Kerajaan Allah Ada di Antara Kamu

Renungan Harian Misioner
Kamis, 12 November 2020
P. S. Yosafat

Flm. 7-20; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Luk. 17:20-25

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Tidak dapat dikatakan, ‘Lihat, ia ada di sini, atau ia ada di sana’. Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu” (Luk. 14:20-21).

Kerajaan Allah menjadi ciri khas pewartaan Tuhan Yesus. Ketika pertama kali tampil di Galilea Yesus mewartakan: “Kerajaan Allah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (bdk. Mrk. 1:14). Dalam Injil hari ini, orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus: “Kapan Kerajaan Allah akan datang?” Atas pertanyaan ini, Yesus menjawab: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, dan sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di antara kamu”.

“Kerajaan Allah sudah ada di antara kamu”, Apa maksudnya? Kehadiran Yesus adalah tanda hadirnya Kerajaan Allah itu sendiri, karena melalui sabda dan karya-Nya Yesus telah menunjukkan kehadiran Allah yang ada dalam diri-Nya. Yesus mengatakan “Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Luk. 11:20). Kerajaan itu tampil dalam Pribadi Kristus sendiri, Putra Allah dan Anak Manusia, yang datang untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (LG. 5).

Bagaimana Kehadiran kerajaan Allah hadir dalam diri kita? Kerajaan Allah ditandai oleh kasih, sukacita dan damai. Setiap pribadi yang beriman kepada Yesus Kristus, ia akan berusaha menghadirkan kasih Allah, karena Allah adalah kasih. Di mana ada kasih di situ Allah meraja. Mungkin dapat kita katakan bahwa Kerajaan Allah adalah situasi di mana semua orang dikasihi Allah, di mana semua orang tidak terpisah oleh jurang antara si kaya dan si miskin. Dalam hal ini, Yesus telah menunjukkan kehadiran Allah dalam diri-Nya di dunia ini.

Mungkin kita bisa bertanya, kapan Allah sungguh meraja atau menguasai kita? Allah sungguh meraja atau menguasai hidup kita ketika kita hidup berpedoman pada kasih-Nya. Kasih Allah memberikan daya ilahi kepada kita untuk melakukan yang baik, menolong saudara kita yang lemah, sakit dan membutuhkan uluran tangan kita. Apabila kita melakukan hal itu, maka akan terjadi damai sejahtera, dan sukacita. Pengorbanan yang dilakukan dengan penuh kasih, di situlah Allah hadir. Kerajaan Allah telah datang dan tinggal di antara kita.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma mengatakan bahwa “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Rm. 14:17). Jadi, dapat dikatakan bahwa jika hidup kita bersumberkan kasih Allah, damai dan sukacita maka Kerajaan Allah sudah datang dan ada di antara kita.

Dalam bacaan pertama Rasul Paulus menunjukkan kehadiran Kerajaan Allah melalui perbuatan kasihnya kepada Onisimus. Paulus memohon kepada Filemon untuk membebaskan Onisimus dari perbudakan. Bahkan Paulus merekomendasikan Onisimus untuk dijadikan sebagai saudara di dalam Kristus. “Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padaku, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih.” (Fil. 15-16).

Kehadiran Rasul Paulus sebagai tanda kehadiran Kerajaan Allah. Paulus yang dikenal sebagai pewarta Kabar Gembira, ia telah mewartakan Kerajaan Allah. Ia telah mewartakan Kristus yang tersalib, yang membawa penebusan bagi umat manusia. Kita pun diundang untuk menjadi tanda kehadiraan kerajaan Allah di dunia ini, melalui hidup dan karya serta pelayanan kita setiap hari. Kita berusaha melakukan yang baik, menciptakan damai dan sukacita bagi sesama kita. Sehingga, ketika waktunya tiba; Kerajaan Allah datang, kita pun siap untuk menyambutnya. Kedatangan Kerajaan Allah tanpa tanda, kita harus selalu siap sedia menyambut kedatangan Kristus sebagai Raja di atas segala raja untuk memerintah umat-Nya selama-lamanya. (YH).

(Sr. Yohana Halimah – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s