Kasih Sejati Tak Egois

Renungan Harian Misioner
Jumat, 05 Februari 2021
P. S. Agata

Ibr. 13:1-8; Mzm. 27:1,3,5,8b-9abc; Mrk. 6:14-29

Santa Agata adalah seorang martir dari abad 3. Dalam konteks modern, gadis Sicilia ini adalah korban dari kekerasan terhadap wanita. Ia menjadi pelindung dari negara San Marino, Kota Palermo, penderita sakit kanker payudara dan bahaya kebakaran maupun gempa: sesuatu, yang akhir-akhir ini menyerang beberapa tempat di Indonesia. Nama Agata termasuk satu dari sedikit nama awam wanita, yang tercantum dalam Doa Syukur Agung Satu.

BACAAN PERTAMA: Ibr 13:1-8
Bacaan ini merupakan ‘perkembangan’ dari Mat. 25:31-40. Isinya menguraikan panggilan murid Kristus, untuk berbuat baik kepada orang-orang, yang menderita. Yang disebutkan sebagai orang-orang yang pantas menerima tanda kasih kita adalah orang hukuman, orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, korban penyelewengan perkawinan, korban ‘gila uang’ dsbnya. Dalam hal ini, sudah dalam Gereja Perdana, murid Kristus membagikan kasih sayang kristiani kepada korban-korban kekerasan, yang sering kali terjadi dalam masyarakat modern, baik pria maupun wanitanya. Bagian dari surat Ibrani yang dikutip hari ini merujuk pada akhir zaman, ketika kepada umat akan diajukan pertanyaan, mengenai sikap terhadap saudari-saudara yang disapanya.

Refleksi:
Sejauh manakah kita mengungkapkan cinta kasih ilahi dalam cinta kasih kepada sesama secara tulus dan murni?
Sejauh manakah kita berani mengorbankan diri untuk membagikan kasih sejati dari Tuhan Yesus kepada sesama kita.

BACAAN INJIL: Mrk 6:14-29
Injil Markus mengandung dua sayap penting dalam hidup manusia. Dari satu sisi, ada hati yang penuh cinta kasih sedemikian, sehingga dengan alasan itu, orang mau mengorbankan segalanya; dari sisi lain, cinta pula yang dapat menutup mata hati, sehingga memungkinkan orang berbuat buruk – ya seperti Herodes. Diperlukan intensi murni untuk dapat memilah-milah dan memilih secara cermat dan atas dasar iman, supaya kita dapat sungguh melaksanakan iman penuh kasih sejati.

Refleksi:
Sejauh manakah kecenderungan hati, kata-kata dan tindakan kita sungguh melaksanakan iman penuh kasih, yang dikaruniakan Allah? Dan bukan demi kepentingan egoistik kita sendiri?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perempuan korban kekerasan: Kita berdoa bagi kaum perempuan korban kekerasan, agar mendapat perlindungan dan penderitaan mereka benar-benar dirasakan dan diperhatikan oleh masyarakat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kasih sayang keluarga: Semoga keluarga-keluarga Katolik makin berani belajar menghayati spiritualitas tinggal di rumah yang menuntut anggota-anggota keluarga untuk saling memahami kelemahan dan saling menguatkan dalam menghadapi setiap masalah. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah meneguhkan hati kami dalam berbakti pada sesama, seperti Santo Yoseph, sepanjang Kau perkenankan ikut membesarkan Sang Putera, dalam Keluarga Kudus Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s