Percaya kepada Yesus: Jalan Menuju Hidup yang Kekal

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan III Paskah, 22 April 2021
P.S. Soter dan Kayus

Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51

Ungkapan yang paling digemari oleh Yohanes untuk keselamatan adalah hidup, hidup kekal, mendapat bagian dalam hidup ilahi yang diberikan oleh Yesus kepada orang yang percaya kepada-Nya. Ungkapan-ungkapan tersebut bukan sekadar kata-kata kosong, melainkan mengungkapkan sebuah realitas jiwa, yakni kerinduan jiwa akan hidup kekal atau kerinduan jiwa untuk mendapat bagian dalam hidup ilahi. Setiap kali kita mendoakan orang yang sudah meninggal, yang kita mohonkan adalah keselamatan jiwa orang itu. Kita mohon supaya jiwa orang yang meninggal mengalami hidup yang kekal atau hidup bersama dengan Allah. Pada saat yang sama, kita pun berdoa untuk diri kita sendiri semoga kelak kita beroleh hidup yang kekal dan hidup dalam persekutuan dengan Allah dan para kudus-Nya. Singkatnya, kerinduan akan hidup kekal atau mendapat bagian dalam hidup ilahi merupakan kerinduan setiap jiwa manusia.

Bagi kita orang Kristiani, satu-satunya pribadi yang berkuasa menganugerahkan hidup yang kekal kepada kita adalah Yesus Kristus. Yesus bersabda: “Sesungguhnya barang siapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” (Yoh. 6:47). Salah satu kebenaran yang diajarkan Yesus adalah ketika Ia menyatakan diri sebagai “roti kehidupan” yang menumbuhkan dan memelihara hidup kekal dalam diri kita. Kiasan “roti hidup” pertama-tama mengacu kepada seluruh misi Yesus, pekerjaan dan perkataan-Nya yang menyelamatkan dan menghidupkan kita (Yoh. 6:35,48); dan baru kemudian mengacu juga kepada roti yang adalah daging-Nya/tubuh-Nya yang diserahkan di salib dan dimakan dalam perjamuan Ekaristi (Yoh. 6:51). Roti kehidupan yang diberikan Bapa bukanlah roti seperti manna di padang gurun, yang sejenak memelihara hidup jasmani yang tetap fana. Yesus, Sang Roti Kehidupan, memberikan hidup kekal kepada kita yang percaya kepada-Nya.

Persoalannya, banyak orang dahulu dan sekarang tidak percaya kepada Yesus yang berasal dari Allah. Ketidakpercayaan itu hanya dapat diatasi oleh Allah sendiri yang menarik orang kepada Yesus. Yesus bersabda: “Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” (Yoh. 6:44). Kisah mengenai seorang sida-sida dari Etiopia yang dijumpai Filipus (Kis. 8:26-40) dan akhirnya dibaptis oleh Filipus menunjukkan bahwa sida-sida itu telah ditarik oleh Allah untuk percaya kepada Yesus. Roh Kudus, yakni Roh Allah sendiri yang mengutus Filipus kepada sida-sida itu. Roh Kudus pula yang membuka hati sida-sida itu untuk menerima Filipus dan membuka pikiran sida-sida itu untuk mengerti Injil Yesus Kristus yang diwartakan oleh Filipus. Akhirnya, sida-sida itu percaya dengan segenap hati bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah. Sida-sida itu mengalami sukacita karena ia mengakui Yesus sebagai Anak Allah dan percaya kepada-Nya.

Sebagai orang yang percaya kepada Yesus, kita pun ditarik oleh Allah Bapa untuk datang kepada Yesus. Tanpa penarikan semacam itu, yaitu suatu kecenderungan hati yang ditimbulkan oleh Allah sendiri, kita tidak mungkin datang kepada Yesus. Kita tidak mungkin bersandar pada pengertian atau pengetahuan kita sendiri. Pengertian yang membawa orang dan kita untuk datang kepada Yesus dan percaya kepada-Nya diajarkan oleh Allah: “Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku” (Yoh. 6:45). Datang kepada Yesus berarti percaya kepada-Nya. Orang yang percaya kepada Yesus mempunyai hidup yang kekal: “Sesungguhnya barang siapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” (Yoh. 6:47). Pernyataan ini hendak meyakinkan kita bahwa ketika kita mendengar dan menerima pengajaran dari Allah, hati kita akan digerakkan oleh Allah untuk percaya kepada Yesus. Kita percaya bukan hanya dengan akal budi, tetapi juga dengan kehendak hati kita untuk mengimani Yesus sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup.

Marilah kita senantiasa membuka hati dan telinga iman kita untuk mendengar dan menerima pengajaran dari Allah Bapa serta membiarkan hati kita digerakkan oleh Allah untuk percaya dan datang kepada Yesus. Percaya kepada Yesus tidak hanya berarti mengakui Yesus sebagai Anak Allah, melainkan juga berjuang untuk menyesuaikan hidup kita dengan misi Yesus, teladan Yesus dan perkataan-perkataan serta ajaran-ajaran Yesus. Kepercayaan seperti inilah yang memungkinkan kita mempunyai hidup yang kekal atau menjadi jalan bagi kita menuju hidup yang kekal.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s