Karakter Kemuridan: Mendengarkan & Melaksanakan

Renungan Harian Misioner
Rabu, 15 Januari 2020
P. S. Arnoldus Janssen
1Sam. 3:1-10,19-20; Mzm. 40:2,5,7-8a,8b-9,10; Mrk. 1:29-39

Misi: Mengaktifkan telinga fisik dan telinga mistis kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan yang menggema dalam berbagai kisah dan peristiwa serta berbagai bentuk seruan yang mendorong kita untuk bertindak demi kepentingan sesama.

Di tengah berbagai kerumitan, kita sebagai Murid Kristus selalu dibangunkan Tuhan untuk mendengarkan Panggilan-Nya yang menggema dalam berbagai jeritan, tangisan, teriakan minta tolong bahkan permintaan dan perintah untuk bertindak, melakukan sesuatu demi kepentingan banyak orang.

Hari ini, Kitab pertama Samuel mengajak kita untuk mendengarkan serta mencermati Suara dan Sabda Allah bagi kita. Tugas dan panggilan kita sebagai anak-anak Allah adalah mendengarkan, mencermati serta melaksanakan apa isi Sabda Allah bagi kita.

Mendengarkan suara dan Sabda Allah bukanlah suatu kisah sekali jadi melainkan suatu proses iman yang bergerak serta mengalir dari kedalaman integritas diri yang bermuara pada suatu kesiapsediaan diri yang utuh. Artinya bukan telinga fisik saja yang diperlukan, tetapi sangat dibutuhkan telinga mistis untuk mengalami gema dan lantangnya suara dan panggilan Allah bagi kita.

Sementara para Murid Kristus yang ditampilkan Injil Markus hari ini, menunjukkan perbedaan pandangan dengan Sang GURU mereka. Mereka malah mendesak Yesus agar tidak berpindah dari wilayah Kapernaum, karena begitu banyak orang lagi membutuhkan Yesus. Namun Yesus menegaskan pada mereka bahwa Dia harus pergi ke seluruh daerah Galilea, dan tempat-tempat lain untuk mewartakan Injil, menyembuhkan banyak orang serta mengusir setan-setan.

Sekalipun berbeda pendapat namun para murid akhirnya mendengarkan Suara dan mengikuti ajakan Sang GURU, untuk pergi bersama YESUS ke tempat-tempat lain. Inilah Sikap seorang Hamba Sabda Allah serta karakter sempurna Seorang Murid yang setia pada Sabda dan Ajaran Sang Guru. Bersedia mengubah prinsip dan kehendak demi mengikatkan diri pada perkara serta keprihatinan Tuhan.

Berhadapan dengan panggilan dan undangan Tuhan bagi kita, karakter kemuridan yang harus kita tampilkan adalah membuka diri, serta memastikan diri siap pada panggilan Tuhan, sebagaimana tanggapan Samuel: “Bersabdalah ya Tuhan, hambaMu mendengarkan”. Mendengarkan Sabda Allah sebagai seorang Hamba pertama-tama berarti bersedia dibentuk dan diubah oleh Sabda Allah kemudian mengikuti Kehendak Allah yang terpatri di dalam Suara Panggilan-Nya. Mendengarkan Sabda Allah berarti membarui diri dan membawa perubahan pada orang lain.

Sebagai Pengikut dan Murid Yesus, kita diminta agar memberi waktu yang cukup bagi panggilan dan undangan Tuhan sehingga kita mampu mendengarkan dan membedakan secara cermat mana yang datang sebagai Suara Panggilan Tuhan serta mana yang membahana sebagai kepentingan pribadi.

Kesiapan kita untuk mendengarkan Suara Tuhan serta mengambil sebuah keputusan pasti untuk mengikuti Kehendak dan Rencana-NYA merupakan suatu tindakan iman demi membawa sesama keluar dari kerumitan hidup, juga terus melantangkan seruan kepada sesama agar membangun dan menata pembaruan dan perubahan di tengah masyarakat.

Saudara-saudariku sekalian, ziarah iman kita terus diiringi dengan gemuruh suara dunia berupa jeritan derita, teriakan minta tolong, seruan pertobatan, tangisan duka, rintihan di balik berbagai penderitaan dan persoalan hidup. Semuanya merupakan panggilan serta ajakan Tuhan agar kita keluar dari situasi nyaman kita lalu dengan keberanian iman melakukan karya-karya yang membawa sesama mengalami Karya Tuhan yang menyembuhkan, menyucikan serta menyelamatkan banyak orang.

Mari mendengarkan Suara Tuhan dengan Telinga Fisik dan Telinga Mistis, lalu mengikuti Kehendak Tuhan yang mendorong dan menuntun kita untuk memperhatikan kepentingan banyak orang di sekitar kita. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s