Roh Allah Berdoa dengan Penuh Kuasa

Renungan Harian Misioner
Selasa, 14 Januari 2020
P. S. Feliks dr Nola
1Sam. 1:9-20; MT. 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Mrk. 1:21b-28

Ketika Yesus memulai pelayanan-Nya di hadapan bangsa Yahudi, Ia mengajar mereka dengan penuh kuasa. Dia menyampaikan pengajaran-Nya tidak seperti para ahli Taurat, sehingga membuat para pendengar-Nya takjub, apalagi ketika roh jahat pun taat pada perintah-Nya. Yesus memang bukan manusia biasa. Dia adalah Allah Putera yang ditugaskan Bapa untuk datang ke dunia mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Yesus pun tahu bahwa Allah Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya, dan kepada-Nya telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi, sehingga apa yang dikatakan-Nya bukan berasal dari diri-Nya sendiri, melainkan berasal dari Bapa yang mengutus-Nya serta memerintahkan-Nya untuk mengatakan apa yang harus dikatakan dan disampaikan kepada kita. Dan Yesus melakukan semua itu demi mempermuliakan Allah Bapa yang mengutus-Nya; Dia memberitakan dan membawa sukacita di dalam diri umat yang mendengarkan perkataan-Nya, memelihara mereka serta menjaga mereka di dalam nama yang dianugerahkan Bapa kepada-Nya. Itulah sebabnya nama Yesus juga penuh kuasa, sebab keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam diri manusia Yesus yang dalam nama-Nya kita dapat diselamatkan (Yoh. 17:12; Kis. 4:12).

Nama Yesus itu penuh kuasa, sebab itulah nama Allah sendiri: Allah yang kudus, gunung batu keselamatan kita, Allah yang Maha Tahu yang menguji segala perbuatan kita. Allah itu berkuasa untuk mematikan dan menghidupkan, bahkan menurunkan siapa saja ke dalam dunia orang mati dan mengangkatnya kembali dari sana sesuai kehendak-Nya. Sehingga kepada Allah yang seperti itu saja kita boleh percaya bahwa Ia akan menegakkan kita yang hina, mengangkat kita yang miskin bahkan mengembalikan kehormatan kita, jika kita memohon hal-hal yang berkenan kepada-Nya (1Sam. 2:1-8).

Seperti Hana, kita adalah orang menerima Yesus dan percaya dalam nama-Nya, kita diberi kuasa seperti anak Allah. Jika kita berada dalam kepedihan, hanya Tuhanlah yang akan memperhatikan kesengsaraan kita. Tuhan mengingat dan tidak akan melupakan kita, dan akan memberikan kepada kita apa yang kita minta kepada-Nya dalam doa yang berisi curahan hati kita yang kita ungkapkan dengan bersujud menyembah di hadapan-Nya. Ingatlah, Tuhan akan memberikan kepada kita sesuai dengan apa yang kita minta hanya jika kita akan mempersembahkan karunia-Nya itu kembali kepada-Nya, untuk memuliakan nama-Nya, bukan untuk memuaskan keinginan kita saja (Yoh. 1:12; 1Sam. 1:11). Demikianlah kita hendaknya berdoa dalam nama Yesus dan memohon pertolongan Tuhan.

Berdoalah dengan penuh syukur dan penuh pengharapan kepada Allah, sebab kita akan diselamatkan dalam pengharapan. Di dalam kelemahan dan ketika kita tidak tahu apa yang akan kita doakan, Roh Allah yang tinggal di dalam kita akan membantu kita; Roh sendiri akan berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan dan Allah yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri itu tidak mungkin tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita (Rm. 8:26, 32). Sekali lagi, berdoalah di dalam nama-Nya, sebab jika kita tinggal di dalam Dia, dan firman-Nya tinggal di dalam kita, maka apa saja yang kita minta dan kehendaki, akan kita terima. Bersyukurlah kepada Allah, sebab kita telah menerima firman ini bukan sebagai perkataan manusia, tetapi sungguh-sungguh sebagai firman Allah, maka hal ini akan bekerja juga di dalam kita yang percaya! (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s