Selalu Percaya Rencana dan Janji ALLAH

Renungan Harian Misioner
Minggu, 15 Agustus 2021
HARI RAYA SP. MARIA DIANGKAT KE SURGA

Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10bc,11,12ab; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56

Dalam injil Lukas, Maria sungguh eksis dan penuh ekspresi: ia bertanya, bepergian, melawati kerabat, bernyanyi, dll. Pikiran, keheranan, suka-citanya diungkapkan dengan leluasa. Hari ini Maria bernyanyi. Kidung ini lahir dalam konteks perjumpaan antar dua perempuan hebat. Mereka sama-sama mengalami maha-karya Allah: Elisabet mengandung di usia senja, Maria mengandung selagi perawan. Mereka berjumpa untuk berbagi suka-cita dan kekaguman akan karya Tuhan. Sharing pengalaman iman, bersaksi betapa Tuhan itu baik, betapa rencana dan karya-Nya tak terselami. Perjumpaan itu juga meringankan keduanya dari beban dan tekanan sosial. Mengandung ‘di luar nikah’ itu azab. Tak beranak sampai jadi oma-oma pun pasti menjadi bahan olokan. Maka, perjumpaan mereka menjadi saat untuk saling meneguhkan. Jelaslah mengapa perjumpaan keduanya diawali dengan salam-sukacita, bukan tangisan kesedihan. Itulah perjumpaan yang berbuah, bukan perjumpaan untuk sekedar bernostalgia apalagi untuk berbagi gosip atau memperbanyak hoax.

Perjumpaan dua bunda mempertemukan juga dua putra. Begitu Maria memberi salam, bayi melonjak dalam rahim Elisabet. Bayi yang bergerak dalam rahim bundanya adalah gejala biasa dan wajar saja. Tetapi bagi Elisabet, itu gejala luar-biasa. Gerakan bayinya saat itu menjadi tanda dan nubuat. Elisabet langsung sadar bahwa ia berhadapan dengan “ibu Tuhan”. Pengenalan ini hanya mungkin, karena Elisabet dipenuhi Roh Kudus. Roh Kuduslah yang memungkinkan ia menangkap gerakan bayi di rahimnya sebagai nubuat, bahwa di rahim kerabatnya ada Tuhan. Sebuah pesan tersirat: hanya Roh Kuduslah yang memungkinkan kita mengenal kehadiran Anak Maria dalam pelbagai gejala dan peristiwa, juga yang biasa-biasa saja.

Maka, perjumpaan dua super-women ini sekaligus menjadi momen pewahyuan tentang anak-anak mereka. Sejak dalam kandungan, peran kedua anak itu sudah digariskan. Keduanya sudah saling mengenal dan saling menunjukkan. Yohanes paling pertama bergerak: Ia memang akan menjadi yang pertama berkarya. Karena ia menjadi bentara yang mempersiapkan umat menyambut Tuhan. Ia akan menjadi pendahulu yang “menghantar” manusia kepada Yesus. Hari ini ibunya mengenali Maria sebagai “ibu Tuhan” (ay. 43). Kelak, tugas Yohanes adalah mempersiapkan “jalan bagi Tuhan” (Luk. 3:4). “Perjumpaan” dengan bayi Yesus, membuat Yohanes melonjak kegirangan. Ini bukan suka-cita yang dangkal, tetapi sukacita yang mendalam. Yang terjadi adalah pertemuan antara janji (Yohanes) dan penggenapan (Yesus). Ini mengantisipasi seluruh inti karya Yesus: menggenapi janji para Nabi dan membawa kabar-sukacita serta kebahagiaan sejati, kemanapun Ia pergi.

Kekhususan Yesus tercermin dalam kemuliaan ibu-Nya. Maria “diberkati” Allah karena dua keutamaan. Pertama, karena dalam rahimnya ada Tuhan sendiri (ay. 42). Relasi khasnya dengan Yesus tidak mungkin dimiliki manusia lain. Hanya dialah bunda jasmani Almasih. Kedua, karena Maria percaya (ay. 45) akan Sabda Allah tentang Anaknya itu. Dialah model dan teladan bagaimana harusnya kita beriman. Percaya bahwa setiap kata, rencana dan janji Allah pasti terlaksana, sekaligus siap untuk dilibatkan dalam pelaksanaan janji dan rencana Allah itu.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja: Marilah kita berdoa bagi Gereja, agar menerima dari Roh Kudus, rahmat dan kekuatan untuk memperbarui dirinya dalam cahaya Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menanggulangi masalah rasialisme: Semoga pemerintah dikaruniai kejernihan hati dan pikiran dalam membimbing masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu perbedaan sosial, budaya dan ras yang mudah meledak. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami menyertai Santo Yoseph untuk memperoleh Roh Kerendahan Hati, agar dalam kemerdekaan sejati dapat menyerahkan diri kepada Kehendak-Mu. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s