Misi: Mengutamakan yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel

Hari ke-30
Sabtu, 30 Oktober 2021
Peringatan : S. Marcellus

Bacaan : Rm. 11:1-2a,11-12,25-29
Injil : Luk. 14:1.7-11

Misi: Mengutamakan yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel

“Tetapi apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silahkan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.”
(Luk. 14:10)

Surat Apostolik Patris Corde: Setiap orang dapat menemukan dalam diri Santo Yusuf laki-laki yang tidak diperhatikan sehari-hari, bijak dan tersembunyi – seorang perantara, seorang pendukung dan seorang pembimbing pada masa-masa sulit.

Sahabat misioner,

Kita mengenal istilah VIP dan VVIP. VIP adalah very important person, yaitu hak istimewa yang diberikan kepada orang yang lebih terhormat daripada orang-orang biasa. VVIP adalah very very important person, yaitu hak istimewa terpenting yang diberikan kepada orang yang paling terhormat. Hak-hak istimewa itu biasanya diberikan kepada para pejabat, kaum elite atau orang-orang penting lainnya. Dalam hal tertentu, hak istimewa itu bahkan diperjualbelikan sehingga siapa saja bisa memperolehnya asal dia berduit. Orang-orang pun senang mendapatkan hak-hak istimewa tersebut karena hal itu membawa orang pada kenyamanan, kemuliaan, kehormatan. Injil hari ini pun memberikan kesaksian, “Tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat terhormat.” Siapa sih yang tidak menghendaki tempat terhormat?! Hampir setiap orang berhasrat akan tempat terhormat.

Kemuliaan, kebesaran, keistimewaan. Ya! Inilah yang didambakan setiap orang. Sejak kanak-kanak, kita masuk sekolah, menempuh pendidikan sampai tingkat tinggi, kemudian meniti karir. Kita bekerja, berjerih payah dan bersusah-susah. Semuanya didorong oleh hasrat untuk mendapatkan kesuksesan dan kemuliaan hidup. Dari sini, ada peribahasa berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Orang akan bangga kalau bisa meninggikan diri dan mendapatkan kebesaran. Namanya populer dan dihormati banyak orang. Bahkan, tidak jarang orang saling sikut dan menjatuhkan demi memperoleh kesuksesan, kemuliaan, kebesaran, kehormatan. Setiap orang tua pun mendambakan anak-anaknya kelak memperoleh kesuksesan dan mencapai kemuliaan. Kita senang kalau menjadi yang terdepan dan dielu-elukan. Namun, awas! Kalau sudah mendapatkan itu semua, kecenderungannya adalah sombong, kemudian gampang merendahkan orang lain. Begitulah yang lazim terjadi dalam kehidupan seseorang.

Sabda Kristus dalam Injil hari ini menasihati kita untuk rendah hati. Setiap orang boleh saja menempati kedudukan tinggi dan terhormat, namun lebih utama harus bersikap rendah hati. Kerendahan hati diwujudkan dengan mengutamakan yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel (difabel = different ability = cacat/berkemampuan yang berbeda/berkebutuhan khusus). Kalau Yesus Tuhan mengatakan, “Tetapi apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah.” Perkataan Tuhan ini berarti meminta kita untuk lebih memperhatikan dan mengutamakan yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Pergi ke tempat yang paling rendah berarti juga mengikut gerak penjelmaan Allah Putera. Ia yang adalah Allah berkenan merendahkan diri-Nya, turun menjadi manusia seperti kita. Bahkan Ia mengambil rupa hamba, menderita disiksa, dan disalibkan. Tetapi, Allah Bapa-Nya menerima tindakan merendahkan diri serendah-rendahnya itu dengan membangkitkan-Nya dari mati dan memberi-Nya kemuliaan.

Oleh karena itu, marilah kita terus-menerus belajar rendah hati. Kita berlaku mengutamakan yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Kita jalankan laku pengosongan diri supaya Allah sendiri yang mengisi hidup kita dengan kelimpahan cinta-Nya.

Misi: Allah yang mencintai manusia, mengenal hati setiap orang. Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang rendah hati, tidak menonjolkan diri, tidak merasa super, tapi biarlah Tuhan sendiri yang akan meninggikan kita dengan caranya. Allah meninggikan yang rendah, kita diutus menampakkan kasih Allah itu dengan mengutamakan yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. (NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA GEMBIRA

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel
    “Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk. 1:28b.30b-31)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ke hadapan-Mu, memohon kasih karunia-Mu atas hidup kami, masa depan kami, dan khususnya benua tempat kami berada saat ini, Benua Asia. Kirimkanlah para malaikat-Mu seperti halnya dulu Engkau mengutus Malaikat Gabriel untuk mewartakan kabar gembira kelahiran Putra-Mu kepada Bunda Maria. Mampukanlah kami senantiasa dapat mensyukuri kehidupan yang Engkau berikan dan bersukacita dalam menjalani tugas perutusan yang Engkau berikan kepada kami masing-masing, sehingga kami dapat menjadi saksi kabar sukacita-Mu, seperti halnya Malaikat Gabriel. Semoga sukacita-Mu memenuhi muka bumi ini. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria mengunjungi Elisabet saudaranya
    “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk. 1:42-43)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami ingin berdoa khusus untuk Benua Australia dan Oceania. Ketika Maria mengunjungi Elisabet, ia datang membawa kasih sayang dan kabar gembira mengenai kehadiran Sang Juruselamat. Perjumpaan itu akhirnya menjadi berkat bagi kedua janin yang berada di dalam rahim, serta juga bagi kedua calon ibu. Kami pun berharap, Engkau berkenan datang mengunjungi umat-Mu di benua Oceania-Australia. Penuhilah hati umat-Mu di benua ini dengan harapan, agar mereka dapat saling menguatkan dan berbagi kabar gembira, khususnya di masa pandemi ini. Dan semoga umat-Mu di benua ini dapat saling menjaga satu sama lain, sebagaimana Engkau selalu melindungi kami semua. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dilahirkan di Bethlehem
    Maria “melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya bayi itu dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk. 2:7)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ingin mempersembahkan Benua Eropa. Seperti halnya Maria dan Yusuf tidak dapat menemukan tempat di rumah penginapan, banyak di antara saudara-saudari kami pun saat ini terlantar dalam kesulitan dan ketidakberdayaan. Bungkuslah benua yang mengalami banyak kehilangan dan pencobaan ini dengan selimut cinta kasih-Mu, yang sanggup menghangatkan setiap jiwa. Sediakanlah tempat perlindungan yang aman bagi semua orang yang membutuhkannya. Limpahkanlah juga rahmat sukacita dalam hati setiap orang, sehingga setiap mulut dapat memuji nama-Mu sebagai Allah sumber hidup dan sukacita sejati. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dipersembahkan di Bait Allah
    Simeon berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” (Luk. 2:34-35)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa khusus untuk Benua Amerika. Kami bawa benua ini ke hadirat-Mu sebagaimana dulu bayi Yesus dipersembahkan kepada-Mu di dalam Bait Allah. Semoga Benua Amerika dan orang-orang yang berada di sana Engkau barui dengan Roh-Mu. Tumbuhkanlah rasa solidaritas, belas kasih, persaudaraan, dan persatuan di antara mereka. Jauhkan mereka dari arogansi, egoisme dan keinginan untuk menguasai pihak lain. Mampukanlah benua ini membangun pilar-pilar kesejahteraan demi seluruh ciptaan dan perdamaian bagi dunia, sehingga sorak-sorai sukacita dapat bergaung ke seluruh dunia. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus ditemukan di Bait Allah
    “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” (Luk. 2:49-50)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa untuk saudara-saudari kami yang berada di Benua Afrika. Semoga setiap jiwa yang rindu dan mencari-Mu dapat menemukan-Mu. Bagi mereka yang telah hilang dan jauh dari pada-Mu karena penderitaan dan permasalahan hidup yang mereka alami, semoga dapat menemukan jalan kembali kepada-Mu. Tuntun dan rahmatilah setiap langkah agar memiliki kekuatan, terang pengharapan dan sukacita hidup. Ajarilah setiap orang untuk senantiasa bersandar pada kehendak dan rencana-Mu. Jadikanlah mereka semua saksi-saksi-Mu yang hidup agar nama-Mu semakin dimuliakan, dan semakin banyak jiwa yang dapat diselamatkan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s