Transaksi Iman dan Kekudusan vs Transaksi Kejahatan

Renungan Harian Misioner
Jumat Biasa XXXIII, 22 November 2019
Peringatan S. Sesilia
1Mak. 4:36-37,52-59; MT 1Taw. 29:10,11abc,11d-a2a,12bcd; Luk. 19:45-48

Misi: Menghadirkan Keberanian Iman untuk Memberantas Transaksi Kejahatan, Agar Diperkenankan Allah Merangkul Kekudusan-Nya.

Perjalanan iman kita selalu bersinggungan dengan maraknya dunia transaksi. Beragam transaksi itu telah merambat ke dunia agama dan iman, bahkan juga tempat-tempat ibadah. Agama, iman, dan tempat-tempat ibadah justru dipandang lebih mampu menghimpun dan menggerakkan massa untuk dapat dipengaruhi dengan berbagai transaksi ideologi, informasi, argumentasi, janji, dan iklan yang tidak sedikit memperjualbelikan kejahatan dan membawa berbagai bentuk penderitaan bagi banyak orang.

Kedua bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan dan menegaskan di dalam diri kita beberapa hal yang menjadi transaksi iman sekaligus transaksi kekudusan. Kitab pertama Makabe dan Penginjil Lukas membentangkan beberapa hal yang bisa menjadi buah kekayaan serta landasan pergumulan iman kita.

1. Menyembah. Tindakan bersembah-sujud adalah tindakan iman sepanjang sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai Kekudusan yang melekat pada Bait Allah dan Tempat Ibadah. Baik Makabe maupun tindakan Yesus mengajak kita untuk memastikan bahwa Allah menyediakan Tempat – Bait-Nya – dan waktu yang istimewa untuk senantiasa berjumpa dengan kita, seraya membiarkan kita untuk berjumpa dan menyembah Dia demi memperoleh Pentahiran dan Kekudusan. Allah tidak menghadiahkan tempat mewah dan waktu khusus bagi kita untuk memamerkan harta dan kekayaan, mempertontonkan popularitas dan kehebatan, untuk merancang kejahatan dan dosa.

2. Mempersembahkan. Kekudusan bukan buah iman yang diraih tanpa perjuangan, melainkan suatu gerakan iman melalui tindakan mempersembahkan diri pada Allah guna membuka diri pada kasih Allah yang gratis. Sementara Makabe dalam Kitabnya yang Pertama mengajak kita untuk membawa seluruh sukacita serta kemenangan dalam perjuangan hidup kita sebagai persembahan dan kurban kepada Allah, agar keseluruhan hidup kita ditahirkan dan dikuduskan.

3. Keberanian. Masuk dalam Kekudusan Allah berarti menegakkan menara keberanian untuk menentang dan memberantas semua transaksi dosa dan kejahatan di berbagai bidang yang tengah melanda dunia dan masyarakat kita. Yesus dengan sangat berani menentang berbagai jenis transaksi kejahatan yang menodai kesucian dan keluhuran martabat manusia yang berhimpun di dalam Bait Allah. Sementara Santa Sesilia memberi kesaksian bahwa untuk masuk dalam Kekudusan dan Kemuliaan Allah tidak ada pilihan lain selain berani berkorban sampai tuntas untuk menolak dan menyingkirkan tawaran dan transaksi kelaliman dan kekejaman yang dipertontonkan Kaisar Diokletianus ketika itu.

Maka seruan Makabe dan Yesus pada kita hari ini bukan dipersempit pada menahbiskan dan menguduskan Bait Allah, melainkan pada dorongan dahsyat iman kita untuk menyembah, memuliakan meluhurkan Allah sembari mempersembahkan seluruh hidup dan perjuangan iman, tantangan, persoalan, kesulitan dan keberhasilan kita kepada Allah agar kita boleh masuk dalam sukacita Allah serta merangkul kekudusan Allah. Karena yang kita imani dan kita sembah adalah Allah yang kudus.

Saudara-saudari sekalian, mari kita mengembangkan transaksi iman kita dengan keberanian memberantas transaksi kejahatan sehingga kita boleh mengalami kekudusan Allah. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

 

One thought on “Transaksi Iman dan Kekudusan vs Transaksi Kejahatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s