Menjadi Murid TUHAN

Renungan Harian Misioner
Jumat Biasa XXII, 3 September 2021
P. S. Gregorius Agung

Kol. 1:15-20; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 5:33-39

Sahabat misioner,
Injil hari ini menceritakan kaum Farisi dan ahli Taurat membuka konfrontasi dengan Yesus. Mereka mencerca para murid Yesus, “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula para murid kaum Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan minum.”

Ada dua pesan Tuhan dari percakapan ringkas kaum Farisi dan ahli Taurat dengan Tuhan Yesus itu. Yang pertama adalah jangan menunjuk kekurangan atau kesalahan orang lain, tapi akuilah dosamu sendiri. Kaum Farisi dan ahli Taurat merasa diri sebagai orang yang paling lurus dan benar dalam hidup beragama. Mereka kerap kali berlaku sebagai polisi atau pengawas orang lain dalam menaati adat istiadat dan tata aturan hidup keagamaan. Oleh karena itu ketika mereka melihat kekeliruan sedikit saja pada diri orang lain, dengan cepat mencerca dan menyalahkannya seperti yang mereka lakukan kepada para murid Yesus. Teguran itu bukan pertama-tama karena ketulusan hati mereka untuk membantu orang lain beriman secara benar, tetapi mau menyombongkan diri bahwa diri mereka lebih taat dari yang lain. Teguran itu didorong oleh kesombongan rohani. Di samping itu, mereka melakukan teguran karena sebenarnya hanya sekadar bersifat munafik dengan membebankan sederet aturan pada orang lain.

Dalam hidup sehari-hari, bisa jadi kita seperti kaum Farisi dan ahli Taurat itu. Tidak jarang kita lebih mudah melihat dan menunjuk kesalahan atau kekurangan orang lain, daripada kekurangan dan kesalahan kita sendiri. Bahkan kita malu mengakui kesalahan kita sendiri dan tidak berani meminta maaf kalau melakukan kesalahan. Lebih sering terjadi, kalau kita melakukan kesalahan dan diketahui orang lain, lalu kita mencari dalih-dalih alasan untuk membenarkan diri dan menimpakan kesalahan itu pada orang lain. Kesombongan rohani pun kadang kala ada dalam diri kita. Kita merasa lebih rajin berdoa, lebih taat dalam beragama.

Pesan yang kedua adalah bahwa menjadi murid Tuhan atau beriman kepada Kristus di samping “tata lahir”, tetapi yang lebih utama adalah “sikap batin” untuk membangun kebersamaan dengan Allah dan sesama. Tata lahir itu penting sebagai ungkapan sikap batin. Namun, hanya menonjolkan tata lahir dengan mengabaikan sikap batin, itu hanya berarti artifisial dan munafik. Orang yang hanya mementingkan tata lahir tanpa memperhatikan sikap batin adalah seperti kuburan, tampak luar bagus tapi sebenarnya dalamnya busuk. Murid Tuhan tidaklah demikian. Murid Tuhan memperhatikan keduanya: tata lahir dan sikap batin. Sikap batin berisi ikatan kuat antara kita manusia dengan Tuhan. Sikap batin ini tercermin dalam tata lahir: tutur kata, rasa perasaan, budi pikiran, dan perilaku.

Sikap batin yang senantiasa terarah pada Tuhan dan terbuka untuk dibarui terus-menerus membuka ruang bagi kita untuk tumbuh berkembang dalam relasi mendalam dengan Tuhan dan hidup damai dengan sesama. Pertumbuhan hidup batin ini tercermin dalam tata lahir: tutur kata santun bersaudara, rasa hangat bersahabat, pikiran positif dan tindakan ramah membawa perdamaian.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gaya hidup yang ramah lingkungan: Kita berdoa agar kita semua bisa membuat keputusan yang berani untuk gaya hidup yang sederhana dan ramah lingkungan, bersukacita bersama orang muda kita yang dengan tegas berkomitmen dengan hal ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Mereka yang tertekan masalah ekonomi: Semoga mereka yang tertekan oleh masalah ekonomi bisa menemukan usaha-usaha baru yang bisa menjadi sumber nafkahnya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mengarahkan sejarah hidup kami seperti sejarah hidup Santo Yoseph, yang Kau bimbing menyatu dengan para Leluhurnya, sebagaimana nampak dalam Alkitab. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s