Siapa Bertelinga Hendaklah Ia Mendengar!

Renungan Harian Misioner
Selasa 27 Juli 2021
P. S. Aurelius & S. Natalia

Kel. 33:7-11; 34:5b-9,28; Mzm. 103:6-7,8-9,10-11,12-13; Mat. 13:36-43

Musa adalah orang yang senantiasa mendengarkan Allah. Sejak awal mula Allah memanggil, ia menjawab “Ya, Allah”. Kemudian Allah mengutus Musa, dan ia taat pada semua perintah-Nya. Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju ke suatu negeri yang berlimpah susu dan madu. Tuhan memelihara mereka selama perjalanan di padang gurun. Tuhan adalah Pembebas, Penyayang dan Pengasih yang senantiasa ada bersama-sama mereka. Bahkan kemah-Nya berada di tengah-tengah mereka, berdiam dekat dengan umat-Nya. Saat ini Tuhan juga berada dekat dengan kita, Tuhan yang Penyayang dan Pengasih tidak pernah meninggalkan kita dalam kesulitan di tengah pandemi ini. Meski pun hati kita berteriak pilu, di saat kita atau keluarga kita terpapar Covid-19. Mempertanyakan di manakah Tuhan? Mengapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi? Masihkah Tuhan menyayangi umat-Nya? Sampai kapan pun Tuhan tetap menyayangi umat-Nya. Percayalah.

Seringkali manusia ingin mendapat jawaban/pertolongan Tuhan dengan cepat seperti pada peristiwa-peristiwa yang terjadi dahulu, baik di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, di mana Tuhan banyak melakukan mukjizat yang spektakuler. Di zaman now manusia mengharapkan mukjizat-Nya juga hadir menghentikan pandemi Covid-19 dari muka bumi ini. Namun yang terjadi adalah penyebaran Covid-19 varian baru semakin mengganas, akibat kelalaian manusia yang kurang peduli pada prokes, yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan bangsa. Bagi orang beriman, kita harus berani menyerah dan berpengharapan kepada Tuhan, percayalah melalui pandemi ini Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi manusia. Misteri kematian, misteri kasih di balik penderitaan yang dihadapi manusia saat ini juga dialami manusia pada masa Yesus hidup. Percaya saja kepada Tuhan, dengarkan dan laksanakan apa yang Tuhan kehendaki.

Mari kita cermati apa yang tertulis dalam Injil hari ini. Para murid datang kepada Yesus dan minta penjelasan makna perumpamaan lalang di antara gandum. Benih baik itu adalah anak-anak Kerajaan Sorga dan lalang adalah anak-anak si jahat. Jadi lalang itu tumbuh bersama di antara benih baik. Benih baik ditaburkan oleh Anak Manusia sedangkan lalang ditaburkan oleh iblis. Pada saat menuai yaitu penghakiman terakhir anak-anak si jahat ini akan beroleh penghukuman yang setimpal dengan kejahatan mereka yaitu dibakar dalam api neraka, di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Sedangkan anak-anak Kerajaan Sorga akan beroleh keselamatan, bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa. Yesus menutup perumpamaan ini dengan pesan, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Indera pendengaran menjadi penting bagi manusia. Apa/siapa yang kita dengar dapat memengaruhi tindakan kita. Jika yang kita dengarkan ajakan yang buruk dari anak-anak si jahat maka hidup kita akan berakhir seperti lalang dibakar dalam api. Mendengarkan hasutan buruk dari teman, membuat kita tidak beroleh keselamatan. Tetapi, jika kita membuka telinga terhadap hal-hal yang baik tentunya akhir hidup kita akan beroleh keselamatan. Pakailah telinga kita untuk mendengarkan suara Bapa, berita kebaikan yang membawa kita pada keselamatan. Bukan untuk mendengarkan fitnah atau hal yang berisi hasutan. Bukan juga untuk mendengarkan berita hoaks dan ikut menyebarkannya.

Sudahkah kita menggunakan telinga yang dianugerahkan Tuhan untuk mendengarkan hal yang baik, mendengar/membaca sabda-Nya setiap hari? Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s