Kasih dan Kebenaran Menuju Kehidupan Kekal

Renungan Harian Misioner
Jumat, 17 September 2021
P. S. Robertus Bellarminus

1Tim. 6:2c-12; Mzm. 49:6-7,8-9,17-18-20; Luk. 8:1-3

Misi: Mengikuti Yesus dan menjadi murid Yesus dalam segala kemampuan dan keterbatasan kita, merupakan cara elegan untuk membiarkan diri diubah dan diperkaya oleh Yesus sang Guru dari keterbatasan menjadi kesempurnaan.

Sesama sahabat misioner yang terkasih,
Sentuhan sabda Allah melalui surat Rasul Paulus kepada sahabatnya Timotius dan kisah yang ditampilkan penginjil Lukas, memiliki tekanan kebenaran iman yang menyelamatkan. Rasul Paulus mengajak Timotius untuk mengajarkan kepada komunitas umat beriman di saat itu, tentang kebenaran, kasih, kelembutan, ketabahan, kejujuran dan kebaikan. Ajakan Rasul Paulus kepada Timotius untuk menghentikan percekcokan, keserakahan, ketamakan, dan keadilan merupakan seruan kenabian dan seruan misi Gereja Perdana untuk melanjutkan pesan Yesus tentang kebenaran, kasih, kebaikan, kejujuran, kelembutan, dan ketabahan.

Sesama sahabat misioner yang terkasih,
Sementara injil Lukas, menunjukkan dua kelompok pengikut Kristus yakni kedua belas murid dan juga beberapa perempuan yang telah diluputkan dari berbagai penyakit dan roh-roh jahat. Perempuan-perempuan itu bukan saja mengikuti Yesus, melainkan melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka. Dalam kisah ini, Yesus menekankan kesetaraan dan kesejajaran martabat antara laki-laki dan perempuan. Kedua belas murid, berkeliling bersama Yesus dengan segala keterbatasan dan kemampuan mereka. Hal yang sama juga, terjadi pada para perempuan yang telah diselamatkan Yesus. Dengan kekayaan juga kekurangan, mereka bersedia untuk memberikan pelayanan yang sempurna kepada rombongan Yesus.

Sesama sahabat misioner yang terkasih,
Panggilan kita menjadi murid dan pengikut Kristus, pertama-tama adalah panggilan untuk mengikuti Yesus dalam seluruh perjalanan misi dan karya keselamatan-Nya. Artinya, membuka diri untuk mendengarkan isi pewartaan-Nya tentang Kerajaan Allah dan membiarkan diri kita mengalami semua karya penyelamatan-Nya, yang meluputkan kita dari berbagai kuasa kejahatan. Selain itu, menjadi murid dan pengikut Kristus artinya bersedia melayani dengan berbagai kemampuan yang kita miliki dan juga dengan segala keterbatasan yang melekat pada diri kita sebagaimana ditunjukan para perempuan yang mengikuti Yesus. Sementara pada bagian lain, menjadi murid dan pengikut Kristus artinya terus memaklumkan Kerajaan Allah yang di dalamnya terdapat kasih dan kebenaran, kebaikan dan kejujuran, keadilan dan perdamaian, sukacita dan pengharapan, ketabahan dan kelembuatan, keselamatan dan kehidupan.

Sesama sahabat misioner yang terkasih,
Ziarah iman kita, sedang berhadapan dengan tantangan yang menggiring kita untuk mengalami kebahagiaan sesaat. Tantangan yang dimaksud adalah kesombongan, keserakahan, popularitas diri yang tidak sesuai dengan semangat iman, mengejar harta kekayaan sambil merugikan orang lain, menghalalkan berbagai cara untuk melakukan tindakan kekerasan. Semua bentuk tantangan ini, hendaknya menjadi peluang iman agar kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan untuk melayani sesama dengan menggunakan berbagai kemampuan kita, juga segala keterbatasan dan kekurangan kita.

Sesama sahabat misioner yang terkasih,
Tampil sebagai murid Kristus, hendaknya menjadikan kita sebagai pejuang kesetaraan martabat antara laki-laki dan perempuan. Hendaknya kita membongkar dinding pemisah, yang selalu melihat laki-laki sebagai kelompok yang “lebih dan lebih”. Maka seruan kebenaran, kasih, kebaikan, kejujuran, dan keadilan harus menjadi kekuatan bagi kita para pengikut Kristus untuk membangun komunitas kaum beriman yang mencakup laki-laki dan perempuan. Sehingga terciptalah semangat saling melayani dan mengasihi.

Sesama sahabat misioner yang terkasih,
Bangunlah menara iman diatas kebenaran dan biarlah kemampuan dan keterbatasan kita disempurnakan oleh kuasa dan kemuliaan Tuhan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gaya hidup yang ramah lingkungan: Kita berdoa agar kita semua bisa membuat keputusan yang berani untuk gaya hidup yang sederhana dan ramah lingkungan, bersukacita bersama orang muda kita yang dengan tegas berkomitmen dengan hal ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Mereka yang tertekan masalah ekonomi: Semoga mereka yang tertekan oleh masalah ekonomi bisa menemukan usaha-usaha baru yang bisa menjadi sumber nafkahnya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mengarahkan sejarah hidup kami seperti sejarah hidup Santo Yoseph, yang Kau bimbing menyatu dengan para Leluhurnya, sebagaimana nampak dalam Alkitab. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s