Pusatkan Hati dan Bakti pada ALLAH

Renungan Harian Misioner
Jumat, 30 Juli 2021
P. S. Petrus Krisologus

Im. 23:1,4-11,15-16,27,34b-37; Mzm. 81:3-4,5-6ab,10-11ab; Mat. 13:54-58

ANTIPHONA PEMBUKAAN – Mazmur 81:10-11A:
“Akulah Tuhan Allahmu”: ungkapan ini ingin menggarisbawahi, betapa pentingnya iman akan Allah yang utuh. Oleh sebab itu, tiada lainnya, kecuali Allah sendiri yang harus disembah. Kalau mau dibawa ke masa kini: sebagaimana dulu, juga sekarang, sangat besar godaannya bahwa orang tidak peduli akan Allah. Sejak Adam/Hawa, sampai dengan Kain dan para keturunannya kemudian akan mudah sekali manusia mengabaikan perintah Allah, sehingga lebih menyembah uang, kekuasaan, kenikmatan dan segala hal yang duniawi. Keluaran 20:1-17 memperingatkan anak cucu Abraham-Ishak-Yakub, agar mengimani Allah sepenuh-penuhnya. Kita boleh ingat, bahwa tidak hanya orang YAHUDI, juga kita sekarang mudah tergoda untuk menyisihkan Allah dan menyembah kekuasaan, kekuatan, harta, keenakan, seperti kesehatan dan kenikmatan apa pun dengan menyingkirkan Allah. Di awal Ibadat perlulah kita mohon Roh Tobat.

BACAAN PERTAMA – Imamat 23:1-37:
Para Imam dipesan untuk mendampingi anak cucu Abraham sedemikian, sehingga nampak dalam “Dua Sayap Penting, yaitu Bakti kepada Yang Ilahi dan Cinta pada Sesama yang MANUSIAWI”. Seluruh Perintah Allah sering ditangkap sebagai sekian banyak aturan. Padahal semua merupakan ungkapan bakti kepada Allah, yang memberi hidup, memberi Tanah Terjanji, memberi bangsa dan keluarga maupun memberi segala Penyelenggaraan. Semua dikaruniakan Allah kepada Umat-Nya, demi cinta kasih-Nya. Dalam pada itu, Tuhan meminta beberapa hal: persembahan yang sederhana maupun persembahan bakti mereka yang tampak dalam Sabat. Itu semua seyogianya tidak dipandang sebagai aturan dan larangan, tetapi sebagai peluang untuk mensyukuri rahmat Allah dan mengungkapkan bakti dengan mengorbankan “sejumlah hal dan waktu” demi Kemuliaan Allah. Sayang, bahkan sampai dengan waktu Yesus, banyak orang (bahkan tokoh masyarakat Yahudi) kurang melihat Pribadi Allah dalam kewajiban-kewajiban ritual dan liturgis itu.

REFLEKSI KITA: seberapa sering, kita memandang kewajiban-kewajiban keagamaan kita sebagai ‘kewajiban dan sekadar ritual’,- dan bukan sebagai ungkapan bakti kita kepada Tuhan? Lalu kita merasa cukup kalau sudah melakukannya (seperti korban bakaran dan ritual lain) serta tidak melakukannya dengan hati terarah kepada Tuhan?!

BACAAN INJIL – Matius 13: 54.55.56-58:
Bacaan ini mudah dipahami, kalau kita menangkap bacaan pertama. Sebab, dalam hal ini, orang tergoda untuk memusatkan perhatian pada hal-hal manusiawi, kultural, ritual dan lahiriah; bukannya masuk ke lubuk hati yang terdalam. “Anak Nazaret” itu dipandang dari sudut lahiriah dan manusiawi-Nya; bukan dari buah pikiran-Nya, tanda perasaan-Nya, ungkapan-ungkapan langkah-Nya. Penilaian tersebut menyebabkan mereka luput dari undangan untuk mencermati inti Sabda dan pokok Pesan Tuhan Yesus. Dampaknya tampak dalam evaluasi lahiriah (asal, tradisi, dsb) dan tidak meresapi makna kata, rasa afektif dan langkah tindakan-Nya, yang memperlihatkan inti pengutusan-Nya. Oleh sebab itu, “kedekatan tempat tinggal dan pekerjaan-Nya bukanlah membukakan peluang untuk menangkap keseluruhan Pesan Yesus, melainkan menutup jendela dan pintu-pintu komunikasi, yang amat kaya”.

REFLEKSI KITA: Sejauh manakah kita terperosok pada hasrat untuk menangkap hanya segi-segi lahiriah dan lambang-lambang manusiawi; bukannya membuka bisikan Roh Kristus, supaya mengikuti undangan Hati-Nya. Marilah kita memohon agar Roh membantu kita untuk peka kepada Hati Yesus Yang Mahakudus, Sahabat kita. Semoga dengan demikian kita dapat mengikuti gerak hati para Kudus, khususnya St. Ignatius dari Loyola, yang diperingati tanggal 31 Juli 2021. Tuhan Memberkati.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s