Menghadirkan Cinta Kasih, Menghadirkan ALLAH

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan XV, 12 Juli 2021
P. S. Yohanes Gualbertus

Kel. 1:8-14,22; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; Mat. 10:34 – 11:1

Dalam situasi pandemi yang seolah membuat banyak orang merasa cemas, takut, dan putus asa, tidak heran jika muncul pertanyaan: mengapa Tuhan membiarkan kita sendirian? Namun jika kita merenungkan lebih tenang, kita bisa melihat bahwa kita sedang tidak sendirian. Meskipun rasanya ruang gerak kita terbatas, tetapi melalui media sosial, sapaan, tawaran, bantuan, tak henti-hentinya berdatangan. Bahkan, ketika duka menghampiri dan satu persatu keluarga, kerabat dan sahabat meninggalkan kita, doa dan peneguhan senantiasa kita rasakan. Tuhan tidak diam. Tuhan sedang berada justru jauh lebih dekat dari yang kita pikirkan.

Bacaan pertama mengajak kita merenungkan, betapa situasi yang kita alami saat ini dialami pula bangsa Israel yang ditindas dan diperbudak di Mesir. Seruan mereka minta tolong kepada Yahwe juga berkumandang tiada henti. Bahkan di masa itu-pun Tuhan tidak diam. Allah senantiasa hadir dalam kehidupan kita melalui orang-orang yang ada di sekitar kita. Dan bagi keluarga, kerabat, dan orang-orang di sekitar kita, Tuhan hadir melalui diri kita. Sebab, kita semua yang telah dibaptis sadar atau tidak, telah menjadi ‘tanda kehadiran Allah’ di dunia ini. Masing-masing dari kita merupakan tanda paling nyata dan jelas, bahwa Allah tidak pernah jauh dari kehidupan ini.

“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku” (Mat. 10:40). Kata-kata Yesus tersebut berakar jauh di dalam tradisi Yahudi yang terkandung dalam ungkapan ‘orang yang diutus adalah layaknya orang yang mengutus’. Pesan tersebut sebenarnya menunjukkan makna terdalam diri kita sebagai ‘misionaris Kristus’. Melalui baptisan kita semua menjadi ‘utusan Allah’. Dan sebagaimana Yesus diutus untuk menghadirkan Allah kepada manusia, demikian pula kita diutus untuk menghadirkan Kristus kepada sesama. Bukan semata utusan, masing-masing dari kita merupakan anak-anak Allah. Allah hadir di dunia ini melalui pribadi kita masing-masing. Dengan segala potensi dan keterbatasan yang kita miliki, Allah masuk dalam kehidupan kita.

Allah tidak diam. Ia mengutus kita. Ia hadir dalam diri kita. Bahkan tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kitalah yang merasakan Allah yang menolong melalui tindakah sederhana kita. Melalui sapaan, peneguhan, kesediaan kita untuk sekedar menyemangati walaupun kita sendiri merasa kesulitan, Allah hadir. Maka marilah kita melihat lebih dekat ke dalam diri kita masing-masing. Marilah kita tidak lelah memohon tuntunan Roh Kudus, agar makin hari kita disadarkan dan dimampukan untuk menjadi tanda kehadiran Allah itu sendiri, terlebih terhadap mereka yang paling menderita dan paling membutuhkan. Semoga Roh yang sama pula meneguhkan iman dan membuka mata batin kita untuk melihat Allah yang senantiasa hadir melalui keluarga, sahabat dan orang-orang di sekitar kita. Marilah kita tanpa lelah menghadirkan cinta kasih kepada sesama melalui hal-hal sederhana. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Missionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s