Semua Orang Memiliki Martabat yang Sama

Paus menyambut komite UEA baru untuk mempromosikan Persaudaraan Manusia
Paus Fransiskus menyatakan apresiasinya untuk komite baru yang didirikan di Uni Emirat Arab untuk mempromosikan cita-cita yang terkandung dalam Dokumen Persaudaraan Manusia.

Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Ahmed el-Tayyeb, menandatangani Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama di Abu Dhabi pada Februari 2019.

Sekarang dokumen itu telah memandu UEA untuk membentuk komite tinggi untuk menyebarkan prinsip-prinsip toleransi dan kerja sama, terutama melalui pendidikan.

Rasa Terima kasih Paus
Pada hari Senin, Paus mengapresiasi kerja komite dan mengucapkan terima kasih kepada UEA “atas komitmen nyata yang ditunjukkan atas nama persaudaraan manusia”. Paus juga menyatakan harapannya akan inisiatif serupa dapat muncul di bagian lain dunia.

“Meskipun sayangnya, kejahatan, kebencian, dan perpecahan sering menjadi berita, ada lautan kebaikan tersembunyi yang tumbuh dan menuntun kita untuk berharap dalam dialog, pengetahuan timbal balik dan kemungkinan untuk membangun – bersama dengan para pengikut agama lain dan semua laki-laki serta perempuan yang memiliki niat baik – sebuah dunia yang terbentuk dari persaudaraan dan perdamaian.”

Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, mengumumkan ucapan dan penghargaan Bapa Suci dalam sebuah pernyataan pers.

Fokus pendidikan
Uskup Miguel Ayuso Guixot, Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, adalah anggota dari komite UEA.

Dalam wawancara dengan Alessando Gisotti dari Radio Vatikan, Uskup Ayuso mengatakan prakarsa ini “sangat penting” dan ini akan membantu para pendidik masuk ke inti Dokumen mengenai Persaudaraan Manusia.

“Kesempatan untuk mendidik diri kita sendiri dan orang lain dalam budaya perjumpaan, persaudaraan, dan perdamaian berarti menemukan kemauan untuk mendesain ulang program-program akademik dan pendidikan yang ditawarkan oleh Institut dan universitas.”

Uskup Ayuso mengatakan pemikiran ulang tentang sekolah dalam konteks ini “menuntut agar institusi-institusi berhati-hati dalam mempelajari, merenungkan, dan menyajikan isi Dokumen pada segala tingkatan.”

Komite tinggi, perlu “mengeksplorasi berbagai cara untuk melibatkan baik lembaga-lembaga nasional maupun internasional, begitupun para pemimpin agama, akademik, dan politik, sambil berusaha menjangkau kaum muda.”

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nayhan, atas pembentukan komite.

Bahaya sinkretisme?
Uskup Ayuso menangkis kritik dari beberapa kalangan Katolik bahwa Dokumen Persaudaraan Manusia adalah jalan menuju sinkretisme atau relativisme.

“Ini bukan tentang menciptakan sebuah ‘kuali peleburan’ di mana semua agama dianggap sama, melainkan [mengakui] bahwa semua orang beriman, mereka yang mencari Tuhan, dan semua orang yang berkemauan baik tanpa afiliasi agama, memiliki martabat yang sama.”

Dia menambahkan bahwa Gereja Katolik selalu terlibat dalam dialog antaragama dengan mengingat “nilai identitasnya sendiri”.

“Pluralisme dalam masyarakat kita – bukan hanya jenis agama – merupakan sebuah realitas yang mengundang kita untuk merenungkan identitas kita, yang tanpanya dialog antaragama yang otentik tidak mungkin terjadi.”

26 Agustus 2019
Oleh: Devin Watkins
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s