Iman adalah “Minyak” Penerang Hidup

Homili Paus bagi kaum muda di Thailand: berakar dalam iman melalui persahabatan dengan Yesus
Paus Fransiskus merayakan Misa untuk kaum muda pada hari Jumat malam di Katedral Bangkok. Iman yang kuat berdasar pada persahabatan yang mendalam dengan Yesus, akan membantu mereka melewati kesulitan hidup, seperti kesaksian dari para orang-orang tua.

Paus Fransiskus meminta orang-orang muda Thailand untuk berakar dan berlabuh dalam iman mereka dengan memupuk persahabatan dengan Yesus, sebab hal tersebut akan memberi mereka ‘minyak’ yang dibutuhkan untuk menerangi jalan hidup mereka dan orang-orang lain di sekitar mereka.

“Tuhan tahu bahwa melalui Anda, orang-orang muda, masa depan akan datang ke tanah dan dunia ini, dan Tuhan mengandalkan Anda untuk melaksanakan misi Anda hari ini,” kata Paus kepada pemuda di Misa di Katedral Maria Diangkat ke Surga di Bangkok.

Paus merenungkan Injil Perumpamaan Sepuluh Gadis pada hari itu, mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi pada setiap orang Kristiani. “Penuh kegembiraan dan perhatian, kita mendengarkan panggilan Tuhan untuk menjadi bagian dari kerajaan-Nya dan berbagi sukacita-Nya dengan orang lain.”

Tetapi seringkali, dalam menghadapi masalah dan rintangan seperti saat penderitaan orang-orang yang kita cintai, atau ketidakberdayaan kita sendiri, situasi yang tampaknya tanpa harapan, ketidakpercayaan dan kepahitan dapat mengambil alih dan diam-diam menghancurkan impian kita, membuat hati kita menjadi dingin, menyebabkan kita kehilangan sukacita dan kita kemudian datang terlambat, seperti lima gadis bodoh di dalam perumpamaan.

Dengan demikian Paus menawarkan nasihatnya kepada kaum muda bagaimana agar dapat menjaga api tetap menyala, membuat api tersebut menyala terang di tengah kegelapan dan kesulitan, dan bagaimana menjawab panggilan Tuhan serta bagaimana mendapatkan minyak yang dapat membuat mereka terus bergerak maju, mencari Tuhan di setiap situasi.

Kebijaksanaan para senior
Untuk ini, mereka perlu berakar dalam pada iman leluhur mereka: orang tua, kakek nenek dan guru mereka.

Di tengah banyak cobaan hidup dan banyak penderitaan, Paus berkata, para pendahulu kita menemukan bahwa rahasia hati yang bahagia adalah rasa aman yang kita temukan ketika kita berlabuh, berakar dalam Yesus: dalam hidup-Nya, dalam kata-kata-Nya, dalam kematian dan kebangkitan-Nya.

Berakar dalam iman
Paus berkata bahwa tidak mungkin bagi kita untuk tumbuh kecuali kita memiliki akar yang kuat untuk mendukung kita dan membuat kita tetap teguh.

Tanpa rasa berakar yang kuat ini, orang-orang muda dapat terombang-ambing oleh “suara-suara” dunia ini, membuat mereka merasa kosong, lelah, sendirian dan kecewa, serta perlahan-lahan memadamkan percikan kehidupan yang pernah Tuhan nyalakan di hati kita masing-masing.

Persahabatan dengan Yesus
Paus menganggap umat Katolik muda Thailand sebagai generasi baru, dengan harapan, mimpi, dan pertanyaan baru, dan tentunya beberapa keraguan juga, namun berakar kuat dalam Kristus.

“Persahabatan yang dikembangkan dengan Yesus, adalah minyak yang dibutuhkan untuk menerangi jalan Anda dalam kehidupan dan jalan semua orang di sekitar Anda: teman dan tetangga Anda, teman Anda di sekolah dan tempat kerja, termasuk mereka yang berpikir berbeda dengan dirimu sendiri.”

Ucapan terima kasih Paus
Misa sore hari Jumat adalah acara besar terakhir Paus Fransiskus di Thailand sebelum ia terbang ke Jepang pada Sabtu pagi, pada putaran kedua dari Perjalanan Kerasulan ke-32nya ke luar negeri.

Karena itu, pada akhir Misa, Paus berterima kasih kepada semua yang telah memungkinkan kunjungannya ke Thailand, dan “mereka yang bekerja sama untuk membuahkan hasil”.

Secara khusus, Paus mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia Raja Rama X, pemerintah dan pihak berwenang lainnya di negara itu, atas sambutan hangat mereka.

Paus juga berterima kasih kepada para uskup negara, khususnya Kardinal Francis Xavier Kriengsak Kovithavanij, serta para imam, orang-orang yang beragama, dan umat yang setia, dan khususnya kaum muda.

Bapa Suci juga mengucapkan terima kasih kepada para sukarelawan dan juga semua orang yang menemaninya dengan doa dan pengorbanan mereka, terutama yang sakit dan mereka yang di penjara.

Sambil memohon penghiburan dan kedamaian dari Tuhan kepada mereka, Paus meminta mereka untuk tidak lupa berdoa untuknya.

22 November 2019
Oleh: Robin Gomes
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s