Do Not Fight Evil With Evil!

Missionary Weekly Reflection Sunday, 23 February 2020 Lev. 19:1-2,17-18; Ps. 103:1-2,3-4,8,10,12-13; 1Cor. 3:16-23; Mat. 5:38-48 With 6 antithesis (formula: "You have heard... but I say to you...) in Matt. 5: 21-48, Jesus showed us how He fulfilled the Law, which means: He interprets the commandments of the Law according to its original purpose: the will … Lanjutkan membaca Do Not Fight Evil With Evil!

Jangan Melawan Kejahatan dengan Kejahatan!

Renungan Harian Misioner Minggu, 23 Februari 2020 Im. 19:1-2,17-18; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10,12-13; 1Kor. 3:16-23; Mat. 5:38-48 Dengan 6 antitesis (rumusan: “kamu telah mendengar…tetapi Aku berkata kepadamu…) dalam Mat. 5:21-48, Yesus memperlihatkan bagaimana Ia menggenapi Hukum Taurat. Artinya: Ia menafsirkan perintah-perintah Taurat sesuai dengan maksud aslinya, yang menjadi kehendak Allah, Bapa-Nya. Antitesis yang kelima dan keenam dalam … Lanjutkan membaca Jangan Melawan Kejahatan dengan Kejahatan!

Pesta Tahta Santo Petrus

Petrus adalah pemimpin para rasul dan Paus kita yang pertama. Nama asli rasul besar ini adalah Simon, tetapi Yesus mengubahnya menjadi Petrus, yang artinya batu karang, yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus. “Engkaulah Petrus,” kata Yesus, “Dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku.” Petrus adalah seorang sederhana yang … Lanjutkan membaca Pesta Tahta Santo Petrus

“Saksi Kristus”: Bukan karena Hebatku

Renungan Harian Misioner Sabtu, 22 Februari 2020 Pesta Tahta St. Petrus 1Ptr. 5:1-4; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 16:13-19 Kita, sebagai umat Kristus, juga menjadi bagian dari Paguyuban Umat Beriman (Gereja), yang sejak awal dilayani oleh para Rasul Kristus dan/atau orang-orang yang dipercaya oleh mereka itu. Para Rasul maupun murid-murid utamanya melayani umat, bukan karena keperkasaan atau … Lanjutkan membaca “Saksi Kristus”: Bukan karena Hebatku

Tiga Langkah untuk Mempelajari Siapa Yesus Sesungguhnya

Dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi, 20 Februari 2020, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mendesak umat yang hadir untuk melakukan segala yang diperlukan untuk sungguh mengenal Yesus. Beliau berkaca pada dua pertanyaan yang terdapat dalam Bacaan Injil liturgi hari itu (Mrk. 8:27-33): "Kata orang, siapakah Aku ini?" dan "Tetapi apa katamu, siapakah … Lanjutkan membaca Tiga Langkah untuk Mempelajari Siapa Yesus Sesungguhnya

Kupanggul “Salib” – Bangga Jadi Murid Yesus

Renungan Harian Misioner Jumat, 20 Februari 2020 P. S. Petrus Damiani Yak. 2:14-24,26; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Mrk. 8:34 – 9:1 Kitab Suci tidak hanya berbicara tentang Yesus dan para murid, melainkan juga tentang situasi Gereja perdana. Penginjil Markus hidup pada zaman di mana para rasul sudah semakin tua dan Gereja perdana mengalami berbagai tekanan baik dari … Lanjutkan membaca Kupanggul “Salib” – Bangga Jadi Murid Yesus

Bagaimana agar Manusia Mengenali Dirinya dan Dunianya?

Paus Fransiskus: Pendidikan memiliki kekuatan untuk mencapai kemanusiaan yang lebih dalam persaudaraan Paus Fransiskus berbicara kepada para peserta Pleno Kongregasi untuk Pendidikan Katolik, mendesak mereka untuk "menyatukan upaya-upaya dalam aliansi pendidikan yang luas untuk membentuk orang-orang dewasa, yang mampu mengatasi fragmentasi dan pertentangan serta membangun kembali jalinan hubungan untuk kemanusiaan yang lebih dalam persaudaraan". “Pendidikan … Lanjutkan membaca Bagaimana agar Manusia Mengenali Dirinya dan Dunianya?

SABDA BAHAGIA (Mat 5:1-12) – Bag. 4

Pesan Paus Fransikus pada Audiensi Umum 19 Februari 2020 Selamat pagi, Saudara-saudari yang terkasih! Dalam katekese hari ini kita berfokus pada Sabda Bahagia yang ketiga yang terdapat dalam Injil Matius : “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi” (5:5). Istilah "lemah lembut" yang digunakan di sini berarti, secara harfiah, halus, patuh dan … Lanjutkan membaca SABDA BAHAGIA (Mat 5:1-12) – Bag. 4

Paus Fransiskus – Audiensi Umum 19 Februari 2020

Paus Fransiskus mengatakan pada hari Rabu kemarin, bahwa seorang Kristen yang lemah lembut tidaklah lemah, namun ia mempertahankan imannya dan mengendalikan emosinya. “Orang yang lemah lembut tidaklah lemah, namun ia adalah seorang murid Kristus yang telah belajar untuk mempertahankan tanah milik orang lain dengan baik. Ia membela kedamaiannya, mempertahankan hubungannya dengan Tuhan, dan mempertahankan karunianya, … Lanjutkan membaca Paus Fransiskus – Audiensi Umum 19 Februari 2020