Misi: Menampakkan Kasih Allah

Hari ke-27
Rabu, 27 Oktober 2021
Peringatan : S. Frumensius

Bacaan : Rm. 8:26 -30
Injil : Luk. 13:22-30

Misi: Menampakkan Kasih Allah

“Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”
(Luk. 13:30)

Surat Apostolik Patris Corde: Santo Yusuf mengingatkan kita bahwa yang tampaknya tersembunyi atau di “barisan kedua” memiliki peran tak tertandingi dalam sejarah keselamatan. 

Di zaman yang serba kompetitif ini, sebagian besar manusia selalu berlomba untuk menjadi yang terbaik, terdepan, terhebat, terkenal, dan sukses. Penilaian cenderung terarah pada apa yang tampak di depan mata. Manusia berlomba-lomba untuk tampil, mencari panggung, sorotan dan tepukan atas kecerdasan, kemampuan, serta pesona dirinya, baik itu yang asli maupun yang palsu. Ya, pesona dapat diciptakan dengan polesan, seperti sapuan make-up untuk menutupi wajah yang ada di baliknya. Make-up itu penting karena popularitas hanya akan didapatkan oleh mereka yang mampu tampil memukau, bersinar dan mempesona.

Pola kehidupan seperti itu dapat menyeret manusia ke dalam arus duniawi dan menggerus nilai-nilai penting (keutamaan). Orang menjadi gampang terobsesi dengan ilusi duniawi akan kekayaan, kesuksesan, kekuasaan, popularitas, dan menjadi terus-menerus haus akan pengakuan serta pujian. Masing-masing sibuk mengejar kepuasan dan mimpi diri, semakin lupa akan jati diri azali-nya sebagai ciptaan Allah dan panggilan yang diberikan.

Bagi dunia yang tercepat adalah yang terdepan, terhebat dan terbaik. Bagi Tuhan, yang terdahulu bisa menjadi yang terakhir dan yang terakhir bisa menjadi yang terdahulu. Teori manusia dan Tuhan bertolak belakang. Dalam rumus dan kalkulasi manusia ada kepastian, sesuai dengan poin-poin syarat yang berlaku. Bagi Tuhan tidak ada kepastian atau jaminan, manusia boleh berusaha sebaik-baik yang ia mampu, Tuhan lah yang akhirnya nanti akan menentukan. Segalanya terletak pada kemurahan hati Tuhan, bukan pada timbangan jasa, usaha, kehebatan maupun prestasi manusia. Lalu mengapa kita masih terus mengejar kesia-siaan?

Kita terbiasa mengejar target, dan terbiasa menghitung pencapaian. Dengan Tuhan, segala strategi, dan kecerdikan manusia dimentahkan. Mengapa? Karena bukan itu yang Tuhan inginkan dari manusia. Tuhan tidak ingin pembuktian kehebatan diri kita. Dia lah yang menciptakan kita, dari debu tanah, dari sesuatu yang tidak berarti. Dia pulalah yang meletakkan kemampuan dan kehebatan dalam diri kita. Jika pun selama ini hidup kita terasa sempurna, itu hanya karena Tuhan masih berkenan. Namun jika perkenanan-Nya tak ada lagi, dalam sekejap mata semua yang kita pikir kita miliki itu bisa hilang, lenyap tak berbekas.

Pikiran Allah jelas berbeda dengan pikiran manusia. Akankah kita sanggup memahami pikiran-Nya? Mungkin saja, jika kita mau berusaha, pertama-tama dengan menanggalkan kesombongan diri kita, dan mengakui keberadaan-Nya sebagai Allah Pencipta yang Maha Kuasa. Menempatkan Dia di atas segala-gala-Nya. Kita ingat kembali jati diri kita sebagai ciptaan, anak-anak Allah. Apa yang Allah inginkan dari kita? Ia menghendaki kita memakai hidup kita untuk memuliakan-Nya, bukan diri kita. Dan semua itu dapat kita lakukan hanya ketika kita mau berhenti sibuk mempromosikan diri dan mengejar kekuasaan serta popularitas fana. Kita harus belajar menundukkan diri dan hati, seperti halnya Santo Yusuf, yang tak tampak di mata dunia namun tetap teguh menjalankan tugas-tugasnya di dunia, menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah keselamatan.

Misi: Pikiran Allah berbeda dengan pikiran manusia. Manusia selalu ingin menjadi yang pertama, terkenal, sukses, dll. Namun, Allah akan membalikkan apa yang dipikirkan manusia. Kita belajar memahami pemikiran Allah, karena Allah yang akan bertindak. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA MULIA

  1. Yesus bangkit dari antara orang mati
    “Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.” (Mat. 28:5-6)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi diri kami dan semua orang di Benua Asia. Situasi hidup saat ini tak menentu, dan seakan-akan kami kehilangan kepastian hidup. Seringkali kami jatuh dalam ketakutan dan kekhawatiran karena perubahan hidup yang terjadi secara mendadak. Mampukanlah kami untuk dapat bangkit, seperti halnya Yesus bangkit mengalahkan kematian. Semoga kami pun dapat bangkit dari rasa takut, khawatir, putus asa dan keterpurukan iman kami akan hari esok yang lebih baik. Semoga kehidupan baru, menerangi seluruh Benua Asia dengan terang pengharapan dan keselamatan-Mu. Dan pada akhirnya kami juga Engkau izinkan beroleh kemuliaan dalam nama-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus naik ke surga
    “Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. ‘Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit?’ Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.” (Kis. 1:9-11)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami semua mengarahkan tatapan kami saat ini hanya kepada-Mu. Secara khusus kami mendoakan Benua Oceania-Australia. Semoga setiap orang yang mengimani-Mu dalam perjuangan dan pergumulan hidup mereka saat ini, Engkau berikan kekuatan dan perlindungan. Engkau telah mengangkat Anak-Mu, Yesus ke surga, dan memuliakan-Nya setelah melalui penderitaan, sengsara dan kematian. Semoga Engkau juga mau mengangkat setiap hati dan jiwa umat-Mu di Benua Oceania-Australia, meringankan segala kesulitan dan derita hidup mereka, serta menguatkan harapan dan iman mereka akan kemuliaan yang kelak akan Engkau anugerahkan kepada semua orang yang tetap setia pada-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Roh Kudus turun atas para rasul
    “Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk […] lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberitakan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.” (Kis. 2:2.4)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon kehadiran Roh Kudus-Mu, khususnya di Benua Eropa. Semoga di tengah situasi sulit pandemi Covid-19 ini, umat-Mu di Benua Eropa senantiasa mendapatkan tuntunan Roh Kudus, agar dapat tetap teguh beriman, dan memiliki belas kasih kepada sesama yang membutuhkan. Berikanlah Roh Pengetahuan dan Kebijaksaaan, yang membantu mengarahkan pikiran dan hati untuk menjadikan-Mu sebagai pusat pengharapan dan sukacita dalam segala kesulitan dan pencobaan di dunia. Semoga Roh-Mu selalu membarui setiap hati dan menuntun iman umat-Mu di Benua Eropa. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria diangkat ke surga
    “Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita juga percaya bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” (1 Tes. 4:14.17)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami persembahkan Benua Amerika ke dalam tangan-Mu. Seperti Bunda yang diangkat ke surga, angkatlah juga setiap hati manusia yang berada di Benua Amerika, sehingga menyatu dalam persekutuan yang utuh dengan-Mu melalui iman yang teguh. Berikanlah penghiburan kepada mereka yang ditinggal oleh orang-orang yang mereka kasihi. Kuatkanlah iman mereka sehingga mereka tetap percaya bahwa bersama Yesus yang telah mati dan bangkit, orang-orang yang telah lebih dulu meninggalkan dunia ini juga akan dibangkitkan dan diangkat ke surga. Sambil menantikan waktu di mana kami semua juga akan kembali dikumpulkan bersama-Mu selama-lamanya. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria dimahkotai di surga
    “Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” (Why. 12:1)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ke hadirat-Mu untuk mempersembahkan Benua Afrika. Pandanglah umat-Mu di benua ini, yang sering mengalami banyak masalah, konflik, ketidakadilan, kemiskinan, dan sakit-penyakit. Berikanlah tanda harapan untuk dapat meneguhkan iman yang rapuh dan hati yang tenggelam dalam keputusasaan. Semoga dengan teladan Bunda Maria, umat-Mu di Benua Afrika sanggup menjalani hidup mereka dengan ketaatan dan kepasrahan penuh akan kehendak-Mu. Kami berharap mahkota kemuliaan Engkau anugerahkan juga di atas setiap hati yang menjerit dan menangis. Semoga mereka mendapatkan kembali harkat dan martabat mereka sebagai manusia yang Engkau kasihi dan ciptakan setara satu dengan yang lainnya. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s