Kongres Berakhir “Misi Dimulai”

04 Agustus 2019

Pembacaan Janji Baptis “Ingatan akan Tugas Perutusan”
Hari terakhir Kongres Misi Nasional 2019 ditutup dengan misa konselebrasi yang dipimpin oleh: Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, M.S.F, Mgr. Edmund Woga, CSsR dan Mgr. Petrus Boddeng Timang. Pembacaan janji baptis pun dilakukan dalam misa ini, dan Bapa Uskup mengelilingi ruangan untuk memercikkan air suci kepada peserta.

Terowongan “Berkat” Imam-Imam
Setelah berkat penutup, diadakan upacara unik untuk memberikan berkat perutusan personal pada setiap peserta kongres tanpa terkecuali. Para imam berbaris berhadap-hadapan dengan tangan di atas saling terkait, membentuk sebuah terowongan. Panjang barisan para imam mulai dari ujung depan altar hingga hampir mencapai pintu aula Krakatau tempat acara berlangsung. Para peserta masuk dari ujung terowongan dengan sedikit menunduk, berjalan sepanjang terowongan berkat itu, dan di ujung terowongan telah siap menanti tiga orang Bapa Uskup yang berdiri berjejer untuk memberikan berkat mereka kepada peserta yang muncul. Satu persatu perserta berlutut di hadapan Bapa Uskup yang menumpangkan tangan pada kepala peserta. Peserta didoakan dan diberi berkat perutusan. Ada yang tampak tak sanggup menahan haru ketika melewati terowongan para imam tersebut. Sukacita memenuhi ruangan acara saat momen itu terjadi.

Closing Ceremony
Pada upacara penutupan Kongres Misi Nasional 2019,  Ketua Umum Panitia Pelaksana  (OC) yang sekaligus juga merangkap Koordinator Bidang Dana, yaitu Bapak Agus Suherman beserta Ketua Pelaksana, Bapak Juswanto Prananto maju memberikan sepatah dua patah kata. Kemudian dilanjutkan oleh Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, M.S.F (Ketua Komisi Karya Misioner Konferensi Waligereja Indonesia). Bapa Uskup mengatakan bahwa tantangan ibaratnya adalah air panas yang mendidih. Tergantung pada apa yang kita masukkan ke dalam air mendidih tersebut. Bisa kemudian melukai namun bisa juga memberi kita kesuksesan. Jika kita memasukkan kopi ke dalam air mendidih, maka aroma kopi akan menyebar ke mana-mana dan dapat memengaruhi siapa pun yang menciumnya. Hal tersebut dapat membangkitkan semangat. Bapa Uskup berpesan untuk tidak takut terhadap tantangan. Semuanya hanya tergantung pada reaksi dan sikap kita yang tepat, yang akan mengarahkan kita membawa tantangan menjadi kesuksesan. Bapa Uskup berharap melalui kongres ini dapat membawa pertobatan kepada semua. Kita dapat menjadi aroma yang menghidupkan dan membangkitkan, dan juga dapat membuka mata lebar-lebar untuk memberikan reaksi yang tepat terhadap tantangan yang kita hadapi.

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s