Renungan Harian Misioner
Senin, 08 Juli 2024
P. S. Prokopius
Hos. 2:13,14b-15,18-19; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 9:18-26
Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom! Dari semula, Tuhan Allah kita selalu dan selamanya adalah Allah yang “pengasih & penyayang.” Namun tidak semua orang dapat mengalami “kasih sayang Tuhan Allah” ini. Nah, orang-orang seperti apakah yang (a) dapat mengalami kasih sayang Tuhan Allah, dan (b) orang-orang seperti apa yang tidak layak untuk mengalami kasih sayang Tuhan Allah kita ini? Mari temukan jawaban atas pertanyaan ini dalam bacaan-bacaan Firman Tuhan hari-hari ini!
Mengingatkan kesalahan – mengundang kepada pertobatan!
Kasih sayang Tuhan Allah muncul antara lain dalam bentuk peringatan kepada umat-Nya. Melalui nabi-Nya, Allah mengirim pesan peringatan ini kepada Israel, bahwa mereka telah berdosa melawan Tuhan Allah dan harus bertobat untuk dapat kembali lagi kepada-Nya. Demikian, melalui Nabi Hosea, kita membaca pesan peringatan ini, “Firman-Nya kepadaku: ‘Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga. Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Dan baik mereka mendengarkan atau tidak — sebab mereka adalah kaum pemberontak — mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka’” (Yeh. 2:3-5).
Selanjutnya, melalui Nabi Hosea, Tuhan Allah menunjukkan kasih sayang-Nya dengan mengundang Israel untuk bertobat dan kembali ke dalam relasi yang taat-setia kepada-Nya, “… sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir. Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku! Aku akan menjadikan engkau istri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau istri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau istri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN” (Hos. 2: 13.14b-15. 18-19).
Tanggapan Manusia: Selamat atau Tidak selamat?
Tanggapan terhadap wujud kasih sayang Allah yang mengetahui bahwa umat-Nya telah berdosa dan meninggalkan Diri-Nya, kemudian mengutus nabi-Nya untuk mengingatkan serta mengundang umat itu untuk kembali kepada-Nya, inilah yang akan menentukan manusia itu apakah dia akan selamat atau tidak selamat. Yang tidak selamat adalah yang berkeras hati untuk tetap hidup dalam dosa dan kejahatannya. Sementara yang membuka hati untuk menerima undangan Tuhan Allah itu lalu bertobat dan kembali kepada-Nya, itulah orang-orang yang akan mewarisi keselamatan yang Tuhan kerjakan bagi mereka.
Para pewaris kasih sayang Tuhan Allah: siapakah mereka?
Siapa saja yang termasuk dalam orang-orang yang berbahagia untuk berdamai dengan Allah lewat pertobatan dan pembaruan hidup ini, untuk selanjutnya menjadi pewaris kasih sayang Tuhan?
Bacaan Firman Tuhan pada HMB XIV kemarin, menghadirkan Pemazmur yang terus berupaya untuk ada dalam hubungan yang tetap dengan Allah, yang matanya tetap tertuju kepada Tuhan hingga kasih sayang Tuhan Allah itu dicurahkan kepadanya (Mzm. 123:1-4). Mengapa Pemazmur berjuang untuk tetap terhubung dengan Allah? Kita menemukan jawabannya dalam Mazmur Tanggapan hari ini, yakni bahwa Allah itu sejatinya adalah pengasih dan penyayang (Mzm. 145:2-9).
Menyadari bahwa Tuhan Allah itu adalah Allah yang pengasih dan penyayang inilah, maka Pemazmur berjuang untuk tetap mengarahkan hati dan hidupnya, pikiran dan tindakannya kepada Tuhan! Rasul Paulus dalam Surat kepada jemaat di Korintus, juga termasuk tokoh iman yang mengambil keputusan untuk tetap terhubung dengan Tuhan, terutama di dalam situasi hidup yang sulit, supaya “di dalam kelemahannya, kuasa dan kekuatan Allah bekerja dalam dirinya” (2Kor. 12:10).
Bacaan Injil menghadirkan dua tipe orang yang menutup diri lalu kehilangan kesempatan untuk mengalami kasih sayang Tuhan, dan orang yang membuka hati dan menaruh harapannya pada Yesus, dan dengan itu bergembira untuk mengalami kasih sayang Tuhan itu bekerja di dalam hidupnya. Orang-orang sekampung halaman Yesus, termasuk tipe orang-orang yang menolak Yesus, karena itu mereka tidak dapat mengalami kasih sayang Tuhan yang dikerjakan dengan perantaraan-Nya (Mrk. 6:1-6b).
Contoh orang yang diperkenankan mengalami kasih sayang Tuhan adalah kepala rumah ibadat dalam Bacaan Injil hari ini (Mat. 9:18-26). Tidak semua pemimpin atau kepala rumah ibadat melakukan hal yang diceriterakan di dalam Injil ini. Banyak yang berpihak pada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang menolak Yesus. Namun, kepala rumah ibadat yang satu ini menaruh harapannya kepada Yesus, dan ketika anak perempuannya meninggal, ia membawa kasusnya kepada Yesus dan memohon belas-kasih-Nya, dan anaknya disembuhkan.
Begitu juga seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita sakit. Dengan penuh iman, ia mendekati Yesus dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan kuasa Yesus langsung bekerja menyembuhkan perempuan ini. Begitulah ketika orang memutuskan untuk menghubungkan diri dengan Yesus, maka kuasa-Nya akan bekerja untuk menolong, memberi kesembuhan dan memperbarui kehidupan. Kiranya semua yang pembaca Ren-Har KKI ini termasuk dalam kelompok orang dengan tipe seperti Pemazmur, Paulus, kepala rumah ibadat, dan perempuan yang disembuhkan Yesus itu. Semoga kita tetap terhubung dengan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, apapun situasi yang kita hadapi. Amin!
(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Amin
