Yesus Dibaptis Meski Tak Butuh Penyucian

Paus di doa Angelus: ‘Yesus mengajar kita untuk menjadi lemah lembut, sederhana, penuh hormat’
Paus Fransiskus menjelaskan bahwa Yesus menunjukkan kepada kita bagaimana memenuhi rencana Bapa dengan kepatuhan seorang anak, kelemahlembutan, kesederhanaan dan rasa hormat ketika kita melanjutkan misi kita untuk bersaksi dan menyatakan kasih Bapa yang tak terbatas untuk semua anak-anak-Nya.

Mengingat kegembiraan karena baru saja membaptis beberapa bayi di Vatikan, Paus Fransiskus berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada doa Angelus mengenai bagaimana orang Kristiani dewasa ini harus mengadopsi sikap Yesus yang lemah lembut dan sederhana.

Setiap tahun, Paus merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan dengan membaptis bayi-bayi dari para staf Vatikan di Kapel Sistine.

Bapa Paus meminta orang-orang yang hadir untuk berdoa bagi anak-anak kecil dan keluarga mereka, dan Paus merenungkan liturgi pada hari itu, yang mengisahkan Pembaptisan Yesus sesuai dengan Injil Matius.

Sang Penginjil, menggambarkan dialog antara Yesus – yang meminta untuk dibaptis – dan Yohanes Pembaptis, yang terkejut dengan permintaan ini karena ia tahu bahwa Mesias tidak perlu penyucian; dan faktanya, dialah sebenarnya yang perlu dibaptis oleh Tuhan.

Menjembatani jarak antara manusia dan Tuhan
Tetapi Tuhan, adalah Yang Kudus: “Jalan-Nya bukan jalan kita, dan Yesus adalah Jalan Allah, suatu cara yang tidak dapat diprediksi.”

Menjelaskan bahwa Anak Allah datang untuk menjembatani jarak antara manusia dan Allah, dia berkata bahwa “Jika Yesus sepenuhnya berada di sisi Allah, Dia juga sepenuhnya berada di sisi manusia.”

Karena itu, Yesus menjawab kepada Yohanes “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah”.

“Yaitu, Dia memenuhi rencana Bapa yang datang melalui kepatuhan anak dan solidaritas dengan kemanusiaan yang lemah dan berdosa. Itu adalah jalan kerendahan hati dan kedekatan Allah dengan anak-anak-Nya.”

Sikap orang Kristiani
Paus menjelaskan bahwa Yesus memenuhi misi-Nya di dunia dengan gaya yang bertentangan dengan semangat dunia: “Ini adalah sikap orang yang lemah lembut, dan inilah yang Yesus ajarkan kepada kita dengan kerendahan hati-Nya, kelembutan-Nya: sikap kesederhanaan, penghormatan, moderasi dan tersembunyi, yang mana kesemuanya juga dituntut dari para murid Tuhan dewasa ini.”

Sayangnya, banyak orang membual tentang menjadi murid Tuhan; dan ini bukan murid Tuhan yang baik. Sebaliknya, “murid yang baik adalah yang rendah hati, yang lemah lembut, yang berbuat baik” tanpa memamerkannya. Orang-orang Kristiani dipanggil, “pergi keluar untuk bertemu orang lain selalu menawarkan, tidak memaksakan, memberikan kesaksian, berbagi kehidupan nyata dengan orang-orang.”

Segera setelah Yesus dibaptis di Sungai Yordan, langit terbuka dan Roh Kudus turun ke atas-Nya dalam bentuk seekor merpati, sementara sebuah suara bergema dari atas sambil berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan”.

Paus mengakhiri pesannya dengan mengingatkan orang-orang yang hadir bahwa dalam Pesta Pembaptisan Tuhan, kita menemukan kembali Pembaptisan kita sendiri.

“Sama seperti Yesus adalah Putra terkasih Bapa, kita juga, terlahir kembali dengan air dan Roh Kudus, tahu bahwa kita adalah anak-anak yang terkasih, yang disenangi Bapa, saudara dan saudari di antara banyak saudara dan saudari lainnya, dipercayakan dengan misi besar untuk menyaksikan dan menyatakan kasih Bapa yang tak terbatas kepada semua orang. “

Bagi mereka yang tidak tahu kapan mereka dibaptis, Bapa Paus mengusulkan “tugas pekerjaan rumah”: mencari tahu tanggal pembaptisan mereka. Dan kemudian, Paus meminta mereka untuk merayakan tanggal Pembaptisan mereka setiap tahun, untuk mengingatkan semua orang bahwa hal ini “juga merupakan sebuah kewajiban yang adil bagi Tuhan yang telah begitu baik kepada kita.”

12 Januari 2020
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s