Hukum sebagai Ruang & Kesempatan Hadirkan Keselamatan

Renungan Harian Misioner
Selasa, 22 Januari 2020
P. S. Vincentius
1Sam. 17:32-33,37,40-51; Mzm. 144:1,2,9-10; Mrk. 3:1-6

MISI: Berani menghadirkan sukacita dan keselamatan bahkan perubahan di tengah berbagai kesempatan sekalipun kesempatan yang tersulit.

Kita pada kekinian ini sedang diukur dan diuji oleh kenyataan dan momen yang sulit. Dan dalam realitas demikian, iman kita ditantang apakah kita mampu menghadirkan sukacita, bersedia membela serta membantu sesama yang dihimpit kesulitan, berani membawa harapan dan perubahan ataukah nyali kita menciut untuk bertindak dan berbuat baik.

Hari ini, Daud dalam kitab pertama Samuel mengundang bahkan menantang kita untuk memperjuangkan kebenaran sekaligus mengalahkan kelaliman, bukan dengan kemampuan manusia melainkan kecerdasan Iman dan penyerahan diri pada Kuasa dan Kekuatan ALLAH.

Sementara dalam Injil hari ini, Markus Penginjil mengajak sekaligus menggugat kita agar tanpa ragu menampilkan kualitas iman kita dengan cara menerobos benteng hukum dan peraturan, serta tegas menguasai kesempatan untuk berbuat baik bagi sesama yang sangat membutuhkan.

Ajakan bahkan Perintah YESUS pada kita untuk memahami serta membatinkan makna dan nilai luhur hukum dan peraturan yang mana membawa manusia pada sukacita dan keselamatan. Momentum Sabat dan hukum Taurat hadir sebagai perintah dan tuntutan Iman untuk melakukan perbuatan baik agar setiap orang mengalami kasih serta kebaikan Allah dan sesama yang menghadirkan sukacita, kehidupan dan keselamatan.

Dengan memahami secara tepat makna dan nilai luhur hari Sabat dan hukum Taurat maka Yesus berani menentang sikap kaku kaum Farisi dan Ahli Taurat yang menjunjung tinggi pasal-pasal hukum Taurat dan hari Sabat namun mengesampingkan martabat manusia juga menutup mata pada kepentingan dan kehidupan sesama yang menanti perbuatan baik dan pelaksanaan hukum Taurat secara benar.

Sebagai Pengikut KRISTUS dalam berhadapan dengan dunia kita yang diproteksi dengan berbagai peraturan dan hukum, karakter ke-Katolikan kita yang patut ditampilkan adalah:
●Menyadari pentingnya hukum dan peraturan. YESUS tidak mengubah dan menghilangkan hukum Taurat dan peraturan hari Sabat. Maka karakter iman kita adalah menjaga dan menjunjung tinggi peraturan dan hukum – yang berlaku dalam hidup keseharian – sebagai bagian dari titah ALLAH bagi kita.

● Mengutamakan martabat dan harkat manusia. Yesus sungguh menghargai harkat dan martabat manusia maka DIA berani menentang sikap kaku kaum Farisi dan Ahli Taurat. Tujuan semua hukum serta peraturan hendaknya bertumpu pada prinsip menghargai dan menghormati harkat serta martabat manusia, sehingga manusia bukan menjadi korban dan mangsa hukum dan peraturan melainkan sebagai pencinta dan pelindung.

● Berbuat baik sebagai bentuk melaksanakan hukum dan peraturan. Yesus melihat berbagai kebutuhan manusia – yang datang pada-Nya – yang segera harus dibantu dan ditangani tanpa merasa takut pada ancaman melanggar hukum. Hukum dan peraturan dibuat untuk memberi perlindungan dan kehidupan bagi manusia, maka karakter kemuridan kita adalah berbuat baik dengan bertolak pada nilai dan makna luhur hukum dan peraturan.

● Berani melawan arus. Tanpa takut menegaskan bahwa untuk menghadirkan perbuatan kasih, sukacita, kehidupan dan keselamatan, kita siap menentang pemegang hukum yang kaku. Seorang pengikut Kristus bukan penentang hukum melainkan pelaksana hukum – yang siap ditantang dan dibenci – karena mengutamakan perbuatan baik dan kasih demi sesama yang mengalami kesulitan.

Saudara-saudari sekalian yang dicintai Kristus, panggilan kita sebagai pengikut Kristus bukan untuk memperjuangkan keberadaan peraturan dan pasal-pasal hukum melainkan untuk melaksanakan secara tepat semua muatan hukum berupa kehidupan, kasih, kebaikan, kejujuran, keadilan, kedamaian, sukacita dan keselamatan – yang dirindukan setiap orang yang kita jumpai.

Perjuangan Iman kita bukan agar hukum dan peraturan tidak dilanggar melainkan untuk memastikan dan meyakinkan sesama dalam bermisi bahwa hukum dan peraturan sedang berpihak pada mereka yang kecil, sederhana, miskin, yang dilanda derita; dan itu tampak dalam sikap tanpa ragu dan takut melakukan perbuatan baik yang penuh kasih untuk memberi hidup dan kehidupan bagi mereka yang sangat membutuhkan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s