Tuhan Tak Melihat Keindahan Luar Melainkan Pertobatan Hati

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XXXIV, 26 November 2019
Peringatan S. Yohanes Berchmans
Dan. 2:31-45; MT Dan. 3:57,58,59,60,61; Luk. 21:5-11

Hampir semua orang pasti lebih menyukai melihat/memandang sesuatu yang indah. Baik itu pemandangan alam, benda atau manusia yang dijumpai. Tentu keindahan yang tampak hanya dari luarnya saja, seperti pemandangan yang mungkin terlihat dari jauh. Misalnya lautan, sejauh mata memandang yang telihat air yang biru dengan gelombangnya yang indah. Apakah dari dekat sama indahnya? Bisa jadi dari dekat, ada banyak sampah mengambang di permukaan laut, tampak pula pantai yang kotor dan bau. Begitu juga pegunungan dari jauh tampak pepohonan indah, dari dekat o-oh… ternyata banyak sampah berserakan, juga dedaunan kering yang rontok bertebaran. Begitu pun dengan manusia, bisa terlihat cantik dari kejauhan, namun berbeda setelah ada di hadapan. Bukan hanya wajah/fisik, setelah dekat kita juga mungkin menemukan keburukan sikap, tutur kata dari orang yang tampil berbeda dari penampilan luarnya yang indah, cantik menawan.

Bait Allah yang begitu indah, dihiasi berbagai batuan indah dan berisi barang-barang persembahan. Bangunan ini sangat dikagumi banyak orang. Tetapi bagi Tuhan keindahan itu tidak berarti. Yesus berkata: “Apa yang kamu lihat disitu – akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak diatas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan” [Luk. 21:6]. Ramalan Yesus terbukti ketika panglima Romawi Titus merebut kota Yerusalem dan membakar Bait Suci. Jika kita berziarah ke Yerusalem, kita akan melihat sisa-sisa bangunan Bait Suci yang hanya tinggal puing-puing reruntuhan belaka.

Sampai kini ramalan Yesus masih terus terjadi “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit” [Luk. 21:10-11].

Di beberapa negara perang dan bom bunuh diri terus terjadi, manusia saling membunuh dengan kejam mengatas-namakan Allah. Gempa bumi, tsunami beberapa kali terjadi di negara kita, berbagai penyakit mematikan dialami oleh manusia. Pertanda apakah ini?

Tuhan tidak melihat keindahan bangunan yang tampak dari luar. Begitu juga Tuhan tidak melihat keindahan luar manusia. Tuhan mencari keindahan di dalam diri manusia. Dari hati manusia terpancarlah keindahan yang sesungguhnya, dan itulah yang dicari Tuhan. Tuhan tidak melihat kecantikan atau ketampanan manusia, apalagi kekayaan yang mereka miliki. Bagi Tuhan yang utama bukanlah kecantikan, ketampanan, kekayaan meskipun semua itu indah. Namun jika semua itu tidak disertai dengan pertobatan, dan keterbukaan hati kepada rahmat Tuhan, semuanya itu tidak menjamin keselamatan kekal.

Lewat semua peristiwa yang terjadi di sekitar kita, mari kita menyadari kerapuhan kehidupan dan menyikapinya dengan bertobat, berdoa, selalu bersiap dan berjaga-jaga menyongsong kedatangan Anak Manusia. Agar jika saatnya tiba, Tuhan melihat pertobatan hati kita yang memancarkan keindahan yang dicari Tuhan.

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

One thought on “Tuhan Tak Melihat Keindahan Luar Melainkan Pertobatan Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s