Kemuliaan ALLAH

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 31 Juli 2021
P. S. Ignasius dr Loyola

Im. 25:1,8-17; Mzm. 67:2-3,5,7-8; Mat. 14:1-12

Olimpiade sedang berlangsung di Jepang. Banyak peserta olahraga, termasuk Indonesia, berpartisipasi dalam pesta tersebut. Hidilyn Diaz, seorang atlet perempuan dari Filipina, berhasil meraih sebuah medali emas karena memenangkan perlombaan angkat besi di kelas berat. Pujian dan hadiah kepadanya datang dari berbagai pihak. Pengorbanan, kesetiaan, dan semangatnya untuk berlatih mendatangkan kesuksesan untuk dirinya dan negaranya. Sewaktu acara penerimaan medali emas, terlihat di leher Hidilyn sebuah kalung/medali rohani yakni medali St. Maria yang kepadanya dia dan teman-temannya berdevosi. Ia memuliakan Allah dengan berterima kasih kepada-Nya dan membuat tanda salib. Dalam sebuah wawancara, Hidilyn mengakui adanya campur tangan Allah dalam kemenangannya. Hidilyn melakukan apa yang dikatakan oleh St. Ignatius Loyola “Segalanya demi kemuliaan Allah”. Ia mempersembahkan usaha sampai kesuksesannya demi kemuliaan Allah.

Bacaan-bacaan suci dan perayaan St. Ignasius Loyola hari ini menyingkapkan kepada kita tentang bagaimana memuliakan Allah. Melalui bacaan pertama Allah mengatakan kepada nabi Musa untuk mendeklarasikan tahun Jubilee (Yobel) atau tahun rahmat Allah yang adalah puncak dari perhitungan tahun Sabat: setiap 50 tahun. Pada tahun ini segala hutang ditiadakan, para budak tahanan hutang dibebaskan, semua orang kembali ke keluarga mereka dan ‘tidak boleh ada yang bekerja’, serta kegiatan perekonomian dilakukan secara adil. Tahun Jubilee adalah kesempatan yang diberikan untuk bermurah hati, bersyukur dan ‘beristirahat’. Dengan merayakan Jubilee, orang-orang memuliakan Allah.

Selanjutnya bacaan Injil mengisahkan bagaimana Herodes, Herodias (istri selingkuh dari Herodes), dan rasul Yohanes mencari kemuliaan dan kesuksesan dengan cara yang berbeda. Rasul Yohanes memuliakan Allah dengan mewartakan Injil: menegur Herodes yang telah mengambil Herodias, istri dari saudaranya sebagai istri siri. Sedangkan Herodes dan Herodias mencari kemuliaan mereka dengan membunuh rasul Yohanes. Kesuksesan dan kekuasaan yang mereka peroleh didapatkan dengan cara mengintimidasi, memenjarakan dan akhirnya membunuh rasul Yohanes. Hal ini tentu berlawanan dengan apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus yang mengorbankan diri-Nya sendiri untuk keselamatan kita.

Dalam keseharian hidup, terkadang kita bingung bagaimana memuliakan Allah, apakah harus dengan membangun gereja yang megah dan mahal? Atau hanya melalui doa dan mengikuti Ekaristi online maupun offline? Pada hari ini, kita diajak untuk memuliakan Allah dengan mensyukuri kehidupan, membebaskan orang lain dan menghadirkan Dia dalam usaha kita (seperti Hidilyn Diaz). Kemuliaan Allah ada pada manusia yang hidup bahagia, sehat, dan bebas dari segala tekanan. Karena kita semua diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (bdk Kej. 1:27), maka kita dapat memuliakan-Nya dengan mencintai dan melindungi setiap orang.

Dalam puisinya “Human Being”, Azril Nurul Islam mengatakan “Who are they-hating human beings, yet kissing the Quran, the Vedas, the Bible?… Whom do you hate, brother, whom do you kick? Perhaps within his heart resides the ever-awakened God!”

Dalam situasi sekarang ini, kita dapat memuliakan Allah melalui banyak cara, antara lain dengan menolong orang yang menderita karena terdampak Covid-19, memasak untuk keluarga, berkegiatan daring bersama teman-teman, atau menelepon mereka yang sakit, serta berdoa untuk diri sendiri dan orang lain, dll. Amin.

(RP. Erik Tjeunfin, SX – Misionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s