Yesus Kristus: Sumber & Tujuan Agama

Renungan Harian Misioner
Selasa, 18 Januari 2022
Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani

1Sam. 16:1-13; Mzm. 89:20,21-22,27-28; Mrk. 2:23-28

Setelah merayakan Natal, kelahiran Yesus Kristus, kini kita berada dalam masa biasa. Masa atau waktu di mana Yesus mulai melakukan pelayanan-Nya yakni mewartakan Kerajaan Allah kepada semua orang. Dalam Mrk. 2:1-28, Penginjil Markus mengisahkan kepada kita lima konflik yang terjadi antara Yesus dan para pemuka agama dalam di Galilea. Konflik-konflik tersebut adalah kuasa untuk mengampuni dosa, panggilan terhadap Lewi pemungut cukai untuk menjadi murid-Nya, makan bersama para pendosa, puasa, dan bekerja pada hari Sabat. Pada Injil hari ini, Penginjil Markus mengisahkan tentang perdebatan Yesus dengan para pemuka agama yang menyakini bahwa Yesus dan para murid-Nya melanggar aturan-aturan Sabat dengan memetik gandum untuk dimakan.

Dengan mengisahkan apa yang dilakukan Nabi Daud dan para pengikutnya saat melakukan hal yang sama pada hari Sabat, Yesus ingin menunjukan bahwa Dialah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan membarui/memurnikan praktik-praktik hidup agama dan hidup pada umumnya ke arah yang lebih manusiawi dan ilahi.  Yesus melihat bahwa inti dan fokus dari kehidupan beragama dikaburkan oleh aturan-aturan tambahan yang dibuat oleh manusia. Jika Tuhanlah yang menjadi inti dari beragama, maka yang menjadi fokus adalah relasi yang intim dan bermakna dengan Allah dan manusia bukan pada aturan. Sebab Yesus Kristus, Anak Allah adalah sumber, tujuan dan puncak dari segala aturan, devosi, praktik-praktik hidup keagamaan dan hidup keseharian. Yesus mengatakan bahwa tujuan dari aturan hari sabat adalah untuk menyelamatkan manusia bukan merusak dan menyengsarakan hidup manusia (bdk. Mrk. 3:4). Semua aturan keagamaan hanyalah penunjuk seperti bintang dari majus yang mengarahkan tiga ‘raja’ yang mencari Yesus saat kelahiran-Nya di Betlehem (bdk. Mat. 2:2,9).

Selanjutnya dalam bacaan pertama, kita melihat bahwa, Raja Samuel diutus oleh Allah untuk memilih penggantinya yakni Daud. Allah mengingatkan Samuel agar tidak memilih penggantinya menurut standar dan aturan manusiawi melainkan menurut standar Allah. Sebab “Allah tidak melihat seperti manusia melihat, manusia melihat apa yang kelihatan, namun Allah melihat hatinya” (1Sam. 16:7). Di sini kita melihat bahwa segala protokol dan aturan yang dibuat oleh manusia yang tidak membawa pada kebaikan, kekudusan dan keagungan Allah diabaikan oleh-Nya. Allah melihat dan meneliti kedalaman hati dan pikiran manusia dan bukan apa yang tampak dari manusia seperti ketampanan, status sosial, kekayaan dll.

Dengan demikian, bacaan-bacaan suci hari ini mengajak kita untuk melihat dan percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat kita. Ia menjadi sumber dan puncak dari segala hidup kita. Segala aturan hidup seharusnya bersumber dari Sabda-Nya dan bukan keinginan kita. Sebab Sabda-Nya adalah Sabda yang membawa kehidupan, kemerdekaan dan keselamatan di dunia ini dan di akhirat. Amin.

(RP. Erik Tjeunfin, SX – Misionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Persaudaraan sejati

Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi agama; semoga hak asasi dan martabat mereka diargai karena sesungguhnya kita semua bersaudara sebagai umat manusia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia: Menangkal hoaks

Kita berdoa, semoga di tengah simpang-siurnya informasi, gosip dan hoaks yang memancing emosi, kita tetap menanggapinya dengan hati lembut dan akal sehat. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s