Memahami Karya Allah dari Rancangan Allah

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 18 Januari 2020
Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani
1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a; Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; Mrk. 2:13-17

Sahabat-sahabat Tuhan ytk! Salam jumpa lagi di akhir pekan ketiga di bulan Januari 2020 ini. Di pertemuan berhikmah kali ini, kita, para pengikut dan misionaris Tuhan, disuguhi satu bahan permenungan menarik dari bacaan suci hari ini untuk kita renungkan bersama. Yesus mencerahi kita melalui Injil hari ini untuk semakin mengetahui dan memahami rancangan dan fokus perhatian yang menjadi tujuan misi Allah bagi manusia. Dari pernyataan verbal dan tindakan nyata Yesus, mengajarkan satu poin penting yang perlu dijadikan pedoman dalam hidup dan karya pengabdian kita sebagai misonaris Allah. Power Point yang dimaksud yakni universalitas Misi Allah untuk seluruh makhluk ciptaan-Nya termasuk dalam konteks hidup manusia yang beraneka latar belakang.

Apa yang dilakukan Yesus sebagaimana dikisahkan dalam Injil hari ini menampakkan universalitas (eksklusivisme) misi Allah ini dalam konteks manusia. Tindakan Yesus mendekatkan diri pada kaum pendosa memperluas wawasan universalitas misi Allah bukan hanya dalam konteks SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan politik dan strata sosial) tetapi juga dalam konteks orang berdosa dan tidak berdosa yang cukup kuat gaung dalam kehidupan bersama. Di sini tampak hati Allah yang penuh kasih bagi semua orang tanpa kecuali karena semua manusia adalah ciptaan-Nya yang dicipta, dijaga dan dipelihara oleh-Nya. Kehadiran Yesus di tengah dunia menampakkan Hati Allah yang penuh kasih bagi semua orang, sebagaimana Bait Pengantar Injil hari ini dari Lukas 4:18-19. Inilah visi misi Allah yang senantiasa diupayakan Yesus dalam ajaran dan tindakan konkret-Nya agar semua anak-Nya dituntun sesuai sikon mengalami kasih Allah.

Maka Injil hari ini mengajar dan mengajak kita para misionarisnya untuk semakin menyatukan cara pandang kita dengan visi misi (cara pandang) Allah ini. Mengapa? Karena dengan menyatukan maka akan memperjuangkan keselamatan dan kebahagiaan bagi semua orang. Tanpa adanya upaya untuk menyamakan persepsi kita dengan rancangan dan visi misi Allah, kita bisa mengulangi apa yang dilakukan oleh AHLI-AHLI TAURAT di Injil hari ini di mana kita memandang dan menilai karya Tuhan dari persepektif dan keahlian kita. Kalau tindakan demikian merupakan suatu kekeliruan bahkan bila disebut dosa maka sebenarnya ahli-ahli Taurat itu juga berdosa karena mereka men-judge Allah secara keliru dari perspektif mereka yang keliru tentang visi misi Allah.

Maka sebenarnya kata-kata Yesus itu ditujukan kepada mereka juga untuk mengajak mereka menyadari diri bahwa mereka pun orang berdosa yang butuh ‘diselamatkan’ dari cara pandang keliru mereka itu. Sosok Nikodemus bisa dijadikan contoh bagaimana ada kesediaan untuk dituntun Tuhan sehingga ada kesamaan antara pesepsinya dan persepsi Tuhan. Karena dengan penyamaan persepsi sebagaimana dirancang Allah, kita akan terarah fokus perhatian dan perjuangan yang sama. Dan dengan menjadikan visi misi Allah yang universal dalam diri dan hidup kita, kita akan turut diarahkan untuk memperjuangkan keselamatan dan kebahagiaan semua orang. Tanpa spirit ini, kita bisa terjerumus dalam semangat hidup eksklusivisme: di mana yang benar dan dipentingkan dan diutamakan adalah suku saya/kami, ras saya/kami, agama saya/kami, golongan saya/kami, bahkan konsep saya/kami.

Perjuangan Gandhi, Martin Luther King (MLK), Mandela, Mother Theresa dari Kalkuta, dll telah dan turut membuktikan kebenaran visi misi universal Allah ini bahwa lebih indah hidup dan berjuang bersama dalam kasih persaudaraan secara tulus dan ekslusif tanpa roh inklusif. Terima kasih atas perjuangan saudara/I yang selama ini telah berupaya menghidupi semangat hidup demikian karena dalam diri Anda tumbuh hati dan semangat Allah yang penuh kasih bagi siapa saja.

Mari kita terus berupa membiarkan diri kita dibentuk oleh cara pandang Allah melalui kedekatan kita dengan diri-Nya dalam doa, refleksi dan waktu untuk disapa melalui Sabda Tuhan dari ke hari sehingga hidup dan perjuangan kita sikron dengan visi misi Allah yang terbuka bagi semua orang. Tuhan memberkati hidup dan pengabdian kita untuk keselamatan dan kesejahteraan semua orang.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s