Berdoalah, Agar TUHAN Menuntun

Renungan Harian Misioner
Selasa, 31 Agustus 2021
P. S. Raymundus Nonnatus

1Tes. 5:1-6,9-11; Mzm. 27:1,4,13-14; Luk. 4:31-37

Bacaan Injil mengisahkan tentang penyembuhan seseorang yang kerasukan roh jahat. Banyak orang yang menyaksikan itu kagum akan apa yang terjadi dalam proses penyembuhan itu, pada apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Yesus. Ia tidak hanya mengajar dengan otoritas, tetapi juga tindakan-Nya penuh kuasa. Otoritas Yesus itu tidak hanya tampak dalam hubungannya dengan manusia, namun itu berlaku juga untuk roh jahat. Hanya dengan satu perintah, roh jahat itu keluar dari orang yang kerasukan. “Diam, keluarlah daripadanya!” (Luk. 4:35) Apa yang dikatakan Yesus ini berbeda dengan para pengusir roh jahat pada zaman-Nya yang mengucapkan doa atau mantera yang panjang. Yesus tidak mengucapkan doa yang panjang, namun hanya dengan sabda-Nya, roh jahat menuruti perintah-Nya.

Dari mana Yesus mendapatkan kuasa itu, bahkan roh jahat pun taat pada perintah-Nya? Pertama, jelas bahwa Yesus menyadari identitas-Nya sendiri. Ketika roh jahat berkata, “Aku tahu, siapa Engkau: yang kudus dari Allah” (Luk. 4:34), Yesus menyuruhnya diam dan mengusirnya keluar dari orang yang kerasukan itu. Yesus tidak membutuhkan pengakuan dari roh jahat tentang identitas-Nya. Dengan tindakan Yesus ini, Yesus tidak mau membiarkan orang banyak yang melihat-Nya berpikir tentang mesias yang bersifat politis. Yesus menyadari bahwa tindakan-Nya bukanlah sebuah tindakan pribadi, namun selalu dalam kesatuan dengan Bapa-Nya.

Kedua, Yesus dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus! Setelah pembaptisan yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis, Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun. Ia kemudian kembali dan memulai karya pelayanan-Nya dengan kuasa Roh Kudus. Karenanya, tindakan Yesus selalu bersama dengan Roh Kudus, bukan semata-mata keinginan-Nya sendiri. Roh ini juga yang memberi-Nya kuasa untuk mengajar dengan penuh wibawa dan otoritas, dan sekaligus dengan tindakan penyembuhan. Roh Kudus juga memberikan pemahaman kepada-Nya, apa yang tidak dapat dipahami oleh manusia. Ketaatan Yesus pada Roh Kudus dengan membiarkan diri-Nya dituntun oleh Roh, memampukan Yesus melakukan apa yang Dia kehendaki. Dikisahkan dalam Injil, “Semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar” (Luk. 4:36).

Dengan pembaptisan yang kita terima, kita juga dipanggil untuk terus menjadi saksi akan karya penyelamatan yang sudah dimulai oleh Yesus. Karenanya, setiap perkataan dan perbuatan kita harus selaras dengan kehendak Allah sendiri. Dengan kesatuan kita bersama Allah – Bapa, Putera, dan Roh Kudus, pewartaan dan karya-karya kita menjadi berdaya guna bagi banyak orang. Perkataan dan perbuatan kita, hendaknya menuntun orang pada pengakuan akan Allah dan pada akhirnya sanggup memuliakan Allah!

Oleh karena itu, kita hendaknya membuka diri akan kehadiran Roh Kudus, agar kita pun selalu dituntun oleh-Nya. Menyadari pentingnya peran Roh Kudus dalam hidup kita dan terlebih lagi dalam pelayanan kita, kita harus berdoa untuk mendapatkan pengalaman pribadi akan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita. Tanpa relasi yang intim dengan Roh Kudus dan iman yang mendalam akan Allah, kita tidak dapat melakukan pewartaan dengan penuh otoritas atau pelayanan dengan penuh kuasa dan efektif dalam kerasulan kita. Dengan doa, Tuhan akan membimbing kita untuk memahami dengan tepat apa yang dikehendaki-Nya untuk kita lakukan dan bagaimana kita harus menjalani hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya.

(RP. Gabriel Joseph, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja: Marilah kita berdoa bagi Gereja, agar menerima dari Roh Kudus, rahmat dan kekuatan untuk memperbarui dirinya dalam cahaya Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menanggulangi masalah rasialisme: Semoga pemerintah dikaruniai kejernihan hati dan pikiran dalam membimbing masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu perbedaan sosial, budaya dan ras yang mudah meledak. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami menyertai Santo Yoseph untuk memperoleh Roh Kerendahan Hati, agar dalam kemerdekaan sejati dapat menyerahkan diri kepada Kehendak-Mu. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s