Berakar pada YESUS dan atas YESUS

Renungan Harian Misioner
Selasa, 07 September 2021
P. S. Regina

Kol. 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11; Luk. 6:12-19

Dalam surat kepada umat di Kolose (Kol. 2:6-15), Paulus mengingatkan para muridnya bahwa mereka mengaku sudah “menerima Tuhan Yesus”. Oleh sebab itu, mereka dianjurkan untuk tetap menyatu dengan Sang Guru dan kalau berdoa “selalu dengan pengantaraan-Nya”. Mereka dianjurkan untuk membangun hidup mereka pada Yesus: berakar pada Dia dan atas Dia. Hal itu tidak senantiasa mudah. Sebab ada banyak tawaran lain, yang mungkin saja disodorkan dengan pegangan, seakan-akan diwariskan oleh para leluhur, walau tidak benar isinya. Paulus mengingatkan bahwa kebenaran hidup dipulihkan pada Yesus dan membuat hidup mereka pulih, seperti waktu diciptakan oleh Allah. Secara lahiriah mungkin saja keadaannya banyak nestapa dan papa, namun secara batiniah dan menyeluruh mereka sudah dipulihkan: “mendapat tiupan Roh Allah, sebagaimana terjadi dalam Kisah penciptaan”.

Marilah kita merenungkannya dalam situasi dan kondisi sekarang. Kondisi berat karena wabah, sakit dan dukacita keluarga, sangat sering membuat kita “menjauh dari Allah dan sangsi akan cinta kasih Allah”. Kita lupa bahwa sekian puluh tahun dialami oleh anak cucu Abraham dalam Ziarah Sinai menuju ke Tanah Terjanji: kadang kala mereka marah, tetapi akhirnya terpulihkanlah iman mereka kepada Allah, yang ada di balik Perjanjian, YANG LAMA SEKALI SUDAH DISAMPAIKAN ALLAH. Bersama mereka, marilah kita mengakui iman akan kesetiaan Allah. “Chesed” (=kasih setia) Allah senantiasa menyertai anak cucu Abraham; dan kita semua: dalam situasi dan kondisi yang paling buruk sekali pun. Marilah kita lihat, Yesus sudah mengingat kasih setia (=chesed) Allah, yang benar-benar dibuktikan, lewat Jalan Salib, Salib dan Kebangkitan Yesus. Kesengsaraan kita sekarang, perlu kita rasakan, renungkan dan jalankan bersama dengan dan dalam kesatuan dengan Tuhan Yesus: dalam Spirit Kasih yang penuh kesetiaan. Jangan lupa mendoakan “Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus” setiap saat.

BACAAN INJIL – LUKAS 6:12-19:
Diceriterakan, bagaimana Yesus mengawali tindakan mulianya (memilih kedua belas Rasul) dengan berdoa secara penuh ketakwaan kepada Allah Bapa, di tempat sunyi di pucuk gunung, sebagai ungkapan kesungguhan Hati-Nya. Cobalah kita refleksikan: apakah setiap mengambil keputusan penting, kita juga berdoa kepada Allah? Kita tahu, bahwa segala tingkah laku, termasuk tindakan batin kita dalam mempertimbangkan segala untuk mengambil keputusan penting, itu senantiasa dilingkupi kekudusan Roh Allah: pasti kita diundang untuk senantiasa melakukannya dalam kesatuan dengan Yesus.

Lukas kemudian mencatat dengan tepat, bagaimana Tuhan Yesus memilih 12 orang “kepercayaan-Nya”, seraya menegaskan bahwa Allah memanggil Duabelas Suku Israel untuk menjalankan ziarah memasuki Tanah Suci. Apakah Tuhan tidak bisa melihat bahwa salah satunya akan berkhianat? Sangat mungkin. Namun itulah Sang Putera (seperti Sang Pencipta), yang tentu tahu akan segala yang dapat terjadi pada para Ciptaan (di Firdaus) dan kedua belas Murid: namun cinta-Nya tetap memberi peluang kepada manusia untuk mengambil keputusan membalas cinta-Nya. Kalaulah cinta itu tidak “dijawab” secara baik, maka Allah dan Sang Putera tetap mencurahkan Roh Cinta tanpa berkekurangan. Cinta Allah memang tanpa batas.

Refleksi kita: apakah kita tahu diri, untuk menjawab cinta Allah secara baik? Apakah sekurang-kurangnya kita berani memohon dipenuhi Roh Cinta, yang dapat mengatasi segala kelemahan dan dosa kita? Sebab itulah isi Alkitab: mencatat, bahwa cinta Allah melampaui dosa-dosa kita. Marilah kita mengakui dosa-dosa kita. Sementara itu, hari ini adalah hari terakhir sebelum Perawan Maria dirayakan kelahirannya oleh Gereja: pada hari ini banyak sekali Tarekat yang menerima calon-calon anggota, supaya di hari Kelahiran Maria, warga baru boleh merayakan Ekaristi di “rumah baru mereka” dalam biara. Semoga Bunda Maria melindungi para warga Hidup Bakti yang baru dan mereka yang memperingati “masuknya ke dalam Hidup baru” membaktikan dirinya kepada Allah secara istimewa.

Refleksi kita: Mensyukuri Kitab Suci, yang mengingatkan kita senantiasa akan Kerahiman dan Cinta kasih Allah.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gaya hidup yang ramah lingkungan: Kita berdoa agar kita semua bisa membuat keputusan yang berani untuk gaya hidup yang sederhana dan ramah lingkungan, bersukacita bersama orang muda kita yang dengan tegas berkomitmen dengan hal ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Mereka yang tertekan masalah ekonomi: Semoga mereka yang tertekan oleh masalah ekonomi bisa menemukan usaha-usaha baru yang bisa menjadi sumber nafkahnya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mengarahkan sejarah hidup kami seperti sejarah hidup Santo Yoseph, yang Kau bimbing menyatu dengan para Leluhurnya, sebagaimana nampak dalam Alkitab. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s