Setia Hingga Akhir Ziarah Hidup

Renungan Harian Misioner
Rabu Biasa XXXIII, 20 November 2019
Peringatan S. Feliks dr Valois
2Mak. 7:1,20-31; Mzm. 17:1,5-6,8b,15; Luk. 19:11-28

Bacaan dari Perjanjian Lama ini memaparkan Kisah seorang Ibu dengan 7 anaknya, yang menjadi ‘saksi iman’ – “martyr” demi iman. Dalam naskah, Ibu itu menunjukkan iman dan menguatkan hati anak-anaknya dengan menggunakan Bahasa Ibrani: ini mau menggarisbawahi keterlibatannya kepada iman para Bapa Bangsa. Nas ini juga menggarisbawahi iman akan Penciptaan, yang dikaitkan dengan “penciptaan anak-anak dalam diri si Ibu”. Oleh sebab itu menjadi pengajaran, bahwa penguatan si Ibu, melampaui segi ‘emosional-afektif sebagai seorang Ibu dengan anak-anaknya’, sampai mengajak mereka percaya pada Allah yang memberi hidup mereka. Selanjutnya, ia juga menguatkan hati anak-anak, khususnya si Bungsu, agar yakin, bahwa Allah memberi hidup abadi. Selain itu, kisah ini juga menunjuk ke arah “eskatologi”, arah Akhir Zaman, ketika semua orang yang setia kepada iman akan Allah, semua disatukan dalam Hidup Ilahi.

Dalam Bacaan Injil ini, Lukas mengingatkan kita pada arah akhir ziarah hidup manusia, yang mendapat tugas-tugas dari Allah. Perlu dicermati, bahwa Yesus dengan para murid sudah mendekati Yerusalem, dan mereka sudah mengira, bahwa Kerajaan-Nya sudah akan segera terwujud; tentu saja sesuai dengan gambaran para murid. Namun Yesus menekankan segi lain, yakni bahwa Kerajaan Allah berdekatan dengan muara semua penugasan, yang diberikan Allah kepada manusia, yang memang dapat beraneka warna. Bagaimana pun juga, setiap orang dari kita akan dimintai pertanggungjawaban atas semua tugas. Dalam pertanggungjawaban itu akan nampak, seberapakah bakti kita kepada Sang Pemberi Tugas, seberapa besarkah kita sungguh memuliakan Tuhan dan mengembalikan segalanya kepada Dia?

Marilah hari ini kita memeriksa diri kita: sungguhkah kita setia kepada Tuhan, seperti si Ibu dengan ketujuh anaknya itu, sampai titik darah yang terakhir? Sungguhkah kita melaksanakan bakti kita, tidak dengan memakai perhitungan ‘gampang sulitnya’, melainkan selaras dengan ‘pengutusan Tuhan’? Kita memohon Roh Kesetiaan, agar iman dapat kita laksanakan dengan sepenuh hati serta secara bertanggung jawab. Hanya kalau demikian, maka menjelang Tahun Gerejawi ini, kita boleh berhati tenang menyampaikan pertanggungjawaban kepada Allah.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s