Perjumpaan Menakjubkan Membuahkan Pengakuan dan Perutusan

Renungan Harian Misioner
Rabu Biasa Pekan XV, 14 Juli 2021
P. S. Kamillus dr Lellis

Kel. 3:1-6.9-12; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7; Mat. 11:25-27

Misi:
Menata iman yang bersumber pada perjumpaan yang menakjubkan mendorong kita untuk tanpa ragu mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Putra Allah, dengan berani keluar dari diri untuk diutus dan mewartakan Kerajaan Allah yang melekat pada Diri Yesus.

Para sahabat misioner yang terkasih dalam Kristus. Kisah perjumpaan Musa dengan Sang Yahweh – dalam rupa api yang bernyala dalam semak duri – yang kita dengar dalam Kitab Keluaran hari ini, telah mengantar Musa pada posisi yang legitimatif serentak memperoleh pengukuhan sebagai utusan Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari kepungan penderitaan, karena perbudakan Mesir.

Sementara Injil Matius hari ini mengajak kita untuk mendalami satu penggalan doa Yesus yang mengandung penyingkapan Diri-Nya (revelasi Diri-Nya) kepada dunia yang diwakili oleh para murid-Nya yang sedang mendengarkan pengajaran-Nya.

Dalam sentuhan Sabda Allah melalui kedua bacaan tadi, terlihat nyata benang merah yang mampu mengikat dua sisi iman kita yang terlihat dalam pribadi Musa serta para murid Yesus. Allah menghadirkan diri di hadapan Musa dalam nyala api di semak berduri, sementara Yesus berjumpa dengan para murid-Nya tidak hanya sebagai pribadi seorang Yesus Nasaret melainkan sebagai Putra Allah, yang tidak pernah terpisahkan dari sang Bapa.

Sesama sahabat missioner yang terkasih. Baik Musa maupun para murid Yesus sama-sama berada dalam kisah perjumpaan, masuk pada posisi legitimatif, lalu menegaskan pengakuan iman mereka dan akhirnya memberi diri untuk diutus demi membebaskan setiap orang dari penderitaan.

Musa diutus Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, sementara Yesus mengutus para murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah dalam diri Yesus Yang adalah Putra Allah, Peyelamat dan Penebus. Namun penegasan iman yang harus mereka miliki adalah pertama-tama bersedia berjumpa dengan Tuhan, berani mengakui Tuhan dan rela menjadi utusan.

Para sahabat misioner yang terkasih. Yesus besedia menyingkapkan misteri Diri-Nya kepada kita, memperkenalkan kepada kita SIAPA DIA, namun kita hendaknya hadir di hadapan-Nya sebagai pribadi yang sederhana, kecil, rendah hati dan memiliki kerinduan untuk mengenal dan berjumpa dengan Dia sebagai Tuhan dan Putra Allah.

Kisah perkembangan iman kita pun tidak sebatas pengalaman perjumpaan dengan Kristus sang Guru dan Putra Allah. Perjumpaan dengan Tuhan hendaknya membuka pengetahuan serta pengenalan kita akan SIAPA ITU YESUS bagi kita. Namun pengenalan kita akan Diri Yesus tidak akan membawa dampak keselamatan bagi kita jika kita tidak berani membangun CREDO dalam diri kita yakni Yesus adalah PUTRA ALLAH, PENGANTARA, PENYELAMAT dan PENEBUS.

Sesama sahabat misioner yang terkasih. Pesan rohani bagi bagi kita hari ini adalah jangan membangun ketahanan iman di atas kemampuan intekektual, harta atau status sosial, melainkan jadilah orang yang sederhana, rendah hati, dan memiliki kerinduan sempurna untuk berjumpa denganYesus dan mengenal SIAPA YESUS bagi kita.

Yesus yang kita jumpai dalam pengalaman hidup kita, yang berbeda-beda harus kita wartakan dalam setiap tata laku kehidupan kita sehari-hari, dalam setiap karya kita dengan tujuan mulia yakni agar setiap orang terbebaskan dari penderitaan, mengalami keselamatan dan akhirnya memandang kemuliaan Allah.

Tuhan yang kita jumpai dan kita kenal harus menjadi fundasi, sumber dan isi pewartaan kita agar setiap orang yang sedang dikepung penderitaan, dilihat kesulitan dan dikekang dosa boleh mengalami pelepasan, pengampunan dan kebahagiaan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s