Angelus: Pertobatan merupakan jalan menantikan kedatangan Tuhan

Minggu kedua Adven mengajarkan kepada kita bahwa pertobatan merupakan jalan menantikan kedatangan Tuhan. Paus Fransiskus menyampaikan buah refleksinya pada kesempatan Angelus kepada umat beriman yang berkumpul di lapangan St. Petrus.

Paus Fransiskus menarik inspirasi refleksinya dari St. Yohanes Pembaptis sebagaimana dikisahkan dalam Injil Lukas pada Minggu kedua Adven ini. Yohanes Pembaptis mengajarkan bahwa pertobatan merupakan jalan menantikan kedatangan Tuhan.

Pembimbing bagi perjalanan pertobatan kita
Paus Fransiskus menyebut Yohanes Pembaptis sebagai “pembimbing” bagi perjalanan pertobatan kita. Injil Lukas menceritakan ia berkeliling di seluruh “wilayah Yordan, menyerukan baptisan untuk pengampunan dosa” (Luk. 3:3). Lukas memahami bahwa Yohanes adalah penggenapan nubuat Nabi Yesaya tentang jalan-jalan yang diluruskan, lembah-lembah ditimbun dan gunung-gunung diratakan.

Lembah dan bukit
Paus Fransiskus menjelaskan bahwa panggilan Yohanes Pembaptis secara esensial adalah kesadaran “perlunya pertobatan”. Itu adalah lembah kedinginan dan ketidakpedulian yang perlu kita isi dengan “membuka diri kepada orang lain” seperti yang Yesus lakukan, memperhatikan kebutuhan tetangga kita. Itu adalah gunung “kecongkakan dan kesombongan” yang perlu diratakan. Hal itu dikerjakan, kata Paus, melalui “tindakan pendamaian yang nyata dengan saudara-saudari kita, memohon maaf atas kesalahan kita.” Pertobatan hanya akan penuh, dia katakan, dengan “pengakuan yang rendah hati atas kesalahan-kesalahan, ketidaksetiaan, dan kegagalan-kegagalan kita.”

Menantikan Mesias
Seruan pertobatan Yohanes Pembaptis kuat, tegas dan berat, tetapi diikuti oleh tindakan yang menyampaikan kelembutan dan pengampunan. Demikian dia membangkitkan kembali pengharapan akan Mesias dalam diri banyak orang yang datang kepadanya untuk baptisan pertobatannya. Orang beriman hidup bersama dengan Yesus di pusat hidup mereka, lanjut Paus Fransiskus. Dengan “Sabda terang, cinta dan penghiburan-Nya” kita yang merupakan murid-murid Yesus zaman ini “dipanggil untuk menjadi saksi-Nya yang rendah hati dan berani untuk menghidupkan kembali harapan, untuk membuatnya memahami bahwa, terlepas dari segalanya, kerajaan Allah terus dibangun hari demi hari oleh kekuatan Roh Kudus.”

Oleh: Sr. Bernadette Mary Reis, FSP
Minggu, 09 Desember 2018
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s