan tantangan yang harus kita hadapi.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s