YESUS Berjanji Akan Menguatkan Kita

Renungan Harian Misioner
Jumat, 24 September 2021
P. S. Gerardus dr Hungaria

Hag. 2:1b-10; Mzm. 43:1,2,3,4; Luk. 9:19-22

Di tengah situasi kita yang sulit saat ini, pesan dari bacaan Kitab Suci hari ini memberikan harapan baru kepada kita. Tuhan dapat melakukan mukjizat dalam hidup kita di luar ekspektasi dan imajinasi kita. Iman pada-Nya menjadi jaminan akan karya mukjizat itu bagi kita. Kisah dalam bacaan pertama memberi inspriasi bagi kita, bahwa ketika bangsa Israel dalam keadaan putus asa, Tuhan mengutus nabi Hagai untuk memberi mereka harapan baru, dan jaminan bahwa Ia selalu menyertai mereka. “Kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, kuatkanlah hatimu hai segala rakyat negeri, demikianlah firman Tuhan, bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu” (Hag. 2:5).

Bacaan Injil juga mengajak kita untuk mengenal Yesus secara lebih mendalam, pribadi yang memberi kita harapan baru, yang mendatangkan keselamatan bagi kita umat-Nya. Pertanyaan yang diajukan Yesus kepada para rasul-Nya, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” menjadi pertanyaan yang terus relevan bagi setiap orang Kristen. Jawaban kita tentang identitas Yesus merupakan buah dari perjumpaan atau relasi kita bersama-Nya. Petrus, mewakili Para Rasul dah seluruh Gereja memberikan jawaban, bahwa Yesus adalah “Mesias dari Allah”. Mesias berasal dari bahasa Ibrani “Messiah” yang berarti “yang terurapi”; sama dengan kata “Christos” dari bahasa Yunani yang berarti Kristus. Dengan demikian, Yesus adalah seorang yang terurapi, sebagai raja penyelamat Israel (manusia). Dalam Injil Matius, dikisahkan bahwa bukan manusialah yang menyatakan itu kepada Petrus, tetapi Bapa-Nya yang di Sorga (bdk. Mat. 16:17). Memberikan jawaban yang tepat, bukan berarti bahwa Petrus memahami arti sesungguhnya dari Mesias itu. Mesias yang digambarkan Yesus adalah Mesias bersifat spiritual, berbeda dengan anggapan orang Yahudi tentang kehadiran Mesias yang membebaskan mereka dari penjajahan, atau mesias politis. Inilah alasan mengapa Yesus melarang mereka untuk memberitakan identitas Yesus yang sesungguhnya.

Apa pentingnya pengakuan Petrus ini bagi kita pada saat ini? Pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias dari Allah, menjadi landasan iman kita saat ini. Dalam situasi ketika kita merasa putus asa, hilang harapan dan takut, kita menemukan kekuatan dalam kebangkitan Tuhan yang menyelamatkan. Dengan kata lain, iman akan Kristus yang bangkit menjadikan kita teguh ketika berada dalam kesulitan atau pun penderitaan. Dengan demikian, kita pun harus siap menjalani penderitaan untuk menikmati hidup baru. Iman ini mengandaikan bahwa, seperti Santo Petrus, kita tahu siapa Tuhan itu. Pengenalan kita akan Tuhan yang lebih mendalam mendatangkan keyakinan yang penuh pada-Nya. Hanya keyakinan yang tak tergoyahkan ini yang dapat membantu kita bertahan dari cobaan dan tantangan hidup, sebuah keyakinan yang bahkan mengatasi kematian.

Pengakuan iman kita pun mendatangkan konsekuensi yang harus diterima oleh setiap pengikut Kristus, yakni rela menderita demi kemuliaan Allah dan keselamatan manusia. Yesus tidak menjanjikan kemudahan bagi kita pengikut-Nya, namun Yesus menguatkan kita ketika kita berada dalam situasi penderitaan, kesulitan, dan tanpa harapan. Yesus sendiri memberikan jaminan itu karena Dia telah lebih dahulu mengorbankan diri-Nya bagi kita. Kita hanya harus belajar melihat kuasa penebusan dan penyembuhan dalam rasa sakit, penderitaan, kekecewaan, dan kegagalan hidup kita melalui apa yang telah ditunjukkan oleh Yesus sendiri. Janji Yesus akan kebahagiaan, bukanlah seperti kebahagiaan yang ditawarkan dunia kepada kita. Jelas bahwa setiap pengikut Kristus didorong untuk mencapai kebahagiaan yang sifatnya tidak sementara. Kebahagiaan yang essensial yang ditawarkan oleh Yesus adalah boleh berkumpul di dalam Kerajaan-Nya. Dan untuk mencapainya, hanya bisa melalui jalan yang telah dilewati Kristus sendiri. Marilah kita berdoa memohon roh kekuatan, agar memampukan kita bertahan dalam tantangan iman kita saat ini, bahkan ketika iman menuntut pengorbanan hidup kita.

(RP. Gabriel Joseph, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gaya hidup yang ramah lingkungan: Kita berdoa agar kita semua bisa membuat keputusan yang berani untuk gaya hidup yang sederhana dan ramah lingkungan, bersukacita bersama orang muda kita yang dengan tegas berkomitmen dengan hal ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Mereka yang tertekan masalah ekonomi: Semoga mereka yang tertekan oleh masalah ekonomi bisa menemukan usaha-usaha baru yang bisa menjadi sumber nafkahnya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mengarahkan sejarah hidup kami seperti sejarah hidup Santo Yoseph, yang Kau bimbing menyatu dengan para Leluhurnya, sebagaimana nampak dalam Alkitab. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s