Misi: Pergilah, Engkau Diutus

Hari ke-5
Selasa, 5 Oktober 2021
Peringatan : S. Faustina Kowalska, S. Anna Maria Gallo

Bacaan : Yun. 3:1-10
Injil : Luk. 10:38-42

Misi: Pergilah, Engkau Diutus

“Datanglah firman Tuhan kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: ‘Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu’. Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah.”
(Yun. 3:1-3)

Surat Apostolik Patris Corde: Terlalu sering kita berpikir bahwa Allah hanya mengandalkan bagian diri kita yang baik dan berhasil, sementara pada kenyataannya kebanyakan rencana-Nya terpenuhi dalam kelemahan kita, dan meskipun seperti itu adanya.

Yunus termasuk salah satu dari 12 nabi kecil pada masa pemerintahan Yerobeam II, raja Israel, abad VIII sM. Ia adalah orang Ibrani, berasal dari Gat-Hefer di Zebulon, sebelah timur-laut Nazaret. Ayahnya bernama Amitai sehingga dia sering disebut Yunus bin Amitai. Kisah Yunus sangat terkenal. Kita semua tentu sudah tahu tentang kisahnya. Yunus pernah ditelan ikan dan berada diperut ikan itu selama tiga hari.

Bagaimana Yunus bisa berada di perut ikan selama tiga hari? Ini berawal dari perutusan Yunus. Tuhan memanggil dan mengutus Yunus supaya ia pergi ke Niniwe memperingatkan seluruh punggawa pemerintahan dan rakyatnya karena laku kejahatan mereka telah sampai kepada Tuhan. Yunus tidak mau. Ia menolak panggilan Tuhan. Yunus melarikan diri menjauh dari Tuhan. Yang harusnya pergi ke Niniwe, tetapi Yunus justru berangkat berlayar ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Dalam pelariannya itu, Tuhan mendatangkan angin ribut sehingga kapal yang ditumpangi Yunus terhempas oleh gelombang air yang besar sampai kapal hampir tenggelam. Semua penumpang kapal panik. Mereka semua berseru pada allah mereka masing-masing, tetapi tetap tidak ada jawaban dan pertolongan apa pun. Setelah semua berunding dan bersepakat, Yunus dilemparkan ke dalam laut. Kemudian, redalah laut sesudah Yunus dilempar. Sementara itu, Tuhan mendatangkan ikan besar. Yunus ditelan ikan besar dan berada di perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Laut mengamuk dan angin badai mengguncang kapal sampai hampir hancur. Hal itu terjadi karena ulah Yunus membangkang dari panggilan dan perutusan Tuhan. Mau lari ke mana pun Tuhan akan “menangkapnya”. Kalau Tuhan telah berkehendak, semuanya akan terjadi. Kita manusia tidak bisa menghindar. Kalau kita tidak mau menanggapinya, kemudian pergi menghindari dan menjauhi-Nya, Tuhan akan terus mencari dan menemukan kita seperti terjadi pada diri Yunus.

Kita kadang menerima dorongan untuk melayani Tuhan dalam Gereja. Namun, sikap kita acuh tak acuh, berkelit sana-sini, cari alasan ini-itu. Kita seperti Yunus. Tidak jarang pula kita berpikir, “Aaahhhh… besok saja kalau sudah pensiun saya punya waktu dan kesempatan yang lebih leluasa, maka besok saja saya memberikan diri melayani Tuhan dalam Gereja.” Atau, “Aaahhh… saya masih muda. Saya merasa tidak pantas melayani Tuhan. Hidup saya penuh dosa sehingga tidak layak untuk melayani-Nya.” Kita ajukan alasan-alasan lain yang intinya sayang kalau saat ini saat masih giat-giatnya bekerja mencari nafkah waktuku terkurangi untuk melayani Tuhan.

Melayani, menjalankan misi Tuhan, mewartakan Injil adalah identitas murid Tuhan. Mewartakan Injil adalah panggilan Tuhan bagi setiap dari kita. Jangan menghindar. Waktu kita adalah waktu Tuhan. Waktu kita adalah milik Tuhan. Kita tidak perlu risau dengan kekurangan waktu, ketidakpantasan diri atau kekhawatiran-kekhawatiran lain. Kalau Tuhan menghendaki dan memanggil pastilah Tuhan menopang dan menyanggupkan kita.

Misi: Marilah kita berani menyediakan diri menjadi alat dan partner Tuhan. Kita siapkan diri mewartakan sukacita Injil dengan kata dan tindakan, dengan percakapan dan kesaksian hidup. (NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA SEDIH

  1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut
    “Ya, Bapa, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Mat. 26:39)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi diri kami, umat-Mu di Benua Asia, yang mengalami berbagai permasalahan dalam situasi pandemi saat ini. Banyak yang jatuh dalam kesedihan, putus asa, dan tak mampu menghadapi kehilangan baik kehilangan mata pencaharian, materi maupun orang yang dikasihi. Seperti halnya Yesus mau berpasrah dan berdoa pada-Mu dalam sakratul maut, berikanlah rahmat iman dan penyerahan diri pada setiap orang di benua kami. Mampukanlah kami menyadari bahwa di masa-masa pencobaan seperti ini, kami harus ingat untuk berserah pada-Mu dan tetap tekun dalam doa, agar pengharapan dan iman kami tetap teguh dan terjaga. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus didera
    “Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya.” (Mrk. 15:19-20a)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Oceania-Australia. Semoga mereka yang mengalami penganiayaan karena iman kepada-Mu, Engkau beri kekuatan dan penghiburan. Dalam masa penderitaan-Nya, ketika Yesus didera, diolok, diludahi, dipukul, bahkan ditelanjangi, Ia diam, tak membalas kejahatan dengan kejahatan, karena besarnya kasih yang Ia miliki di dalam diri-Nya. Semoga teladan ini dapat diikuti oleh setiap orang yang mengalami penderitaan dan ketidakadilan dari sesama mereka. Dan semoga setiap manusia Engkau rahmati dengan hati yang penuh belas kasih, sehingga dapat memperlakukan sesama dengan kasih, penghormatan dan keadilan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dimahkotai duri
    “Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya katanya, “Salam, hai raja orang Yahudi!” (Mrk. 15:17-18)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Eropa. Seringkali penderitaan dan peristiwa-peristiwa traumatis menjadi halangan iman bagi manusia untuk dapat tetap percaya bahwa Engkau selalu ada menyertai diri dan hidup mereka. Yesus, Anak-Mu, juga tak lepas dari penderitaan yang diakibatkan oleh manusia, meskipun Ia memiliki status sebagai Anak Raja. Belajar dari-Nya semoga umat di Benua Eropa juga Engkau mampukan bertahan melewati penderitaan hidup dan peristiwa-peristiwa traumatis yang mungkin harus mereka alami, sambil tetap teguh beriman, percaya bahwa tak sekali pun Engkau akan meninggalkan umat-Mu sendirian. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Golgota
    “Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.” (Yoh. 19:16b)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Amerika. Semoga mereka mampu untuk setia memanggul salib kehidupan di tengah arus dunia ini. Salib seringkali ditolak dan dihindari. Kami manusia cenderung hanya menginginkan kebahagiaan, kesejahteraan dan keabadian, bukan penderitaan, kesulitan dan kematian. Yesus sendiri memanggul salib-Nya dengan taat dan setia karena Ia percaya dan menerima semua kehendak-Mu. Semoga umat di Benua Amerika yang mengimani Kristus juga siap menghadapi salib, penderitaan dan kematian. Menerima salib sebagai bagian yang tak terpisahkan dari jatidiri sebagai umat Kristiani. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus wafat di salib
    “Yesus berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Luk. 23:46)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Afrika. Akhir-akhir ini banyak kematian terjadi diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Kematian seringkali dilihat bukan hanya sekadar sebagai kehilangan namun juga sebagai peristiwa buruk. Manusia kerap memeluk kehidupan dan segala isinya dengan terlalu kuat, sehingga menjadi gagap ketika tiba waktunya untuk melepaskan dan mengembalikannya kepada-Mu, Sang Pemilik Kehidupan. Semoga Engkau memampukan umat-Mu di Benua Afrika terutama mereka yang mengalami kematian orang terdekat, agar mampu menerima kematian dan mengingat bahwa kehidupan kekal yang Engkau janjikan bukan lah di dunia ini, melainkan di surga nanti. Karena kami percaya dengan kematian hidup bukan dilenyapkan namun hanya diubah. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s