Misi: Bersandar pada Kekuatan Allah

Hari ke-8
Jumat, 8 Oktober 2021
Peringatan : Simeon, S. Sergius dan Bakhus

Bacaan : Yl. 1:13-15; 2:1-2
Injil : Luk. 11:15-26

Misi: Bersandar pada Kekuatan Allah

“Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: ‘Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah pasti runtuh’.”
(Luk. 11: 17)

Surat Apostolik Patris Corde: Keluarga kudus harus menghadapi masalah konkret seperti halnya keluarga-keluarga lainnya, seperti banyak saudara migran kita yang bahkan saat ini mempertaruhkan hidup mereka yang dipaksa oleh situasi kemalangan dan kelaparan.

Jeanne Bigard adalah seorang gadis yang mempunyai hati untuk melayani dalam hidupnya. Dari kecil ia belajar dari ibunya untuk melayani Gereja dan mengasihi sesamanya. Namun ketika ayahnya meninggal, hal ini membuat ia berduka lantaran ayahnya tidak menerima sakramen pengurapan orang sakit. Dari peristiwa ini, ia menyadari bahwa pentingnya panggilan seorang imam. Ia mulai bangkit dan mengembangkan Serikat Panggilan. Dalam perjalanan mengembangkan serikat ini, ia banyak mengalami tantangan. Namun ia menyadari melalui doa ia mendapatkan kekuatan. Tuhanlah tempat ia bersandar, dan menjadi sumber kekuatan baginya dalam meneruskan perjuangannya. Harta benda dan tenaganya dipersembahkannya untuk Tuhan dalam karya ini. Sampai suatu ketika, ia merasa tidak sanggup lagi untuk meneruskan karya-karyanya. Dalam doanya, hanya terucap: “Ya Allah, aku tak sanggup lagi untuk meneruskan karya ini, aku bukanlah siapa-siapa, ke dalam tangan-Mu aku serahkan diriku dan juga karya ini, karena Engkaulah yang mampu melakukan segala sesuatu”.

Jeanne Bigard adalah contoh orang beriman, yang bersandar pada kekuatan Allah. Maka, kita pun sebagai pengikut Yesus, dituntut untuk memiliki iman yang kuat, berserah pada-Nya. Melalui doa, dan firman-Nya kita mengenal Allah yang mengasihi kita. Dialah tempat kita bersandar, dan menimba kekuatan dari-Nya. Tuhan menjadi sumber pengharapan bagi kita untuk selalu memandang ke depan, selalu ada harapan yang lebih indah, kehidupan yang lebih baik, dan keselamatan yang hanya berasal dari pada-Nya.

Dalam Injil hari ini Yesus dikatakan mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Bahkan ada juga yang meminta tanda dan ingin mencobai-Nya. Tapi Tuhan Yesus mengetahui hati mereka, maka Tuhan Yesus berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah pasti runtuh” (Luk. 11:17). Tuhan Yesus mengusir setan dengan kuasa Allah, karena Yesus lah Allah yang telah hadir di tengah-tengah kita. Yesus mempunyai kuasa atas Beelzebul, kepala setan. Beelzebul taat kepada perintah Yesus, karena Yesus adalah Allah yang berkuasa di atas manusia dan seluruh makhluk, dan karena hanya Allah lah satu-satunya yang memiliki kuasa atas setan. Bagaimana dengan kita sebagai anak-anak Allah, apakah kita mampu mengalahkan setan-setan yang ada dalam diri kita?
Tuhan Yesus mengatakan: “Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barang siapa tidak berkumpul bersama Aku, ia menceraiberaikan”. Jadi jelas ketika kita bersatu dengan Yesus kita ada dipihak-Nya. Bersama Yesus berarti kita menjadi lebih kuat, rumah kita pun dipersenjatai dengan sangat baik, dan tak satu pun orang yang mampu masuk untuk menjajah maupun menguasai kita. Namun jika kita bercerai dengan Yesus, roh jahat pun datang untuk menguasai diri kita. Nah, mana yang kita pilih? Bersatu dengan Tuhan Yesus, atau terpisah dari-Nya?

Sebagai pengikut Tuhan Yesus, kita perlu bersatu dengan-Nya. Ketika kita bersatu dan bersandar pada kekuatan-Nya, kita akan dimampukan menghadapi segala tantangan, cobaan, dan penderitaan. Terlebih di saat ini, situasi wabah Covid-19 membuat orang takut, khawatir, dan gelisah. Saat ini, kita sungguh memerlukan kekuatan dari Allah. Dialah tempat kita bersandar untuk mendapatkan kekuatan setiap hari. Karena hanya di dalam Allah kita dapat menaruh harapan baru. Dialah yang dapat menjadi pegangan kita dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan. Seperti yang dialami oleh Jeanne Bidard pendiri Serikat Pengembangan Panggilan dan juga keluarga di Nazaret. Dalam Surat Apostolik Patris Corde dikatakan: Keluarga kudus harus menghadapi masalah konkret seperti halnya keluarga-keluarga lainnya, seperti banyak saudara migran kita yang bahkan saat ini mempertaruhkan hidup mereka yang dipaksa oleh situasi kemalangan dan kelaparan. Dalam situasi demikian, keluarga Nazaret berusaha, berjuang dan tidak lupa memohon pada kekuatan dari Allah sendiri, dalam berbagai tantangan yang dihadapinya.

Misi: Membangun sikap batin untuk bersandar pada kehendak dan kekuatan Allah. (YH)

(Sr. Yohana Halimah – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA SEDIH

  1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut
    “Ya, Bapa, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Mat. 26:39)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi diri kami, umat-Mu di Benua Asia, yang mengalami berbagai permasalahan dalam situasi pandemi saat ini. Banyak yang jatuh dalam kesedihan, putus asa, dan tak mampu menghadapi kehilangan baik kehilangan mata pencaharian, materi maupun orang yang dikasihi. Seperti halnya Yesus mau berpasrah dan berdoa pada-Mu dalam sakratul maut, berikanlah rahmat iman dan penyerahan diri pada setiap orang di benua kami. Mampukanlah kami menyadari bahwa di masa-masa pencobaan seperti ini, kami harus ingat untuk berserah pada-Mu dan tetap tekun dalam doa, agar pengharapan dan iman kami tetap teguh dan terjaga. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus didera
    “Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya.” (Mrk. 15:19-20a)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Oceania-Australia. Semoga mereka yang mengalami penganiayaan karena iman kepada-Mu, Engkau beri kekuatan dan penghiburan. Dalam masa penderitaan-Nya, ketika Yesus didera, diolok, diludahi, dipukul, bahkan ditelanjangi, Ia diam, tak membalas kejahatan dengan kejahatan, karena besarnya kasih yang Ia miliki di dalam diri-Nya. Semoga teladan ini dapat diikuti oleh setiap orang yang mengalami penderitaan dan ketidakadilan dari sesama mereka. Dan semoga setiap manusia Engkau rahmati dengan hati yang penuh belas kasih, sehingga dapat memperlakukan sesama dengan kasih, penghormatan dan keadilan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dimahkotai duri
    “Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya katanya, “Salam, hai raja orang Yahudi!” (Mrk. 15:17-18)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Eropa. Seringkali penderitaan dan peristiwa-peristiwa traumatis menjadi halangan iman bagi manusia untuk dapat tetap percaya bahwa Engkau selalu ada menyertai diri dan hidup mereka. Yesus, Anak-Mu, juga tak lepas dari penderitaan yang diakibatkan oleh manusia, meskipun Ia memiliki status sebagai Anak Raja. Belajar dari-Nya semoga umat di Benua Eropa juga Engkau mampukan bertahan melewati penderitaan hidup dan peristiwa-peristiwa traumatis yang mungkin harus mereka alami, sambil tetap teguh beriman, percaya bahwa tak sekali pun Engkau akan meninggalkan umat-Mu sendirian. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Golgota
    “Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.” (Yoh. 19:16b)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Amerika. Semoga mereka mampu untuk setia memanggul salib kehidupan di tengah arus dunia ini. Salib seringkali ditolak dan dihindari. Kami manusia cenderung hanya menginginkan kebahagiaan, kesejahteraan dan keabadian, bukan penderitaan, kesulitan dan kematian. Yesus sendiri memanggul salib-Nya dengan taat dan setia karena Ia percaya dan menerima semua kehendak-Mu. Semoga umat di Benua Amerika yang mengimani Kristus juga siap menghadapi salib, penderitaan dan kematian. Menerima salib sebagai bagian yang tak terpisahkan dari jatidiri sebagai umat Kristiani. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus wafat di salib
    “Yesus berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Luk. 23:46)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Afrika. Akhir-akhir ini banyak kematian terjadi diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Kematian seringkali dilihat bukan hanya sekadar sebagai kehilangan namun juga sebagai peristiwa buruk. Manusia kerap memeluk kehidupan dan segala isinya dengan terlalu kuat, sehingga menjadi gagap ketika tiba waktunya untuk melepaskan dan mengembalikannya kepada-Mu, Sang Pemilik Kehidupan. Semoga Engkau memampukan umat-Mu di Benua Afrika terutama mereka yang mengalami kematian orang terdekat, agar mampu menerima kematian dan mengingat bahwa kehidupan kekal yang Engkau janjikan bukan lah di dunia ini, melainkan di surga nanti. Karena kami percaya dengan kematian hidup bukan dilenyapkan namun hanya diubah. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s