Orang-Orang Benar Meredakan Murka ALLAH

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Prapaskah IV, 23 Maret 2023
P. S. Turibius dr Mogrovejo

Kel. 32:7-14; Mzm. 106:19-20,21-22,23; Yoh. 5:31-47

Dalam menulis renungan di media ini, biasanya saya mendasarkan renungan pada bacaan Injil. Kali ini saya lebih tertarik merenungkan bacaan pertama yang menampakkan kerahiman Allah yang begitu besar. Diceritakan dalam bacaan itu, yang diambil dari Keluaran 32:7-14, Allah sangat kecewa dengan bangsa Israel yang membuat patung anak lembu dan kepadanya mereka sujud menyembah serta mempersembahkan korban. Oleh sebab itu bangkitlah murka Allah dan hendak membinasakan bangsa Israel. Firman Allah kepada Musa, “Telah Kulihat bangsa ini, dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk! Oleh sebab itu, biarkanlah murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka.” Mendengar kata-kata itu, Musa berusaha meredakan murka Allah. Di akhir kutipan, ditulis, “Dan menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.”

Kisah dalam bacaan ini menunjukkan kepada kita hati Allah yang sesungguhnya. Allah kecewa bahkan – dikatakan dalam bacaan ini – Allah sampai murka ketika melihat umat-Nya yang melakukan dosa besar. Dalam murka-Nya itu, Ia merencanakan untuk membinasakan mereka. Tetapi murka Allah mereda saat Musa memohon dengan rendah hati supaya Allah tidak melaksanakan rencana-Nya yang hendak membinasakan bangsa Israel itu.

Apa pesan sabda Tuhan ini bagi kita yang hidup di zaman ini? Kejahatan manusia zaman ini tidak kalah besarnya dengan kejahatan bangsa Israel seperti dikisahkan dalam bacaan tadi. Orang-orang zaman ini banyak juga yang menyembah berhala seperti orang-orang Israel pada waktu itu. Hanya bentuk berhalanya yang berbeda. Kalau pada zaman itu orang Israel menyembah patung lembu tuangan, berhala-berhala zaman ini wujudnya bisa bermacam-macam. Ada orang yang tidak lagi mau menyembah Allah karena mereka lebih mengagung-agungkan rasio atau akal budi (kaum atheis dan agnostik). Berhala mereka adalah rasio/akal budi. Ada orang yang tidak mau mengindahkan perintah Allah sebagaimana diwahyukan dalam Kitab Suci karena mereka hanya mencari kenikmatan duniawi (kaum hedonis). Berhala mereka bisa berupa barang-barang atau orang-orang yang bisa memberi kenikmatan duniawi.

Dalam situasi dunia yang semacam ini dibutuhkan banyak “Musa-Musa” yang tekun berdoa untuk meredakan murka Allah. Apakah Anda mau menjadi bagian dalam kelompok ini? Untuk menyakinkan lagi bahwa doa orang benar bisa meredakan murka Allah silahkan dibaca Kitab Kejadian 18:16-33. Dikatakan dalam ayat 32, kalau ada sepuluh orang benar saja, Tuhan tidak akan memusnahkan kota Sodom dan Gomora. Mari kita menjadi bagian sepuluh orang itu, agar Tuhan tidak menusnahkan bangsa dan kota-kota kita.

(RP. Yakobus Sriyatmoko, SX – Magister Novis Serikat Xaverian di Wisma Xaverian Bintaro, Tangerang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal:Para korban pelecehan – Kita berdoa untuk mereka yang menjadi korban tindak pelecehan kekerasan oleh anggota-anggota Gereja, semoga mereka mendapatkan bantuan konkret dari dalam Gereja sendiri atas kesakitan dan penderitaannya.

Ujud Gereja Indonesia: Menggereja dengan perjumpaan – Kita berdoa, semoga warga gereja bangkit untuk hadir dan aktif secara fisik dalam ibadat-ibadat gerejani dan perayaan Ekaristi, sehingga hidup menggereja dapat dihayati sebagai perjumpaan, kehadiran, dan persaudaraan sosial yang nyata.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s