Beramal: Menjumpai Kristus dalam Orang Miskin

Paus kepada Caritas Internationalis: makna dari Amal
Paus Fransiskus mengundang para peserta di Sidang Umum Caritas Internationalis di Roma untuk merenungkan tiga konsep utama amal, pengembangan integral, dan persekutuan.

Lebih dari 300 delegasi Organisasi Anggota Caritas Internationalis telah bertemu di Roma sejak minggu lalu untuk Sidang Umum ke-21 mereka, dengan tema “Satu keluarga manusia, satu rumah bersama”. Pertemuan berlangsung setiap empat tahun untuk meninjau kemajuan dan kebijakan Konfederasi Caritas, dan untuk menentukan kerangka kerja strategis untuk meneruskannya selama empat tahun ke depan.

Amal
Ketika Paus menerima para delegasi di Vatikan pada hari Senin, Paus Fransiskus memulai dengan menegaskan kembali bagaimana amal bukan hanya “sebuah persembahan yang kita berikan untuk menjaga hati nurani kita tetap tenang”. Alih-alih, “amal berasal dan memiliki esensi Tuhan sendiri. Jika kita menganggap amal sebagai pelayanan, Gereja akan menjadi lembaga kemanusiaan dan pelayanan amal akan menjadi ‘departemen logistik’.”

Pengembangan integral
Itu sebabnya pelayanan amal “harus memilih logika pembangunan integral sebagai penangkal atas budaya membuang dari sikap ketidakpedulian. Orang miskin di atas segalanya, dan wajah mereka menyembunyikan wajah Kristus sendiri”. Paus menekankan bagaimana “diskriminasi terburuk yang diderita orang miskin adalah kurangnya perhatian spiritual”. “Mereka membutuhkan Tuhan dan kita tidak boleh gagal untuk menawarkan kepada mereka persahabatan, berkat, dan Firman-Nya”.

Persekutuan
Akhirnya, “persekutuan di dalam Kristus dan di dalam Gerejalah yang menjiwai, menemani, dan mendukung pelayanan amal”, kata Paus. “Dengan cara ini, diakonia amal menjadi instrumen persekutuan yang terlihat… yang merupakan pusat dalam Gereja, dan mendefinisikan esensinya”.

Amal adalah sebuah hubungan
Paus Fransiskus kemudian menawarkan definisi lain tentang apa itu amal – dan apa yang bukan. “Anda tidak dapat hidup amal tanpa memiliki hubungan interpersonal dengan orang miskin”, kata Paus, menambahkan bagaimana amal harus melibatkan hati, jiwa dan seluruh keberadaan kita. Paus memperingatkan agar tidak hidup dalam “amal kemunafikan atau yang menipu”, mengaitkan karya amal dengan filantropi, efisiensi, atau organisasi obsesif. Amal adalah yang hal yang paling “didambakan dari kebajikan yang kita cita-citakan untuk meniru Tuhan”.

Amal bukan bisnis
“Amal”, kata Paus Fransiskus, “bukan obat penenang untuk hati nurani kita yang gelisah”. Ini juga bukan sebuah bisnis. Paus mengemukakan tentang skandal orang-orang yang “banyak berbicara tentang amal tetapi hidup dalam kemewahan”, mengorganisir pertemuan tentang amal dan “membuang banyak uang”. “Amal bukanlah gagasan atau perasaan saleh, tetapi pengalaman perjumpaan dengan Kristus”, di mana kita bertemu dengan-Nya di dalam orang miskin.

27 Mei 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s