Seberapa Sering Kita Membaca Kitab Suci?

Renungan Harian Misioner
Kamis, 30 September 2021
S. Hieronimus

Neh. 8:1-4a,5-6,7b-12; Mzm. 19:8,9,10,11; Luk. 10:1-12

Banyak dari kita pernah mendengar atau membaca “Jerome Biblical Commentary”, komentar atas Alkitab, yang amat dikenal mereka yang mau mempelajari Alkitab. Jerome, atau Hieronimus, membantu banyak orang dari pelbagai generasi berjumpa dengan Alkitab. Ia bukan hanya Pujangga Gereja, tetapi terutama seorang pribadi, yang memperkenalkan kita dengan pribadi-pribadi dalam Alkitab. Sangat berjasa.

BACAAN PERTAMA – NEHEMIA 8:1-13: Bacaan ini memperlihatkan, bagaimana Alkitab bukanlah sekadar rangkaian naskah atau lembar-lembar, yang ditulisi teks-teks yang berharga bagi anak cucu Abraham-Ishak-Yakub. Melalui Kitab Suci itu, generasi demi generasi diajak bersentuhan dengan Pribadi Allah sendiri, seraya menghormatinya, karena di situ mereka berjumpa dengan Yang Maha Agung. Dengan demikian, pembacaan Alkitab mengatasi segala acara baca-membaca surat dari leluhur, melainkan sampai ke Perjumpaan Peribadatan dengan Allah. Dengan bersama-sama membaca dan menghormatinya, kumpulan orang itu menjadi “Umat-Nya Allah”, yang “disapa oleh Allah” karena “Cinta kasih-Nya”.

Refleksi kita: Seberapa sering kita membaca Kitab Suci, sebagai ‘momentum yang suci’ untuk menyambut Sang Kudus? Seberapa penuh bakti kita memegang dan membaca Alkitab, juga kalau secara digital?

BACAAN INJIL – LUKAS 10:1-12: Tuhan Yesus diwartakan oleh Lukas, sebagai mengutus para murid,- bukan hanya Keduabelasan -, untuk mewartakan Kabar Gembira. Pewartaan Kabar Gembira, memang menceriterakan kisah-kisah kasih sayang Allah kepada manusia serta cinta bakti Sang Putera untuk menyelamatkan para pendosa. Dalam pada itu, para pewarta Kabar Gembira itu bukanlah sekadar tukang cerita mengenai kisah-kisah para leluhur. Para pewarta diutus sebagai “utusan personal” dan “hendaknya bersikap personal”,- sebagai “sahabat kepada siapa pun yang mau menyambut Kabar Gembira”. Itulah makna terdalam dari Pewartaan Kabar Gembira.

Refleksi kita: Apakah kita cukup menjunjung tinggi Kitab Suci? Apakah kita penuh kasih menyambut Allah, yang bersabda melalui peristiwa-peristiwa, yang disampaikan melalui Kitab Suci? Sejauh manakah kita memohon agar Roh Kudus menjiwai diri kita setiap kali merenungkan Sabda Tuhan? Ulangilah “Aku Percaya”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gaya hidup yang ramah lingkungan: Kita berdoa agar kita semua bisa membuat keputusan yang berani untuk gaya hidup yang sederhana dan ramah lingkungan, bersukacita bersama orang muda kita yang dengan tegas berkomitmen dengan hal ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Mereka yang tertekan masalah ekonomi: Semoga mereka yang tertekan oleh masalah ekonomi bisa menemukan usaha-usaha baru yang bisa menjadi sumber nafkahnya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mengarahkan sejarah hidup kami seperti sejarah hidup Santo Yoseph, yang Kau bimbing menyatu dengan para Leluhurnya, sebagaimana nampak dalam Alkitab. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s