Misi: Membangun Jembatan dan Bukan Tembok Pemisah

Hari ke-28
Kamis, 28 Oktober 2021
Peringatan : S. Simon dan Yudas

Bacaan : Ef. 2:19-22
Injil : Luk. 6:12-19

Misi: Membangun Jembatan dan Bukan Tembok Pemisah

“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Yesus sebagai batu penjuru.”
(Ef. 2:19-20)

Surat Apostolik Patris Corde: Sebagai keturunan Daud (bdk. Mat. 1:16-20), yang dari akarnya Yesus akan bertunas menurut janji yang dibuat nabi Natan kepada Daud (bdk. 2Sam. 7), dan sebagai suami Maria dari Nazaret, Santo Yusuf adalah sendi yang menghubungkan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. 

Ada orang yang hanya senang membaca Kitab Suci Perjanjian Lama, namun tak menyukai Perjanjian Baru. Ada lagi orang yang hafal isi Perjanjian Baru tetapi menolak membaca Perjanjian Lama, dengan alasan bahwa kisah-kisah di Perjanjian Lama mirip dongeng dan tidak penting. Baginya yang terpenting adalah Injil, di mana Yesus hadir dan berkarya.

Pandangan seperti ini jelas keliru. Kita tak bisa memperlakukan Kitab Suci seperti makanan, minuman atau barang lain, yang bisa kita pilih mana yang kita sukai saja, dan kita buang bagian yang tidak kita inginkan. Kitab Suci harus dibaca dan dipahami secara keseluruhan, dari awal hingga akhir, dari PL ke PB. Jangan sibuk mempersoalkan bentuk dan gaya penulisannya, yang terpenting adalah isi, makna dan pesan yang ada di baliknya.

Perjanjian Lama bukanlah hanya kumpulan cerita zaman kuno. Dari PL kita temukan sejarah penciptaan. Kita bisa paham bagaimana manusia pertama jatuh ke dalam dosa dan terpisah dari Allah. Kita juga dapat menemukan perjuangan dan pergumulan bangsa Israel, umat pilihan Allah di sana. Itu dapat kita jadikan refleksi bagi perjuangan hidup kita sebagai umat Allah. Lalu kisah para nabi dan tokoh-tokoh hebat maupun biasa, bahkan hingga yang tak bernama, menjadi jejak-jejak yang akan menghantar kita kepada Yesus. Perjanjian Lama tak terpisahkan dari Perjanjian Baru. Penting untuk mengetahui dan menghargai sejarah, dalam upaya untuk membangun masa kini serta masa depan.

Mengerti akan sejarah membuat kita menyusuri akar kehidupan. Sebelum agama Katolik maupun Kristen ada, agama Yahudi yang mula-mula muncul. Yesus yang sering disebut “Anak Daud’ adalah orang Yahudi. Raja Daud adalah orang Yahudi, bangsa Israel. Sementara kakek Daud, Obed, adalah anak dari Boas, juga seorang Israel. Sedangkan Rut isterinya adalah seorang perempuan Moab, bangsa asing. Darah Yesus tidaklah murni dari bangsa Israel saja. Ini seakan-akan mau memperlihatkan bahwa dari awal Allah mau membuka sekat genetik yang mengalir dalam darah manusia. 

Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita ini umat asing karena kita tidak berdarah Yahudi dan bukan bangsa Israel? Tidak demikian adanya. Benar bahwa dulunya Israel adalah umat pilihan Allah, namun sekarang semua orang, tanpa terkecuali, yang telah dibaptis dalam nama Kristus Yesus, adalah umat Allah. Kristus lah yang telah mempersatukan kita semua, “yang dahulu jauh sudah menjadi dekat oleh darah Kristus” (Ef. 2:13). Bersama Kristus, kita bukan lagi orang “asing”. Dan Kristus Sang Damai Sejahtera dengan salib-Nya telah mempersatukan semua pihak, merobohkan tembok pemisah, yaitu perseteruan (bdk. Ef. 2:14).

Pembaptisan adalah sebuah inisiasi, di mana kita masuk ke dalam kehidupan baru, di mana tak ada lagi pembedaan antara orang Yahudi atau non-Yahudi, suku asli atau orang asing. Kita semua menjadi sama di mata Tuhan, sebagai murid-murid-Nya dan sekaligus anak-anak Allah. Kita semua, dari bangsa dan suku mana pun dijadikan satu keluarga Allah.

Yesus mengajak kita membuka sekat dan batas, merobohkan tembok-tembok pemisah, termasuk sekat dalam pikiran kita. Sempit berpikir sering membuat kita menjadi kerdil, berpegang teguh pada apa yang salah, dan mengimani kesesatan. Buka hati dan pikiran, agar dapat menjadi jembatan-jembatan damai penghubung manusia, seperti halnya Santo Yusuf menjadi sendi penghubung antara PL dan PB. (BIL)

Misi: Pembaptisan menjadikan kita anak-anak Allah, atau sebagai warga Kerajaan Allah. Sebagai keluarga Allah kita pun diutus seperti para rasul dan para nabi untuk mewartakan Kasih Allah. Kita diutus membangun jembatan-jembatan kasih yang menghubungkan hati banyak orang, dan bukan tembok-tembok pemisah dengan iri, dengki, dsb.

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA TERANG

  1. Yesus dibaptis di sungai Yordan
    “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat. 3:16-17)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi diri kami di Benua Asia. Semoga sebagai umat Kristiani melalui pembaptisan yang Engkau anugerahkan kepada kami, dapat menjadikan kami saksi-saksi iman. Mampukanlah kami untuk tampil membawa damai sejahtera di mana pun kami berada, terutama dalam kehidupan beragama yang majemuk di benua kami ini. Semoga kami selalu menyadari tugas perutusan kami melalui rahmat baptisan, untuk menjadi jembatan persaudaraan dan persatuan bukan hanya di kalangan umat yang seiman, namun juga di antara sesama yang tidak mengenal dan percaya pada-Mu. Ajari kami menggunakan bahasa kasih dalam dialog antaragama dan selalu bersukacita dalam hidup kami, sehingga terang Injil dapat bersinar di dunia ini. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menyatakan diri-Nya pada pesta perkawinan di Kana
    “Atas permintaan Maria, bunda-Nya, Yesus mengatasi kekurangan anggur. Hal itu dilakukan Yesus […] sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” (Yoh. 2:11)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Oceania-Australia. Dalam segala kekurangan dan keterbatasan hidup yang dialami saat ini, kami percaya bahwa Engkau selalu tahu dan peduli pada umat-Mu. Seperti halnya Yesus, Putera-Mu mengatasi kekurangan anggur dan membuat mukjizat pada waktu itu, kami pun yakin bahwa segala kekurangan hidup kami saat ini akan Engkau lengkapi dengan cinta dan belas kasih-Mu. Angkatlah semua kekhawatiran dan keraguan di hati setiap umat-Mu di Benua Australia-Oceania. Mampukanlah setiap hati untuk teguh percaya bahwa pada waktunya nanti Engkau akan menyatakan kemuliaan-Mu, yang sanggup mengatasi segala masalah dan kesulitan di dunia. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan
    “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu.” (Mat. 4:17.23)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Eropa. Panggilan pertobatan yang Yesus serukan di seluruh Galilea, semoga juga menggaung di seluruh Benua Eropa. Jamahlah setiap hati yang telah dingin dan jauh dari pada-Mu. Mendekatlah dan biarkan setiap jiwa kembali bersekutu dengan-Mu. Semoga para pewarta iman di Benua Eropa tetap tekun memberitakan Injil, Kabar Sukacita dan keselamatan hingga ke pelosok-pelosok benua. Sehingga jiwa-jiwa yang telah hilang dapat kembali menemukan jalan untuk pulang kepada-Mu, dan menyadari bahwa Engkau lah satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menampakkan kemuliaan-Nya
    “Yesus berubah rupa di sebuah gunung yang tinggi. Wajah-Nya bercahaya seperti matahari. Allah bersabda kepada tiga rasul Yesus, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Mat. 17:2.5)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Amerika. Semoga mereka yang telah berjumpa dengan Yesus Kristus dalam kehidupan mereka sehari-hari dan mampu melihat kemuliaan-Nya, dapat menjadi saksi-saksi iman yang handal dan militan. Tak goyah dan gampang putus asa menghadapi zaman modernisasi ini, yang seringkali membuat manusia menjadi arogan dan menyangkali keberadaan-Mu sebagai satu-satunya Pencipta dan Penguasa dunia dan akhirat. Semoga setiap telinga di Benua Amerika Engkau jamah sehingga mau mendengarkan Firman Putera-Mu, melalui Injil yang diberitakan para saksi. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menetapkan Ekaristi
    Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka. Ia berkata, “Inilah darah-Ku yang ditumpahkan bagi banyak orang.” (Mrk. 14:22-24)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Afrika. Melalui Ekaristi Yesus memberikan contoh bagaimana seharusnya mengucap syukur untuk segala yang telah Engkau berikan, dan mewujudkan syukur itu bukan hanya melalui doa atau ucapan saja, melainkan juga dengan membagi-bagikan apa yang dimiliki kepada orang lain. Semoga semangat berbagi ini dapat hidup dan tumbuh di Benua Afrika, sehingga mereka yang miskin, terlantar dan membutuhkan pertolongan, juga dapat merasakan rahmat kasih-Mu melalui uluran tangan dari sesama. Sehingga setiap mulut mampu menaikkan pujian dan syukur pada-Mu meskipun dalam kekurangan hidup mereka. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s