Bertekun Dalam Iman, Kuat Dalam Cobaan

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Paskah VII, 24 Mei 2023
P. S. Yoana

Kis. 20:28-38; Mzm. 68:29-30,33-35a,35b-36c; Yoh. 17:11b-19

Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. (Yohanes 17:11b)

Bacaan injil hari ini mengisahkan tentang doa Yesus bagi para murid-Nya saat Perjamuan Malam Terakhir. Yesus memohon kepada Bapa-Nya agar selalu memelihara para murid seperti Dia sendiri telah begitu mengasihi para murid-Nya. Yesus ingin memastikan bahwa para murid selalu berada dalam keadaan “berahmat” dan tidak gentar dalam segala bentuk pencobaan. Alasan di balik doa Yesus ini disebutkan dengan baik dalam bacaan pertama.

Setelah kepergian Yesus, para murid mengalami masa-masa yang berat. Paulus, saat perpisahannya dengan jemaat di Efesus memberi pesan agar jemaat di Efesus tetap kompak sebagai kawanan karena akan banyak cobaan yang menghampiri mereka. Cobaan yang dimaksud Paulus ini bisa kita kelompokkan ke dalam dua kategori: pertama adalah cobaan fisik yang digambarkan sebagai serigala-serigala ganas, yaitu adanya penganiayaan, penderitaan, dan berbagai penolakan; kedua adalah bencana moril, yaitu munculnya nabi palsu yang mengatasnamakan Yesus.

Bagaimana cara bertahan dalam pencobaan dan tantangan yang akan datang itu? Paulus mengatakan bahwa mereka harus tetap mengandalkan Kristus dalam setiap sendi kehidupan dan tetap berkerja untuk bisa menghidupi diri sendiri. Paulus secara jelas menyatakan bahwa dia pun bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Pekerjaan Paulus adalah memberitakan Injil, namun dia tidak pernah mau menyusahkan jemaat tempat dia melaksanakan pewartaannya. Dikatakan bahwa selain pergi mewartakan Injil, Paulus juga melakukan beberapa pekerjaan untuk bisa bertahan hidup. Salah satunya adalah menjadi tukang pembuat tenda. Dengan membuat tenda, Paulus bisa menghidupi dirinya sendiri dalam setiap perjalanan misinya. Semua berjalan dengan baik dan kehidupan Paulus sepertinya tercukupi. Semua ini bagi Paulus karena dia telah menempatkan Kristus di atas segalanya dan tidak gentar terhadap apa pun itu karena ada Kristus dalam hidupnya.

Bertekun dalam iman dan kuat dalam menghadapai berbagai cobaan dapat menjadi salah satu sarana dalam pewartaan sabda Allah. Dengan cara itu juga, kita menunjukkan kepada dunia bahwa hidup beriman orang Katolik bersifat permanen dan bertahan selama masih hidup di dunia. Sabda Yesus hari ini dan bacaan yang direnungkan mengajak kita untuk semakin beriman dalam setiap momen hidup kita. Saat mengalami pencobaan dan penderitaan, sebagai orang Katolik, kita diharapkan untuk tidak mudah goyah dan mengandalkan Kristus. Pilihan yang tidak boleh dilakukan adalah lari dari pencobaan lalu memilih jalan lain selain Kristus. Dengan bertekun dalam iman selama masa pencobaan dan penderitaan sampai pada kedatangan Yesus lagi, kita telah mempersiapkan diri untuk diselamatkan. Mari mempersiapkan diri, sebelum saat itu datang. Amin.

Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Gerakan-gerakan dan Kelompok-kelompok Gerejawi – Kita berdoa semoga gerakan-gerakan dan kelompok-kelompok Gerejawi menemukan kembali misi evangelisasi mereka setiap hari, dan menempatkan karisma mereka pada setiap pelayanan bagi mereka yang membutuhkan di dunia ini.

Ujud Gereja Indonesia: Kebijaksanaan Maria – Kita berdoa, semoga para ibu dan kaum perempuan bersedia meneladan Bunda Maria, sehingga mereka menjadi sabar dan bijaksana, rela berkorban dan percaya bahwa karena pertolongan Tuhan, apa yang tidak mungkin menjadi mungkin terjadi bagi kehidupan anak-anak dan lingkungannya.

 Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s