Keberanian Bersaksi Membuahkan Sukacita yang Permanen

Renungan Harian Misioner
Hari Jumat Pekan Paskah VI, 19 Mei 2023
P. S. Petrus Salestinus

Kis. 18:9-18; Mzm. 47:2-3,4-5,6-7; Yoh. 16:20-23a

Misi: Menanamkan dan menumbuhkan keberanian bersaksi tentang Kristus di tengah hambatan yang mengganas, akan berujung pada perolehan sukacita yang pasti dan permanen.

Sesama sahabat misioner yang terkasih, penggalian pengalaman rohani kita kian dalam, kian menggugat dan menguji militansi dan pengharapan iman kita sebagai para pengikut Kristus. Hari ini, Kisah Para Rasul bercerita tentang Tuhan memberanikan Paulus dan memberi jaminan agar Paulus jangan takut dan jangan berhenti bersaksi kendati pun di tengah hambatan yang mengganas. Tuhan sendiri memberi jaminan dengan suatu pernyataan yang tegas: “Jangan takut! Teruslah memberitakan Firman, jangan diam”. Jaminan Tuhan semakin dipertajam dengan penegasan: “Sebab Aku sendirilah yang akan  menyertai engkau, dan tidak seorang pun akan menyentuh dan menganiaya engkau”. Paulus harus berani bersaksi sekali pun perlawanan dari barisan Yahudi kian mengalir deras.

Rupanya jaminan Tuhan itu terjawab lewat Injil Suci menurut Yohanes yang kita dengar hari ini. Yesus dalam amanat perpisahan-Nya mengingatkan para Murid-Nya  bahwa mereka akan meratapi kepergiaan-Nya, sementara dunia akan bersukacita.  Namun pada saatnya nanti, para Murid-Nya akan bergembira dan kegembiraan mereka akan tetap, sebab tidak ada seorang pun akan merampas sukacita itu dari mereka. Pernyataan Yesus ini merupakan suatu jaminan serta kepastian iman yang harus dimiliki para Murid-Nya.

Sesama sahabat misioner yang terkasih, panggilan kemuridan kita adalah panggilan yang bernyala dengan api keberanian untuk mewartakan Firman Tuhan, serta bercerita tentang Kristus Sang Pemberi Sukacita sejati. Gelora api keberanian itu  bukan sekadar berani tanpa argumentasi iman yang kuat. Sebagai pengikut Kristus, keberanian menjalankan kewajiban iman kita tentu bertolak juga dari jamiman Tuhan kepada Paulus sang Rasul pasca Kebangkitan Tuhan. Jaminan yang sama telah dilekatkan Kristus pada kita agar kita tidak tinggal diam dan takut untuk mewartakan Firman Tuhan yang berisikan pesan keselamatan dan kehidupan.

Sebagai pengikut Kristus, adalah pasti bahwa kita akan berhadapan dengan berbagai hambatan bahkan perlawanan yang mengancam. Pada ruang  dan kesempatan demikian, Tuhan menegaskan dan mengulang kembali jaminan-Nya bagi kita, dan kita semestinya tanpa henti membuka telinga mistik kita untuk mendengar kata-kata Tuhan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan Firman dan jangan tinggal diam. Sebab Aku akan menyertai engkau, dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau…”

Jaminan Tuhan ini sudah semestinya menjadi pangkal militansi iman kita dan ruang bebas bagi kita untuk tidak ciut nyali serta padam api keberanian untuk bersaksi di tengah gelombang tantangan yang mengancam.

Sesama sahabat misioner yang terkasih, Yesus mengingatkan kita bahwa sebagai pengikut-Nya kita akan meratap di tengah olokan dunia. Namun dukacita kita akan berubah menjadi sukacita yang tak berkesudahan, ratapan kita akan berganti menjadi kegembiraan yang tidak akan lenyap, karena Tuhan akan menemui kita, dan tinggal bersama kita. Maka tata laku iman yang sepantasnya adalah bertekun untuk bertahan di tengah derasnya arus persoalan dan tantangan hidup, seraya berani mengubah setiap tantangan menjadi peluang dan kesempatan untuk bersaksi sebagai anggota Gereja yang menemukan berkat di tengah penderitaan.

Mari kita meletakkan pergumulan iman kita pada jaminan Tuhan yang tidak pernah akan membiarkan kita dikuasai  kejahatan dunia. Militansi iman kita akan membawa kita pada kepastian iman, kebanggaan iman serta sukacita iman. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Gerakan-gerakan dan Kelompok-kelompok Gerejawi – Kita berdoa semoga gerakan-gerakan dan kelompok-kelompok Gerejawi menemukan kembali misi evangelisasi mereka setiap hari, dan menempatkan karisma mereka pada setiap pelayanan bagi mereka yang membutuhkan di dunia ini.

Ujud Gereja Indonesia: Kebijaksanaan Maria – Kita berdoa, semoga para ibu dan kaum perempuan bersedia meneladan Bunda Maria, sehingga mereka menjadi sabar dan bijaksana, rela berkorban dan percaya bahwa karena pertolongan Tuhan, apa yang tidak mungkin menjadi mungkin terjadi bagi kehidupan anak-anak dan lingkungannya.

 Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s