Homili: “Bersiap menyambut Natal dengan keberanian iman”

Paus Fransiskus mengundang umat Kristiani untuk menghidupi masa Adven dalam menyambut Natal dengan meminta rahmat untuk dapat menjaga iman.

Paus Fransiskus pada misa hari Senin pekan kedua Adven mengajak umat meminta rahmat memelihara iman untuk merayakan Natal.

Dalam homilinya di Casa Santa Marta, Paus mengatakan, “Tidak mudah untuk menjaga iman, untuk mempertahankan iman.”

Bercermin pada bacaan Injil yang menceritakan seorang lelaki lumpuh yang disembuhkan oleh Yesus, Paus berkata bahwa iman memberi kita keberanian dan menunjukkan kepada kita cara untuk menyentuh hati Tuhan.

Dia mengingatkan bagaimana, dalam perumpamaan itu, Tuhan “melihat iman” orang-orang yang membawa lelaki lumpuh itu dan menempatkannya di hadapan-Nya. “Butuh keberanian,” kata Paus, naik ke atap dan menurunkan tandu sampai ke lantai. Orang-orang itu memiliki iman: “Mereka yakin bahwa jika orang sakit itu ditempatkan di depan Yesus, dia akan disembuhkan.”

Rayakan Natal dengan iman
Paus juga mengenang kisah-kisah lain di mana Yesus mengungkapkan kekaguman-Nya akan iman orang-orang. Seperti dalam kasus perwira yang meminta penyembuhan hambanya, wanita Siro-Fenisia yang membawa putrinya yang dirasuki iblis, dan wanita yang menderita pendarahan yang disembuhkan setelah menyentuh ujung jubah Yesus. Yesus, kata Paus, mencela orang-orang yang kecil imannya, seperti halnya Petrus yang ragu, tetapi Dia berkata; “Dengan iman segalanya mungkin.”

Pada pekan kedua Adven ini, Paus Fransiskus melanjutkan, “Kita meminta rahmat untuk mempersiapkan diri dengan iman untuk merayakan Natal.”

Paus mengingatkan bahwa Natal sering ditandai dengan cara duniawi atau kafir, tetapi mengulangi permintaan Tuhan agar kita merayakannya dengan iman, Paus mengatakan “tidak mudah untuk menjaga iman, tidak mudah untuk mempertahankan iman… sungguh itu tidak mudah! ”

Perbuatan Iman
Paus Fransiskus menutup refleksinya dengan mengomentari kisah yang diceritakan dalam Injil Yohanes di mana seorang anak lelaki yang buta disembuhkan: “Akan baik bagi kita pada hari ini, dan juga besok, selama minggu ini, untuk membuka Injil Yohanes pasal 9 dan membaca kisah yang indah mengenai anak yang buta sejak lahir. ”

“Dari lubuk hati kita,” Paus menyimpulkan, “ucapkan perbuatan iman dan berkata: Aku percaya Tuhan. Teguhkan imanku. Pertahankan imanku dari keduniawian, dari takhayul, dari semua yang bukan iman. Jauhkanlah sekedar menjadi teori, baik itu teologis atau moral… Iman kepada-Mu, Tuhan.”

Oleh: Linda Bordoni
10 Desember 2018
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s